Warung langganan mengirim PO untuk 25 karung beras. Pesanan catering 150 box masuk lewat WhatsApp, dengan DP separuh, untuk Sabtu depan. Sekolah memesan 200 kemeja seragam yang dikirim dua kali. Lalu admin tokomu bertanya, "Pesanan yang mana yang belum dikirim?" — dan pelanggan bilang harga yang disepakati lebih murah. Semua itu beres kalau setiap pesanan punya satu catatan: sales order.
Sales order (SO) adalah catatan pesanan yang kamu buat sebagai penjual, waktu pelanggan memesan barang yang dikirim atau dikerjakan nanti. Isinya apa yang dipesan, berapa banyak, harga berapa, kapan dikirim, dan sudah dibayar berapa. Usaha kecil sering menyebutnya nota pesanan. Di panduan ini kamu dapat kapan SO perlu, isinya kolom per kolom, tiga contoh yang sudah diisi, versi nota pesanan dan WhatsApp, plus template sales order, nota pesanan, dan buku pesanan gratis dalam Word, Excel, dan PDF.
⬇️ Langsung ke template gratis
01. Sales order itu apa (jawaban singkat dulu)
Sales order adalah konfirmasi pesanan dari sisi penjual. Begitu pelanggan memesan dan kalian sepakat soal barang, jumlah, harga, dan waktu kirim, kamu mencatatnya di satu lembar bernomor. Lembar itulah yang dipegang gudang, bagian produksi, dan kasir sampai pesanan selesai dikirim dan dibayar.
Namanya macam-macam, tapi maksudnya sama: sales order, pesanan penjualan, konfirmasi pesanan, atau nota pesanan untuk versi setengah halaman yang biasa ditulis tangan.
Satu hal lagi supaya tidak tertukar: kalau kamu mencari soal lowongan "sales taking order", itu nama jabatan, bukan dokumen. Halaman ini membahas dokumennya.
02. Kapan usaha kecil butuh SO, dan kapan cukup nota biasa
Tidak semua penjualan perlu SO. Yang menentukan adalah jarak antara pesanan dan penyerahan barang. Kalau barang langsung dibawa pulang dan dibayar di kasir, struk atau nota sudah cukup. Begitu ada kata "nanti" — dikirim nanti, dikerjakan nanti, dibayar sebagian dulu — pesanan itu perlu dicatat.
| Situasi usahamu | Perlu SO? | Cukup pakai |
|---|---|---|
| Pembeli bayar di kasir dan langsung bawa barangnya | ❌ Tidak | Struk atau nota penjualan |
| Pelanggan langganan atau grosir pesan, barang dikirim hari lain | ✅ Ya | Sales order, lalu surat jalan dan invoice |
| Pesanan custom dengan DP (catering, percetakan, konveksi, kue) | ✅ Ya | Nota pesanan atau SO, dengan kolom DP |
| Pesanan dikirim bertahap | ✅ Ya | SO, supaya sisa yang belum dikirim tetap terlihat |
| Yang menerima pesanan beda orang dengan yang menyiapkan barang | ✅ Ya | SO, lalu delivery order untuk gudang |
SO tidak diwajibkan untuk usaha kecil. Ini kebiasaan kerja, bukan aturan. Tapi setiap kali pesanan hanya hidup di ingatan atau di chat, tiga masalah yang sama muncul: pesanan lupa dikirim, dikirim dua kali, atau DP pelanggan tidak ada catatannya.
03. Posisi SO dalam alur penjualan
Penawaran → PO → SO → DO / surat jalan → invoice → kwitansi
Penawaran dan PO datang lebih dulu (kalau ada), tapi SO adalah dokumen pertama yang kamu buat sendiri sebagai penjual. Semua dokumen sesudahnya mengambil isinya dari SO: DO mengambil barang dan jumlahnya, invoice mengambil harganya, jadi kalau SO-nya benar, dokumen berikutnya tinggal menyalin.
