Usaha fotografi kamu, dari DP yang mengunci tanggal sampai untung beneran di akhir bulan
Satu job wedding disepakati di chat, dibayar dua kali, dan makan uang kamu berminggu-minggu sebelum pelunasan masuk. Niagawan simpan uang tiap job — DP, biaya, pelunasan — dalam pembukuan yang bisa kamu baca dari HP.
Jadwal penuh bukan berarti dibayar lunas
Calon pengantin chat. Kamu kirim detail paket. Dia transfer DP dan tanggal itu jadi miliknya. Berbulan-bulan kemudian kamu motret pernikahannya, bayar fotografer kedua dan percetakan album, kirim galerinya — dan di antara semua itu, pelunasan seharusnya datang.
Job sudah selesai, pelunasan masih menggantung.Album sudah dikirim, kamu sudah pindah ke pemotretan berikutnya, dan ngga ada yang nagih sisanya. Awalnya ngga enak, lama-lama ngga pernah.
Kamu bayar semua orang sebelum ada yang bayar kamu.Fotografer kedua, percetakan, transport — semua keluar di bulan yang sama. Pelunasan masuk berminggu-minggu kemudian, itu pun kalau kamu ingat.
Musim ramai menutupi yang sebenarnya.November kelihatan makmur. Februari sepi. Rata-rata sebulan dapat berapa, ngga pernah ada yang hitung.
Biaya satu job tercecer di mana-mana.Bensin di sini, album di sana, freelancer dibayar tunai. Sampai hari kirim, kamu ngga bisa bilang pernikahan itu makan biaya berapa.
Kalender kamu penuh. Angka untung kamu ngga ada.
DP terus masuk, jadi saldo bank kelihatan sehat. Tapi sebagian uang itu milik pernikahan yang belum kamu potret — belum jadi milik kamu selama kerjanya belum selesai dan biayanya belum dibayar. Dipakai seperti pemasukan, dan bulan sepi jadi berat.
Dan pelunasan yang orang masih utang ke kamu ngga kelihatan. Sepuluh job yang sudah dikirim dengan sisa belum dibayar itu uang beneran — tapi tersebar di ratusan chat, jadi ngga ada yang nagih, dan sebagiannya diam-diam ngga pernah datang.
Penawaran, DP, biaya, pelunasan — satu catatan per job
Paket yang kamu tawarkan di WhatsApp jadi invoice. DP dicatat di situ, biaya ada di sebelahnya, dan sisanya tetap terlihat terbuka sampai dibayar. Ngga ada yang cuma hidup di chat.
Kasih penawaran dari HP
Tanggal, harga, syarat DP — satu penawaran, kirim lewat WhatsApp.
DP dicatat di hari masuknya
Di invoice klien itu. Sisa terbuka ya yang belum dibayar.
Catat biaya begitu terjadi
Fotografer kedua, album, transport — dari HP, di hari itu juga.
Pelunasan sudah masuk pembukuan kamu
Satu layar menunjukkan tiap job yang masih kurang, dan bulan ini beneran dapat berapa setelah biaya.
Di tempat lain kamu lompat-lompat antara aplikasi galeri, chat dan spreadsheet — atau beli sistem akuntansi yang dibikin buat kantor. Ngga ada satu pun yang bisa bilang siapa masih kurang bayar, atau bulan lalu untung apa ngga.
Di dalam sistem — layar asli
Bukan janji — ini layar asli yang kamu pakai tiap hari.
Penawaran di WhatsApp, satu tap jadi invoice
Paket yang kamu kirim di WhatsApp jadi penawaran resmi di sistem — klien confirm, langsung jadi invoice, ngga mulai dari nol.
- Penawaran simpan tanggal, paket dan harga — ngga di kepala atau chat lama
- Klien confirm, penawarannya satu tap jadi invoice — ngga usah ketik ulang
- Pakai langsung dari HP — bales WhatsApp, kirim penawaran di waktu yang sama
DP di invoice, kerjaan langsung mulai — sisanya pas hasil dikirim
Invoice DP langsung dari penawaran — kerjaan mulai begitu DP masuk, sisanya kelihatan jelas sampai foto/album dikirim.
- DP langsung dicatat di invoice — job confirm langsung mulai, ngga usah tunggu tanda tangan kertas
- Sisa job tetap kelihatan di sistem sampai delivery — ngga hilang di chat lama
- Klien bayar cicilan? Tiap pembayaran masuk baris sendiri, sisanya langsung terupdate
- Klien batalin job? Nota kredit catat refund sebagian dan biaya admin dengan benar
Kamera baru, fotografer kedua, album — semua masuk pembukuan, ngga nyangkut di kantong
Biaya alat dan job — kamera, lensa, fotografer kedua, percetakan album — dicatat hari itu juga, ngga usah diinget-inget pas job kelar.
