Niagawan
Panduan Dokumen Usaha · Indonesia

Sales Order (SO): Contoh, Format dan Template Nota Pesanan Gratis

Kapan SO perlu dan kapan cukup nota biasa, isinya kolom per kolom, 3 contoh yang sudah diisi, versi nota pesanan dan WhatsApp — plus template sales order, nota pesanan, dan buku pesanan gratis dalam Word, Excel, dan PDF.

Sales order dan nota pesanan: contoh yang sudah diisi dan template gratis dalam Word, Excel dan PDF

Warung langganan mengirim PO untuk 25 karung beras. Pesanan catering 150 box masuk lewat WhatsApp, dengan DP separuh, untuk Sabtu depan. Sekolah memesan 200 kemeja seragam yang dikirim dua kali. Lalu admin tokomu bertanya, "Pesanan yang mana yang belum dikirim?" — dan pelanggan bilang harga yang disepakati lebih murah. Semua itu beres kalau setiap pesanan punya satu catatan: sales order.

Sales order (SO) adalah catatan pesanan yang kamu buat sebagai penjual, waktu pelanggan memesan barang yang dikirim atau dikerjakan nanti. Isinya apa yang dipesan, berapa banyak, harga berapa, kapan dikirim, dan sudah dibayar berapa. Usaha kecil sering menyebutnya nota pesanan. Di panduan ini kamu dapat kapan SO perlu, isinya kolom per kolom, tiga contoh yang sudah diisi, versi nota pesanan dan WhatsApp, plus template sales order, nota pesanan, dan buku pesanan gratis dalam Word, Excel, dan PDF.

⬇️ Langsung ke template gratis

✅ Yang sebaiknya tertulis di setiap sales order:
Nomor SO Tanggal Pelanggan + alamat kirim No. PO pelanggan Barang, jumlah, harga Total DP + sisa bayar Tanggal kirim Konfirmasi pelanggan

01. Sales order itu apa (jawaban singkat dulu)

Sales order adalah konfirmasi pesanan dari sisi penjual. Begitu pelanggan memesan dan kalian sepakat soal barang, jumlah, harga, dan waktu kirim, kamu mencatatnya di satu lembar bernomor. Lembar itulah yang dipegang gudang, bagian produksi, dan kasir sampai pesanan selesai dikirim dan dibayar.

Namanya macam-macam, tapi maksudnya sama: sales order, pesanan penjualan, konfirmasi pesanan, atau nota pesanan untuk versi setengah halaman yang biasa ditulis tangan.

Cara paling cepat mengingatnya: PO kamu = SO dia. Pembeli membuat purchase order untuk memesan. Penjual mencatat pesanan yang sama sebagai sales order.

Satu hal lagi supaya tidak tertukar: kalau kamu mencari soal lowongan "sales taking order", itu nama jabatan, bukan dokumen. Halaman ini membahas dokumennya.

02. Kapan usaha kecil butuh SO, dan kapan cukup nota biasa

Tidak semua penjualan perlu SO. Yang menentukan adalah jarak antara pesanan dan penyerahan barang. Kalau barang langsung dibawa pulang dan dibayar di kasir, struk atau nota sudah cukup. Begitu ada kata "nanti" — dikirim nanti, dikerjakan nanti, dibayar sebagian dulu — pesanan itu perlu dicatat.

Situasi usahamuPerlu SO?Cukup pakai
Pembeli bayar di kasir dan langsung bawa barangnya❌ TidakStruk atau nota penjualan
Pelanggan langganan atau grosir pesan, barang dikirim hari lain✅ YaSales order, lalu surat jalan dan invoice
Pesanan custom dengan DP (catering, percetakan, konveksi, kue)✅ YaNota pesanan atau SO, dengan kolom DP
Pesanan dikirim bertahap✅ YaSO, supaya sisa yang belum dikirim tetap terlihat
Yang menerima pesanan beda orang dengan yang menyiapkan barang✅ YaSO, lalu delivery order untuk gudang

SO tidak diwajibkan untuk usaha kecil. Ini kebiasaan kerja, bukan aturan. Tapi setiap kali pesanan hanya hidup di ingatan atau di chat, tiga masalah yang sama muncul: pesanan lupa dikirim, dikirim dua kali, atau DP pelanggan tidak ada catatannya.