04. Beda SO, PO, proforma invoice, DO, dan invoice
Lima dokumen ini sering tertukar karena isinya mirip-mirip. Bedanya ada di siapa yang membuat, kapan, dan untuk apa:
| Dokumen | Siapa dan kapan | Untuk apa |
|---|---|---|
| Purchase order (PO) | Pembeli, saat memesan | Permintaan beli ke penjual. Biasanya ada harganya |
| Sales order (SO) | Penjual, setelah pesanan disepakati | Catatan pesanan untuk dijalankan: ada harga, tanggal kirim, DP. Belum tagihan |
| Proforma invoice | Penjual, sebelum barang dikirim | Perkiraan tagihan, biasanya untuk minta pembayaran di muka. Lihat proforma invoice |
| Delivery order (DO) | Penjual, sebelum barang keluar gudang | Perintah mengeluarkan barang. Tanpa harga |
| Invoice | Penjual, setelah barang dikirim | Tagihan resmi ke pembeli |
PO vs SO
Pesanan yang sama, dicatat di dua meja. Pembeli menulis PO untuk memesan; penjual menulis SO untuk menjalankannya. Supaya dua catatan itu tersambung, nomor PO pembeli ditulis di SO. Kalau nanti ada pertanyaan, dua pihak cukup menyebut satu nomor.
SO vs invoice
SO dibuat di awal, waktu pesanan masuk; invoice dibuat di akhir, waktu barang sudah dikirim dan kamu menagih. Jumlahnya bisa berbeda. Kalau pesanan 20 dus tapi baru terkirim 12, SO tetap 20 dus, sedangkan invoice hanya menagih 12 dus yang sudah sampai.
Kalau pembeli minta dokumen terpisah untuk membayar DP sebelum barang dikirim, buat proforma invoice; kalau tidak, SO dengan kolom DP biasanya sudah cukup.
05. Isi sales order, kolom per kolom
Ini bagian "isi" dari pertanyaan bagaimana cara membuat sales order yang benar. Tidak ada format baku yang harus diikuti semua usaha, tapi sepuluh bagian ini sebaiknya ada:
| Bagian | Contoh isi | Kenapa penting |
|---|---|---|
| ① Nomor SO | SO/2026/07/024 | Urut terus dan tidak pernah dipakai ulang. Nomor inilah yang dicari waktu ada pertanyaan |
| ② Tanggal | 12 Juli 2026 | Tanggal pesanan disepakati |
| ③ Pelanggan + alamat kirim | Warung Bu Sri, Jl. Kenanga No. 3, Bandung | Alamat kirim bisa beda dengan alamat penagihan |
| ④ No. PO pelanggan | PO-WBS-072 | Menyambungkan SO ke PO pembeli, lalu ke DO dan invoice |
| ⑤ Barang, jumlah, satuan, harga | Beras Premium 5 kg, 25 karung × Rp62.000 | Harga yang disepakati hari ini, supaya tidak diperdebatkan nanti |
| ⑥ Diskon | Kalau ada | Diskon yang dijanjikan tertulis, bukan diingat |
| ⑦ Total | Rp4.031.000 | Nilai pesanan, bukan tagihan |
| ⑧ DP / uang muka + sisa bayar | DP Rp0, sisa Rp4.031.000 | Uang yang sudah masuk untuk pesanan ini, dan sisanya |
| ⑨ Tanggal kirim | 12 Juli 2026 (sore) | Janji ke pelanggan. Dari sini kamu tahu pesanan mana yang terlambat |
| ⑩ Catatan + konfirmasi | "Gula dititip di rak depan" · tanda tangan, atau "OK" lewat WA | Bukti pelanggan setuju dengan isinya |
06. Contoh sales order yang sudah diisi (3 situasi)
Tiga pesanan yang paling sering dialami usaha kecil. Semua nama usaha, orang, dan angka di bawah ini hanya ilustrasi.