- Beli kamera, lensa atau lighting baru? Catat sebagai belanja aset, bukan runcit
- Fotografer kedua/freelancer dicatat sebagai invoice belanja, dia jadi supplier
- Tagihan album/bingkai dari percetakan? Catat langsung sebagai biaya job itu, ngga campur promosi sendiri
- Transport dan biaya harian dicatat sebagai pengeluaran, hari itu juga — bukan akhir bulan
Laba rugi asli bisnis, kapan aja kamu mau lihat
Tiap penawaran, invoice dan belanja yang kamu input langsung bentuk laba rugi kamu — bulan rame dan bulan sepi, angkanya asli.
- Laporan laba rugi per bulan, tahun atau tanggal pilihan kamu — ngga usah nunggu akuntan
- Rekonsiliasi bank cocokin tiap transfer sama job-nya — DP ngga salah tercatat jadi sisa
- November kelihatan rame, Februari sepi — kelihatan rata-rata asli sebulan, bukan tebak-tebakan
- Mau pisahin biaya per job besar? Kasih label pengeluaran dan belanja pakai nama job itu
Sistem sudah siap buat e-Faktur — konsolidasi dan freelancer termasuk
e-Faktur (DJP) sudah terpasang, gratis. Klien yang ngga butuh e-Faktur sendiri masuk konsolidasi; freelancer individu ada jalur Self-Billed.
- e-Faktur sudah terpasang — bukan add-on berbayar terpisah
- Klien ngga mau e-Faktur sendiri? Penjualan digabung jadi satu faktur konsolidasi ke DJP
- Fotografer kedua individu belum berbadan usaha resmi? Dicatat pakai Self-Billed e-Faktur
- PPN? Dihitung otomatis langsung di invoice — kamu ngga perlu hitung sendiri abis jualan
Semua yang fotografer perlu — ngga ada yang perlu dibeli
Ngga ada perangkat di paket ini. HP atau laptop kamu itu seluruh kantornya. Kamu bayar software, setahun sekali, dan mulai kirim penawaran hari itu juga.
Plus 4.0 — pembukuan cloud lengkap
Penawaran, invoice, kuitansi, pengeluaran dan rekonsiliasi bank, dari HP kamu.
Software — langganan tahunan
Ngga perlu mesin kasir, laci uang atau scanner. Laptop atau HP kamu sudah cukup.
Setelah tahun pertama, kamu cuma perpanjang software Rp2,4 juta /tahun
Harga belum termasuk pajak.
Garansi 14 hari uang kembali — uang kembali penuh, tanpa pertanyaan ribet. (Langganan software saja; hardware tidak termasuk.)
Apa kata pemilik usaha di Malaysia
“Memudahkan urusan jual beli untuk perusahaan kami. Selain itu paperless juga menghemat banyak biaya perusahaan kami. E-invoice juga ada di dalam sistem ini. Terima kasih Niagawan.”
“Alhamdulillah, sekarang sudah tahun keenam saya memakai aplikasi Niagawan Plus. Aplikasi Niagawan ini bagus sekali dan memudahkan saya memberikan quotation dan invoice ke pelanggan.”
“Sistem akuntansi terbaik, NIAGAWAN. SBA PEST SOLUTION sudah memakainya selama 5 tahun. Sangat puas. Sangat mudah bagi yang tidak punya dasar akuntansi, dan yang paling mantap, NIAGAWAN mengisi otomatis ke dalam format Lembaga Hasil Dalam Negeri.”
Pertanyaan yang sering ditanya
Saya udah pakai Zoho free / Canva buat invoice — kenapa harus ganti?
Job saya musiman aja, ngga rame sepanjang tahun — bayaran tahunan kerasa kecepetan?
e-Faktur dan PPN wajib ngga buat saya, usaha perorangan / individu?
Saya ngga ngerti akuntansi — COGS, buku besar, semua istilah asing buat saya.
Kalau udah beli tapi ternyata ngga cocok, bisa refund?
Cari software akuntansi atau kasir buat usahamu?
Chat tim kami di WhatsApp — kami tunjukin gimana Niagawan cocok buat usahamu.
Satu harga jelas setahun · Tanpa biaya tersembunyi