03. Posisi SO dalam alur penjualan

Penawaran → PO → SO → DO / surat jalan → invoice → kwitansi

Urutan dokumen penjualan: surat penawaran, purchase order dari pembeli, sales order dicatat penjual, delivery order untuk gudang, surat jalan ikut barang, invoice untuk menagih, lalu kwitansi setelah dibayar

Penawaran dan PO datang lebih dulu (kalau ada), tapi SO adalah dokumen pertama yang kamu buat sendiri sebagai penjual. Semua dokumen sesudahnya mengambil isinya dari SO: DO mengambil barang dan jumlahnya, invoice mengambil harganya, jadi kalau SO-nya benar, dokumen berikutnya tinggal menyalin.

04. Beda SO, PO, proforma invoice, DO, dan invoice

Lima dokumen ini sering tertukar karena isinya mirip-mirip. Bedanya ada di siapa yang membuat, kapan, dan untuk apa:

DokumenSiapa dan kapanUntuk apa
Purchase order (PO)Pembeli, saat memesanPermintaan beli ke penjual. Biasanya ada harganya
Sales order (SO)Penjual, setelah pesanan disepakatiCatatan pesanan untuk dijalankan: ada harga, tanggal kirim, DP. Belum tagihan
Proforma invoicePenjual, sebelum barang dikirimPerkiraan tagihan, biasanya untuk minta pembayaran di muka. Lihat proforma invoice
Delivery order (DO)Penjual, sebelum barang keluar gudangPerintah mengeluarkan barang. Tanpa harga
InvoicePenjual, setelah barang dikirimTagihan resmi ke pembeli

PO vs SO

Pesanan yang sama, dicatat di dua meja. Pembeli menulis PO untuk memesan; penjual menulis SO untuk menjalankannya. Supaya dua catatan itu tersambung, nomor PO pembeli ditulis di SO. Kalau nanti ada pertanyaan, dua pihak cukup menyebut satu nomor.

Satu pesanan dicatat di dua sisi: Warung Bu Sri membuat purchase order PO-WBS-072, Toko Berkah Jaya mencatatnya sebagai sales order SO/2026/07/024 dengan nomor PO pelanggan ditulis di SO

SO vs invoice

SO dibuat di awal, waktu pesanan masuk; invoice dibuat di akhir, waktu barang sudah dikirim dan kamu menagih. Jumlahnya bisa berbeda. Kalau pesanan 20 dus tapi baru terkirim 12, SO tetap 20 dus, sedangkan invoice hanya menagih 12 dus yang sudah sampai.

Kalau pembeli minta dokumen terpisah untuk membayar DP sebelum barang dikirim, buat proforma invoice; kalau tidak, SO dengan kolom DP biasanya sudah cukup.

05. Isi sales order, kolom per kolom

Ini bagian "isi" dari pertanyaan bagaimana cara membuat sales order yang benar. Tidak ada format baku yang harus diikuti semua usaha, tapi sepuluh bagian ini sebaiknya ada:

BagianContoh isiKenapa penting
① Nomor SOSO/2026/07/024Urut terus dan tidak pernah dipakai ulang. Nomor inilah yang dicari waktu ada pertanyaan
② Tanggal12 Juli 2026Tanggal pesanan disepakati
③ Pelanggan + alamat kirimWarung Bu Sri, Jl. Kenanga No. 3, BandungAlamat kirim bisa beda dengan alamat penagihan
④ No. PO pelangganPO-WBS-072Menyambungkan SO ke PO pembeli, lalu ke DO dan invoice
⑤ Barang, jumlah, satuan, hargaBeras Premium 5 kg, 25 karung × Rp62.000Harga yang disepakati hari ini, supaya tidak diperdebatkan nanti
⑥ DiskonKalau adaDiskon yang dijanjikan tertulis, bukan diingat
⑦ TotalRp4.031.000Nilai pesanan, bukan tagihan
⑧ DP / uang muka + sisa bayarDP Rp0, sisa Rp4.031.000Uang yang sudah masuk untuk pesanan ini, dan sisanya
⑨ Tanggal kirim12 Juli 2026 (sore)Janji ke pelanggan. Dari sini kamu tahu pesanan mana yang terlambat
⑩ Catatan + konfirmasi"Gula dititip di rak depan" · tanda tangan, atau "OK" lewat WABukti pelanggan setuju dengan isinya
⚠️ Pesanan berubah? Jangan timpa SO-nya. Buat revisi bernomor, misalnya SO/2026/07/024-R1, dan tulis apa yang berubah. SO lama tetap disimpan, jadi selalu jelas siapa mengubah apa dan kapan.