a. Grosir ke warung langganan: pesanan dengan PO, bayar tempo
Toko Berkah Jaya menerima PO-WBS-072 dari Warung Bu Sri pada 12 Juli 2026. Pesanan ini dikirim sore harinya. Ini SO-nya:
| SALES ORDER · No. SO/2026/07/024 | |
|---|---|
| Tanggal | 12 Juli 2026 |
| Pelanggan | Warung Bu Sri, Jl. Kenanga No. 3, Bandung |
| No. PO pelanggan | PO-WBS-072 |
| Tanggal kirim | 12 Juli 2026 (sore) |
| Pembayaran | Tempo 14 hari setelah barang diterima |
| Barang | Jumlah × harga | Jumlah (Rp) |
|---|---|---|
| Beras Premium 5 kg | 25 karung × Rp62.000 | 1.550.000 |
| Minyak Goreng 2 L | 12 dus × Rp168.000 | 2.016.000 |
| Gula Pasir 1 kg | 30 pak × Rp15.500 | 465.000 |
| Total pesanan | 4.031.000 | |
| DP diterima · sisa bayar | 0 · 4.031.000 | |
Pesanan yang sama bisa kamu ikuti di halaman lain: gudang mengeluarkannya dengan DO/2026/07/018, dan 25 karung beras itu tercatat keluar di kartu stok tanggal 12 Juli. Setelah barang diterima, invoice menagih Rp4.031.000 dengan tempo 14 hari.
b. Catering: pesanan WhatsApp dengan DP 50%
Dapur Bu Ratna menerima pesanan dari Bu Wulan lewat WhatsApp pada Senin, 5 Oktober 2026, untuk acara syukuran hari Sabtu, 10 Oktober 2026. Bu Wulan mentransfer DP separuh hari itu juga.
| Pesanan (SO/2026/10/007) | Jumlah × harga | Jumlah (Rp) |
|---|---|---|
| Nasi box ayam bakar | 150 box × Rp32.000 | 4.800.000 |
| Air mineral gelas 240 ml | 150 gelas × Rp1.000 | 150.000 |
| Total pesanan | 4.950.000 | |
| DP 50% diterima 5 Oktober 2026 | 2.475.000 | |
| Sisa bayar saat pesanan diantar | 2.475.000 | |
Kenapa SO penting di sini: DP Rp2.475.000 sudah masuk rekening, tapi pesanannya baru dimasak lima hari kemudian. Tanpa catatan, uang itu mudah terlihat seperti jualan hari Senin. Contoh ini dipakai lagi di bagian 10. Invoice DP dan pelunasannya ada di contoh invoice DP.
c. Konveksi: 200 kemeja seragam, dikirim dua tahap
Konveksi Rapi Jaya menerima pesanan 200 kemeja seragam batik dari Sekolah Tunas Harapan pada 14 September 2026, harga Rp85.000 per pcs, dengan DP 30%.
| Yang dicatat di SO/2026/09/012 | Jumlah | Nilai (Rp) |
|---|---|---|
| Kemeja seragam batik sekolah (S–XL) | 200 pcs × Rp85.000 | 17.000.000 |
| DP 30% diterima 14 September 2026 | — | 5.100.000 |
| Tahap 1, dikirim 3 Oktober 2026 | 120 pcs · sisa kirim 80 | — |
| Tahap 2, dikirim 17 Oktober 2026 | 80 pcs · sisa kirim 0 | — |
| Sisa bayar sesuai kesepakatan | 11.900.000 | |
Setiap tahap punya DO dan surat jalannya sendiri, tapi SO-nya tetap satu. Dari SO itulah kamu tahu, setelah tahap 1, masih ada 80 pcs yang harus dijahit dan dikirim. Cara menagih DP, termin 2, dan pelunasannya ada di contoh invoice DP dan pelunasan.