06. Contoh sales order yang sudah diisi (3 situasi)

Tiga pesanan yang paling sering dialami usaha kecil. Semua nama usaha, orang, dan angka di bawah ini hanya ilustrasi.

a. Grosir ke warung langganan: pesanan dengan PO, bayar tempo

Toko Berkah Jaya menerima PO-WBS-072 dari Warung Bu Sri pada 12 Juli 2026. Pesanan ini dikirim sore harinya. Ini SO-nya:

SALES ORDER · No. SO/2026/07/024
Tanggal12 Juli 2026
PelangganWarung Bu Sri, Jl. Kenanga No. 3, Bandung
No. PO pelangganPO-WBS-072
Tanggal kirim12 Juli 2026 (sore)
PembayaranTempo 14 hari setelah barang diterima
BarangJumlah × hargaJumlah (Rp)
Beras Premium 5 kg25 karung × Rp62.0001.550.000
Minyak Goreng 2 L12 dus × Rp168.0002.016.000
Gula Pasir 1 kg30 pak × Rp15.500465.000
Total pesanan4.031.000
DP diterima · sisa bayar0 · 4.031.000

Pesanan yang sama bisa kamu ikuti di halaman lain: gudang mengeluarkannya dengan DO/2026/07/018, dan 25 karung beras itu tercatat keluar di kartu stok tanggal 12 Juli. Setelah barang diterima, invoice menagih Rp4.031.000 dengan tempo 14 hari.

Satu pesanan diikuti di empat catatan: sales order SO/2026/07/024 total Rp4.031.000 dengan beras 25 karung, delivery order DO/2026/07/018 tanpa harga, kartu stok beras keluar 25 pada 12 Juli 2026, dan invoice Rp4.031.000 tempo 14 hari

b. Catering: pesanan WhatsApp dengan DP 50%

Dapur Bu Ratna menerima pesanan dari Bu Wulan lewat WhatsApp pada Senin, 5 Oktober 2026, untuk acara syukuran hari Sabtu, 10 Oktober 2026. Bu Wulan mentransfer DP separuh hari itu juga.

Pesanan (SO/2026/10/007)Jumlah × hargaJumlah (Rp)
Nasi box ayam bakar150 box × Rp32.0004.800.000
Air mineral gelas 240 ml150 gelas × Rp1.000150.000
Total pesanan4.950.000
DP 50% diterima 5 Oktober 20262.475.000
Sisa bayar saat pesanan diantar2.475.000

Kenapa SO penting di sini: DP Rp2.475.000 sudah masuk rekening, tapi pesanannya baru dimasak lima hari kemudian. Tanpa catatan, uang itu mudah terlihat seperti jualan hari Senin. Contoh ini dipakai lagi di bagian 10. Invoice DP dan pelunasannya ada di contoh invoice DP.

c. Konveksi: 200 kemeja seragam, dikirim dua tahap

Konveksi Rapi Jaya menerima pesanan 200 kemeja seragam batik dari Sekolah Tunas Harapan pada 14 September 2026, harga Rp85.000 per pcs, dengan DP 30%.

Yang dicatat di SO/2026/09/012JumlahNilai (Rp)
Kemeja seragam batik sekolah (S–XL)200 pcs × Rp85.00017.000.000
DP 30% diterima 14 September 2026—5.100.000
Tahap 1, dikirim 3 Oktober 2026120 pcs · sisa kirim 80—
Tahap 2, dikirim 17 Oktober 202680 pcs · sisa kirim 0—
Sisa bayar sesuai kesepakatan11.900.000

Setiap tahap punya DO dan surat jalannya sendiri, tapi SO-nya tetap satu. Dari SO itulah kamu tahu, setelah tahap 1, masih ada 80 pcs yang harus dijahit dan dikirim. Cara menagih DP, termin 2, dan pelunasannya ada di contoh invoice DP dan pelunasan.

Satu sales order untuk 200 kemeja seragam dikirim dua tahap: tahap 1 pada 3 Oktober 2026 sebanyak 120 pcs dengan sisa kirim 80 pcs, tahap 2 pada 17 Oktober 2026 sebanyak 80 pcs dengan sisa kirim 0

Pesanan cuma beberapa dalam seminggu? Template SO seperti contoh di atas sudah cukup. Tapi begitu pesanan mulai banyak, yang biasanya susah bukan lagi membuat SO, melainkan mengecek barang yang belum dikirim, stok, invoice, dan pembayaran pelanggan. Lihat cara pencatatan penjualan dan stok yang lebih rapi →

07. Nota pesanan dan pesanan lewat WhatsApp: versi SO untuk usaha kecil

Di toko bangunan, toko ATK, toko kue, atau percetakan, SO jarang disebut SO. Yang dipakai adalah nota pesanan: setengah halaman, sering dari buku nota rangkap dua. Lembar asli untuk pemesan, salinannya disimpan di toko. Fungsinya sama dengan SO, hanya lebih ringkas.

Contoh nota pesanan barang (toko bangunan)

Pak Joko memesan bahan renovasi di Toko Bangunan Sumber Makmur pada 24 September 2026, untuk diantar Sabtu, 26 September 2026.

NOTA PESANAN · No. NP-0213
Semen 50 kg20 sak × Rp68.0001.360.000
Besi beton 10 mm15 batang × Rp72.0001.080.000
Cat tembok putih 5 kg4 galon × Rp135.000540.000
Total2.980.000
Uang muka (DP)1.000.000
Sisa bayar saat barang diantar1.980.000

Contoh nota pesanan makanan (toko kue)

Dapur Kue Bu Ani menerima pesanan untuk acara keluarga pada 1 Oktober 2026, diambil Minggu, 4 Oktober 2026.

NOTA PESANAN · No. NP-0157
Nasi tumpeng (untuk 20 orang)1 × Rp450.000450.000
Kue lapis legit1 loyang × Rp275.000275.000
Snack box isi 350 box × Rp10.000500.000
Total1.225.000
Uang muka (DP)500.000
Sisa bayar saat diambil725.000

Untuk pesanan custom yang ukurannya dihitung per meter atau per lembar, seperti spanduk dan cetakan, contoh hitungan dari DP sampai lunas ada di panduan kasir percetakan.

Dari chat WhatsApp ke nota pesanan

Banyak pesanan sekarang masuk lewat chat: pelanggan mengisi format order yang kamu kirim, lalu menunggu jawaban. Pesanan itu baru aman kalau kamu membalas dengan konfirmasi bernomor dan mencatatnya. Contoh balasan yang cukup:

"Pesanan kami catat, ya Bu. No. NP-0157 · tumpeng 20 orang 1, lapis legit 1 loyang, snack box 50 · total Rp1.225.000 · DP Rp500.000 sudah diterima · sisa Rp725.000 dibayar saat diambil Minggu, 4 Oktober 2026. Mohon balas OK kalau sudah sesuai."

Balasan "OK" dari pelanggan adalah konfirmasinya. Tulis nomornya di nota pesanan, dan pesanan itu tidak lagi bergantung pada chat yang bisa tenggelam.

Alur pesanan WhatsApp: pelanggan mengisi format order, penjual cek stok dan harga, membalas konfirmasi bernomor berisi barang, total, DP dan tanggal kirim, lalu mencatatnya di nota pesanan

08. Cara membuat sales order, 5 langkah

  1. Terima pesanannya. Dari PO, telepon, atau chat. Tanyakan yang belum jelas: ukuran, warna, alamat kirim, tanggal.
  2. Cek stok dan harga. Stoknya ada, atau perlu dikirim bertahap? Harganya sama dengan penawaran yang sudah kamu kirim?
  3. Buat SO bernomor. Isi sepuluh bagian di bagian 05. Kalau pembeli mengirim PO, tulis nomornya.
  4. Minta konfirmasi pembeli. Tanda tangan, atau balasan "OK" lewat WhatsApp. Kalau ada DP, catat di SO saat uangnya masuk.
  5. Teruskan ke gudang atau produksi. Gudang menyiapkan barang dengan DO; untuk barang custom, SO jadi daftar kerja bagian produksi.
💡 Cukup lima menit per pesanan

Pakai template di bawah, bisa diisi di HP atau laptop, lalu dikirim sebagai PDF atau foto. Tidak perlu daftar atau login.