Pesanan cuma beberapa dalam seminggu? Template SO seperti contoh di atas sudah cukup. Tapi begitu pesanan mulai banyak, yang biasanya susah bukan lagi membuat SO, melainkan mengecek barang yang belum dikirim, stok, invoice, dan pembayaran pelanggan. Lihat cara pencatatan penjualan dan stok yang lebih rapi →
07. Nota pesanan dan pesanan lewat WhatsApp: versi SO untuk usaha kecil
Di toko bangunan, toko ATK, toko kue, atau percetakan, SO jarang disebut SO. Yang dipakai adalah nota pesanan: setengah halaman, sering dari buku nota rangkap dua. Lembar asli untuk pemesan, salinannya disimpan di toko. Fungsinya sama dengan SO, hanya lebih ringkas.
Contoh nota pesanan barang (toko bangunan)
Pak Joko memesan bahan renovasi di Toko Bangunan Sumber Makmur pada 24 September 2026, untuk diantar Sabtu, 26 September 2026.
| NOTA PESANAN · No. NP-0213 | ||
|---|---|---|
| Semen 50 kg | 20 sak × Rp68.000 | 1.360.000 |
| Besi beton 10 mm | 15 batang × Rp72.000 | 1.080.000 |
| Cat tembok putih 5 kg | 4 galon × Rp135.000 | 540.000 |
| Total | 2.980.000 | |
| Uang muka (DP) | 1.000.000 | |
| Sisa bayar saat barang diantar | 1.980.000 | |
Contoh nota pesanan makanan (toko kue)
Dapur Kue Bu Ani menerima pesanan untuk acara keluarga pada 1 Oktober 2026, diambil Minggu, 4 Oktober 2026.
| NOTA PESANAN · No. NP-0157 | ||
|---|---|---|
| Nasi tumpeng (untuk 20 orang) | 1 × Rp450.000 | 450.000 |
| Kue lapis legit | 1 loyang × Rp275.000 | 275.000 |
| Snack box isi 3 | 50 box × Rp10.000 | 500.000 |
| Total | 1.225.000 | |
| Uang muka (DP) | 500.000 | |
| Sisa bayar saat diambil | 725.000 | |
Untuk pesanan custom yang ukurannya dihitung per meter atau per lembar, seperti spanduk dan cetakan, contoh hitungan dari DP sampai lunas ada di panduan kasir percetakan.
Dari chat WhatsApp ke nota pesanan
Banyak pesanan sekarang masuk lewat chat: pelanggan mengisi format order yang kamu kirim, lalu menunggu jawaban. Pesanan itu baru aman kalau kamu membalas dengan konfirmasi bernomor dan mencatatnya. Contoh balasan yang cukup:
Balasan "OK" dari pelanggan adalah konfirmasinya. Tulis nomornya di nota pesanan, dan pesanan itu tidak lagi bergantung pada chat yang bisa tenggelam.
08. Cara membuat sales order, 5 langkah
- Terima pesanannya. Dari PO, telepon, atau chat. Tanyakan yang belum jelas: ukuran, warna, alamat kirim, tanggal.
- Cek stok dan harga. Stoknya ada, atau perlu dikirim bertahap? Harganya sama dengan penawaran yang sudah kamu kirim?
- Buat SO bernomor. Isi sepuluh bagian di bagian 05. Kalau pembeli mengirim PO, tulis nomornya.
- Minta konfirmasi pembeli. Tanda tangan, atau balasan "OK" lewat WhatsApp. Kalau ada DP, catat di SO saat uangnya masuk.
- Teruskan ke gudang atau produksi. Gudang menyiapkan barang dengan DO; untuk barang custom, SO jadi daftar kerja bagian produksi.
Pakai template di bawah, bisa diisi di HP atau laptop, lalu dikirim sebagai PDF atau foto. Tidak perlu daftar atau login.
09. Download template sales order dan nota pesanan gratis (Word, Excel, PDF)
Tujuh file, gratis dan langsung diunduh sekali klik, tanpa daftar. Tidak perlu membuka penampil dokumen online atau menyalin dari gambar, dan contoh SO-nya adalah pesanan yang sama yang bisa kamu ikuti di halaman DO dan kartu stok.