09. Download template sales order dan nota pesanan gratis (Word, Excel, PDF)

Tujuh file, gratis dan langsung diunduh sekali klik, tanpa daftar. Tidak perlu membuka penampil dokumen online atau menyalin dari gambar, dan contoh SO-nya adalah pesanan yang sama yang bisa kamu ikuti di halaman DO dan kartu stok.

⬇️ Template Sales Order

Nomor SO, pelanggan dan alamat kirim, no. PO pelanggan, tanggal kirim, cara bayar, tabel barang 10 baris dengan diskon, total, DP, dan sisa bayar, catatan, dan kolom konfirmasi pelanggan. Versi Excel menghitung sendiri dan punya sheet riwayat nomor SO.

⬇️ Template Nota Pesanan (setengah A4, asli + salinan)

Dua nota dalam satu halaman A4: lembar asli untuk pemesan, salinan untuk arsipmu. Baris cukup lebar untuk ditulis tangan, dengan kotak total, uang muka (DP), dan sisa bayar, serta pilihan diambil atau dikirim.

⬇️ Contoh Sales Order yang Sudah Diisi (Excel)

SO/2026/07/024 dari contoh a, lengkap dengan rumusnya. Buka, lihat cara mengisinya, lalu ganti dengan pesananmu sendiri.

📊 Buku Pesanan + Rekap (Excel)

Satu baris per barang dalam setiap pesanan: no. SO · pelanggan · no. PO · dipesan · dikirim · sisa kirim · nilai · DP · sisa tagihan · janji kirim · status. Sheet Rekap menghitung sendiri pesanan yang belum lengkap, total DP, dan sisa tagihan per pelanggan. Cara memakainya ada di bagian 10.

Pilih format yang mana?

FormatCocok untukDownload
WordMengetik di komputer, menaruh logo usahamu, lalu cetak atau kirim PDFSales order (.docx)
ExcelPesanan banyak baris — jumlah, total, dan sisa bayar terhitung sendiriSales order (.xlsx)
PDFDicetak kosong dan diisi pakai pulpenNota pesanan (.pdf)
Buku pesananMemantau semua pesanan yang belum selesai dalam satu daftarBuku pesanan (.xlsx)

10. Setelah SO dibuat: pantau pesanan sampai terkirim dan tertagih

Membuat SO itu mudah. Yang sering berantakan adalah sesudahnya: pesanan lupa dikirim, dikirim dua kali karena dua orang sama-sama mengira belum, atau DP pelanggan tidak ada catatannya waktu pelunasan. Satu buku pesanan mencegah ketiganya.

Buku pesanan yang bisa kamu unduh di atas sudah berisi contoh Toko Berkah Jaya bulan Juli 2026, termasuk SO/2026/07/024 dari contoh a:

SO · pelangganDipesan / dikirimSisa tagihan (Rp)
SO/2026/07/024 · Warung Bu SriBeras 25/25, minyak 12/12, gula 30/30 · Terkirim4.031.000
SO/2026/07/027 · Toko MakmurMinyak 20/12 · Kirim sebagian, DP Rp1.000.0002.360.000
SO/2026/07/029 · Warung Pak AndiBeras 10/0, gula 20/0 · Belum dikirim930.000
SO/2026/07/030 · Warung Bu SriMinyak 8/8 · Terkirim, lunas Rp1.344.0000
Total sisa tagihan7.321.000

Sheet Rekap langsung menunjukkan yang perlu dikejar: barang senilai Rp2.274.000 dalam 3 baris belum dikirim — 8 dus minyak untuk Toko Makmur, serta beras dan gula untuk Warung Pak Andi. Warung Bu Sri masih punya sisa tagihan Rp4.031.000, tapi semua barangnya sudah sampai, jadi yang perlu dilakukan adalah menagih, bukan mengirim. Kolom Terlambat? menyala sendiri kalau tanggal janji kirim sudah lewat dan barangnya belum lengkap.

Rekap buku pesanan Toko Berkah Jaya Juli 2026: sisa tagihan Warung Bu Sri Rp4.031.000, Toko Makmur Rp2.360.000, Warung Pak Andi Rp930.000, total Rp7.321.000, dengan barang senilai Rp2.274.000 belum dikirim

SO belum jadi penjualan

Ini yang paling sering keliru di catatan usaha kecil. Pesanan belum jadi penjualan. Penjualan baru tercatat waktu barang dikirim atau invoice dibuat. DP yang diterima dicatat sebagai uang muka, bukan omzet. Pakai contoh catering b:

Yang dicatat5 Oktober 2026 (pesan + DP)10 Oktober 2026 (dikirim)
Uang masuk2.475.000 (DP)2.475.000 (pelunasan)
Penjualan04.950.000
DP yang masih "dipegang" untuk pesanan2.475.0000 (sudah dipakai)
Pesanan belum jadi penjualan: pada 5 Oktober 2026 DP Rp2.475.000 masuk dan dicatat sebagai uang muka dengan penjualan Rp0, pada 10 Oktober 2026 pesanan dikirim, penjualan Rp4.950.000 tercatat, DP dipakai dan sisa Rp2.475.000 ditagih

Kalau DP dihitung sebagai jualan hari Senin, laporan minggu itu terlihat lebih bagus dari kenyataannya — padahal nasinya belum dimasak dan uangnya masih bisa diminta kembali kalau acara batal. Stok juga baru berkurang waktu barang benar-benar keluar, dan dicatat di kartu stok per pengiriman.

📝 Kalau kamu mencatat manual

SO sendiri tidak masuk buku jurnal. Yang dicatat adalah uangnya (DP masuk sebagai uang muka dari pelanggan) dan nanti penjualannya (waktu barang dikirim). Cara menuliskannya dengan debit dan kredit ada di panduan jurnal umum.

Kalau pesanan mulai banyak, masalahnya bukan lagi bikin SO

1. Sekitar 5 pesanan seminggu → template Excel masih cukup.
2. 30–50 pesanan → mulai susah cek: belum dikirim → sudah dikirim → belum ditagih → sudah bayar.
3. Pesanan makin banyak → lebih mudah kalau penjualan, stok, invoice, dan pembayaran ada dalam satu sistem.

Angka di atas hanya gambaran.

Kalau admin masih harus memindahkan data dari SO ke catatan stok, lalu membuat invoice lagi secara terpisah, pekerjaannya jadi dobel. Di Niagawan, jualan langsung tercatat dan stok terpantau karena kasir dan pembukuan jadi satu, invoice dan nota ada di satu tempat, dan laporan laba-rugi serta arus kas tersusun otomatis.

Lihat cara Niagawan mengelola penjualan & stok →

11. Kesalahan yang membuat pesanan kacau

KesalahanAkibatnyaCara membetulkannya
❌ SO tanpa nomorDua orang mengirim pesanan yang sama, atau tidak ada yang mengirimPakai pola SO/2026/07/001 dan catat setiap nomor di buku pesanan
❌ Harga di SO beda dengan penawaranPelanggan menolak invoice, dan kamu harus mengalahSalin harga dari penawaran atau PO, jangan dari ingatan
❌ Kirim tanpa cek SOBarang salah jenis atau salah jumlah, lalu jadi returGudang menyiapkan barang dari DO yang dibuat dari SO
❌ DP tidak ditulis di SOWaktu pelunasan, tidak ada yang tahu pelanggan sudah bayar berapaCatat DP di SO dan buku pesanan saat uangnya masuk, beri kwitansi DP
❌ SO diubah tanpa jejakTidak jelas lagi mana pesanan yang benarBuat revisi bernomor (-R1), simpan versi lama
❌ Sisa kirim terlupaPelanggan menagih barang yang sudah dibayarKolom sisa kirim di buku pesanan, dicek setiap pagi
❌ SO dianggap sudah jadi omzetLaporan terlihat untung, padahal barang belum keluarPenjualan dicatat waktu barang dikirim, bukan waktu pesanan masuk

12. Supaya pesanan, stok, dan pembukuan nyambung

Kenapa Niagawan

Supaya penjualan, stok, dan laporan tidak tercatat di tempat yang terpisah-pisah

  • ✓ Invoice dan nota rapi di satu tempat — mudah dicari saat pelanggan bertanya soal pesanannya.
  • ✓ Jualan langsung tercatat, stok terpantau — kasir dan pembukuan jadi satu, tidak perlu mengetik ulang.
  • ✓ Laporan keuangan (laba-rugi, arus kas) tersusun otomatis — bisa dibuka dari HP lewat cloud.