Nomor SO, pelanggan dan alamat kirim, no. PO pelanggan, tanggal kirim, cara bayar, tabel barang 10 baris dengan diskon, total, DP, dan sisa bayar, catatan, dan kolom konfirmasi pelanggan. Versi Excel menghitung sendiri dan punya sheet riwayat nomor SO.
Dua nota dalam satu halaman A4: lembar asli untuk pemesan, salinan untuk arsipmu. Baris cukup lebar untuk ditulis tangan, dengan kotak total, uang muka (DP), dan sisa bayar, serta pilihan diambil atau dikirim.
SO/2026/07/024 dari contoh a, lengkap dengan rumusnya. Buka, lihat cara mengisinya, lalu ganti dengan pesananmu sendiri.
Satu baris per barang dalam setiap pesanan: no. SO · pelanggan · no. PO · dipesan · dikirim · sisa kirim · nilai · DP · sisa tagihan · janji kirim · status. Sheet Rekap menghitung sendiri pesanan yang belum lengkap, total DP, dan sisa tagihan per pelanggan. Cara memakainya ada di bagian 10.
Pilih format yang mana?
| Format | Cocok untuk | Download |
|---|---|---|
| Word | Mengetik di komputer, menaruh logo usahamu, lalu cetak atau kirim PDF | Sales order (.docx) |
| Excel | Pesanan banyak baris — jumlah, total, dan sisa bayar terhitung sendiri | Sales order (.xlsx) |
| Dicetak kosong dan diisi pakai pulpen | Nota pesanan (.pdf) | |
| Buku pesanan | Memantau semua pesanan yang belum selesai dalam satu daftar | Buku pesanan (.xlsx) |
10. Setelah SO dibuat: pantau pesanan sampai terkirim dan tertagih
Membuat SO itu mudah. Yang sering berantakan adalah sesudahnya: pesanan lupa dikirim, dikirim dua kali karena dua orang sama-sama mengira belum, atau DP pelanggan tidak ada catatannya waktu pelunasan. Satu buku pesanan mencegah ketiganya.
Buku pesanan yang bisa kamu unduh di atas sudah berisi contoh Toko Berkah Jaya bulan Juli 2026, termasuk SO/2026/07/024 dari contoh a:
| SO · pelanggan | Dipesan / dikirim | Sisa tagihan (Rp) |
|---|---|---|
| SO/2026/07/024 · Warung Bu Sri | Beras 25/25, minyak 12/12, gula 30/30 · Terkirim | 4.031.000 |
| SO/2026/07/027 · Toko Makmur | Minyak 20/12 · Kirim sebagian, DP Rp1.000.000 | 2.360.000 |
| SO/2026/07/029 · Warung Pak Andi | Beras 10/0, gula 20/0 · Belum dikirim | 930.000 |
| SO/2026/07/030 · Warung Bu Sri | Minyak 8/8 · Terkirim, lunas Rp1.344.000 | 0 |
| Total sisa tagihan | 7.321.000 | |
Sheet Rekap langsung menunjukkan yang perlu dikejar: barang senilai Rp2.274.000 dalam 3 baris belum dikirim — 8 dus minyak untuk Toko Makmur, serta beras dan gula untuk Warung Pak Andi. Warung Bu Sri masih punya sisa tagihan Rp4.031.000, tapi semua barangnya sudah sampai, jadi yang perlu dilakukan adalah menagih, bukan mengirim. Kolom Terlambat? menyala sendiri kalau tanggal janji kirim sudah lewat dan barangnya belum lengkap.
SO belum jadi penjualan
Ini yang paling sering keliru di catatan usaha kecil. Pesanan belum jadi penjualan. Penjualan baru tercatat waktu barang dikirim atau invoice dibuat. DP yang diterima dicatat sebagai uang muka, bukan omzet. Pakai contoh catering b:
| Yang dicatat | 5 Oktober 2026 (pesan + DP) | 10 Oktober 2026 (dikirim) |
|---|---|---|
| Uang masuk | 2.475.000 (DP) | 2.475.000 (pelunasan) |
| Penjualan | 0 | 4.950.000 |
| DP yang masih "dipegang" untuk pesanan | 2.475.000 | 0 (sudah dipakai) |
Kalau DP dihitung sebagai jualan hari Senin, laporan minggu itu terlihat lebih bagus dari kenyataannya — padahal nasinya belum dimasak dan uangnya masih bisa diminta kembali kalau acara batal. Stok juga baru berkurang waktu barang benar-benar keluar, dan dicatat di kartu stok per pengiriman.
SO sendiri tidak masuk buku jurnal. Yang dicatat adalah uangnya (DP masuk sebagai uang muka dari pelanggan) dan nanti penjualannya (waktu barang dikirim). Cara menuliskannya dengan debit dan kredit ada di panduan jurnal umum.
Kalau pesanan mulai banyak, masalahnya bukan lagi bikin SO
Angka di atas hanya gambaran.
Kalau admin masih harus memindahkan data dari SO ke catatan stok, lalu membuat invoice lagi secara terpisah, pekerjaannya jadi dobel. Di Niagawan, jualan langsung tercatat dan stok terpantau karena kasir dan pembukuan jadi satu, invoice dan nota ada di satu tempat, dan laporan laba-rugi serta arus kas tersusun otomatis.
Lihat cara Niagawan mengelola penjualan & stok →11. Kesalahan yang membuat pesanan kacau
| Kesalahan | Akibatnya | Cara membetulkannya |
|---|---|---|
| ❌ SO tanpa nomor | Dua orang mengirim pesanan yang sama, atau tidak ada yang mengirim | Pakai pola SO/2026/07/001 dan catat setiap nomor di buku pesanan |
| ❌ Harga di SO beda dengan penawaran | Pelanggan menolak invoice, dan kamu harus mengalah | Salin harga dari penawaran atau PO, jangan dari ingatan |
| ❌ Kirim tanpa cek SO | Barang salah jenis atau salah jumlah, lalu jadi retur | Gudang menyiapkan barang dari DO yang dibuat dari SO |
| ❌ DP tidak ditulis di SO | Waktu pelunasan, tidak ada yang tahu pelanggan sudah bayar berapa | Catat DP di SO dan buku pesanan saat uangnya masuk, beri kwitansi DP |
| ❌ SO diubah tanpa jejak | Tidak jelas lagi mana pesanan yang benar | Buat revisi bernomor (-R1), simpan versi lama |
| ❌ Sisa kirim terlupa | Pelanggan menagih barang yang sudah dibayar | Kolom sisa kirim di buku pesanan, dicek setiap pagi |
| ❌ SO dianggap sudah jadi omzet | Laporan terlihat untung, padahal barang belum keluar | Penjualan dicatat waktu barang dikirim, bukan waktu pesanan masuk |
12. Supaya pesanan, stok, dan pembukuan nyambung
Supaya penjualan, stok, dan laporan tidak tercatat di tempat yang terpisah-pisah
- ✓ Invoice dan nota rapi di satu tempat — mudah dicari saat pelanggan bertanya soal pesanannya.
- ✓ Jualan langsung tercatat, stok terpantau — kasir dan pembukuan jadi satu, tidak perlu mengetik ulang.
- ✓ Laporan keuangan (laba-rugi, arus kas) tersusun otomatis — bisa dibuka dari HP lewat cloud.