Jadi, sales order adalah titik awal setiap pesanan yang dikirim nanti: satu lembar bernomor yang menjaga barang, harga, dan DP tetap jelas sampai pesanan selesai. Yang Niagawan bantu adalah catatan di sekitarnya: penjualan, nota, dan stok ada di satu tempat, lalu tersusun sendiri menjadi laporan keuangan. Kalau usahamu berjualan di kasir, lihat juga aplikasi kasir Niagawan. Satu harga jelas setahun, tanpa biaya tersembunyi, dan bisa kamu atur sendiri tanpa konsultan.

Punya pesanan pelanggan yang mulai susah dipantau?

Ceritakan cara usaha kamu menerima dan mengirim pesanan. Tim Niagawan bisa menunjukkan setup yang sesuai.

WhatsApp tim Niagawan →

Pertanyaan yang Sering Ditanya (FAQ)

Apa yang dimaksud dengan sales order?

Sales order (SO) adalah catatan pesanan dari sisi penjual: barang apa yang dipesan, berapa banyak, harga berapa, kapan dikirim, dan sudah dibayar berapa. SO dibuat setelah pesanan disepakati dan dipakai sampai barang terkirim dan tertagih. Usaha kecil sering menyebutnya nota pesanan atau konfirmasi pesanan.

Apa beda sales order dan invoice?

SO dibuat di awal, waktu pesanan masuk, dan belum menagih apa-apa. Invoice dibuat di akhir, setelah barang dikirim, untuk menagih pembayaran. Jumlahnya bisa berbeda: kalau baru sebagian barang yang terkirim, invoice hanya menagih yang sudah sampai.

Apa itu PO dan SO?

PO (purchase order) dibuat pembeli untuk memesan barang. SO (sales order) adalah pesanan yang sama, dicatat oleh penjual. Jadi PO kamu = SO dia. Nomor PO pembeli sebaiknya ditulis di SO supaya dua catatan itu tersambung.

Apa bedanya purchase order dan sales order?

Bedanya ada di siapa yang membuat dan untuk apa. PO dibuat pembeli sebagai permintaan beli. SO dibuat penjual untuk menjalankan pesanan: dari SO, gudang menyiapkan barang, dan kasir tahu berapa DP yang sudah masuk. Perbandingan lengkapnya ada di bagian 04.

Bagaimana cara membuat sales order yang benar?

Terima pesanan, cek stok dan harga, lalu buat SO bernomor yang berisi pelanggan dan alamat kirim, nomor PO pelanggan (kalau ada), barang, jumlah, harga, total, DP dan sisa bayar, serta tanggal kirim. Minta konfirmasi pembeli, lalu teruskan ke gudang atau produksi. Template kosongnya ada di bagian 09.

Apa saja tugas sales order?

Sebagai dokumen, SO punya tiga tugas: mengunci kesepakatan (barang, harga, tanggal kirim), memberi tahu gudang atau produksi apa yang harus disiapkan, dan menjadi dasar invoice setelah barang dikirim. Kalau yang kamu cari adalah tugas "admin sales order" atau "sales taking order", itu nama jabatan, bukan dokumen.

Apa itu PO sales?

Dalam jualan online, "PO" sering berarti pre-order: pembeli memesan dan membayar dulu, barangnya dikirim belakangan. Itu berbeda dengan purchase order. Penjelasannya ada di panduan purchase order. Pesanan pre-order yang sudah dibayar pun sebaiknya tetap dicatat seperti SO, lengkap dengan DP-nya.

Apakah sales order sama dengan proforma invoice?

Tidak. SO adalah catatan dan konfirmasi pesanan. Proforma invoice adalah perkiraan tagihan yang biasanya dipakai untuk meminta pembayaran di muka. Banyak usaha kecil cukup memakai SO dengan kolom DP; proforma dibuat kalau pembeli memintanya untuk membayar DP.

Apakah SO wajib untuk usaha kecil?

Tidak. SO adalah kebiasaan kerja, bukan aturan. Kalau pembeli membayar dan membawa barangnya langsung, nota saja sudah cukup. SO berguna begitu ada pesanan yang dikirim nanti, dibayar dengan DP, atau dikirim bertahap.

Invoice dan nota rapi di satu tempat, jualan langsung tercatat, stok terpantau, dan laporan keuangan tersusun sendiri — bisa kamu atur sendiri dari HP, tanpa konsultan.