Jadi, sales order adalah titik awal setiap pesanan yang dikirim nanti: satu lembar bernomor yang menjaga barang, harga, dan DP tetap jelas sampai pesanan selesai. Yang Niagawan bantu adalah catatan di sekitarnya: penjualan, nota, dan stok ada di satu tempat, lalu tersusun sendiri menjadi laporan keuangan. Kalau usahamu berjualan di kasir, lihat juga aplikasi kasir Niagawan. Satu harga jelas setahun, tanpa biaya tersembunyi, dan bisa kamu atur sendiri tanpa konsultan.
Punya pesanan pelanggan yang mulai susah dipantau?
Ceritakan cara usaha kamu menerima dan mengirim pesanan. Tim Niagawan bisa menunjukkan setup yang sesuai.
WhatsApp tim Niagawan →Pertanyaan yang Sering Ditanya (FAQ)
Apa yang dimaksud dengan sales order?
Sales order (SO) adalah catatan pesanan dari sisi penjual: barang apa yang dipesan, berapa banyak, harga berapa, kapan dikirim, dan sudah dibayar berapa. SO dibuat setelah pesanan disepakati dan dipakai sampai barang terkirim dan tertagih. Usaha kecil sering menyebutnya nota pesanan atau konfirmasi pesanan.
Apa beda sales order dan invoice?
SO dibuat di awal, waktu pesanan masuk, dan belum menagih apa-apa. Invoice dibuat di akhir, setelah barang dikirim, untuk menagih pembayaran. Jumlahnya bisa berbeda: kalau baru sebagian barang yang terkirim, invoice hanya menagih yang sudah sampai.
Apa itu PO dan SO?
PO (purchase order) dibuat pembeli untuk memesan barang. SO (sales order) adalah pesanan yang sama, dicatat oleh penjual. Jadi PO kamu = SO dia. Nomor PO pembeli sebaiknya ditulis di SO supaya dua catatan itu tersambung.
Apa bedanya purchase order dan sales order?
Bedanya ada di siapa yang membuat dan untuk apa. PO dibuat pembeli sebagai permintaan beli. SO dibuat penjual untuk menjalankan pesanan: dari SO, gudang menyiapkan barang, dan kasir tahu berapa DP yang sudah masuk. Perbandingan lengkapnya ada di bagian 04.
Bagaimana cara membuat sales order yang benar?
Terima pesanan, cek stok dan harga, lalu buat SO bernomor yang berisi pelanggan dan alamat kirim, nomor PO pelanggan (kalau ada), barang, jumlah, harga, total, DP dan sisa bayar, serta tanggal kirim. Minta konfirmasi pembeli, lalu teruskan ke gudang atau produksi. Template kosongnya ada di bagian 09.
Apa saja tugas sales order?
Sebagai dokumen, SO punya tiga tugas: mengunci kesepakatan (barang, harga, tanggal kirim), memberi tahu gudang atau produksi apa yang harus disiapkan, dan menjadi dasar invoice setelah barang dikirim. Kalau yang kamu cari adalah tugas "admin sales order" atau "sales taking order", itu nama jabatan, bukan dokumen.
Apa itu PO sales?
Dalam jualan online, "PO" sering berarti pre-order: pembeli memesan dan membayar dulu, barangnya dikirim belakangan. Itu berbeda dengan purchase order. Penjelasannya ada di panduan purchase order. Pesanan pre-order yang sudah dibayar pun sebaiknya tetap dicatat seperti SO, lengkap dengan DP-nya.
Apakah sales order sama dengan proforma invoice?
Tidak. SO adalah catatan dan konfirmasi pesanan. Proforma invoice adalah perkiraan tagihan yang biasanya dipakai untuk meminta pembayaran di muka. Banyak usaha kecil cukup memakai SO dengan kolom DP; proforma dibuat kalau pembeli memintanya untuk membayar DP.
Apakah SO wajib untuk usaha kecil?
Tidak. SO adalah kebiasaan kerja, bukan aturan. Kalau pembeli membayar dan membawa barangnya langsung, nota saja sudah cukup. SO berguna begitu ada pesanan yang dikirim nanti, dibayar dengan DP, atau dikirim bertahap.