Persediaan & Stok · Indonesia

Kartu Stok: Contoh Terisi, Cara Mengisi dan Template Excel/PDF Gratis

Kartu stok itu cuma barang masuk, barang keluar, dan sisanya. Lihat contoh yang sudah diisi, format kosongnya, cara mengisi langkah demi langkah, lalu ambil template gratis Excel atau PDF.

Kartu stok barang — contoh yang sudah diisi dan template gratis Excel dan PDF

Kartu stok adalah catatan barang masuk, barang keluar, dan sisa barang — untuk satu jenis barang.

Contohnya semudah ini:
Stok awal 40  +  masuk 150  −  keluar 137  =  sisa 53 karung
Cuma itu isinya. Sisanya di halaman ini tinggal contoh dan cara mengisinya.
⚡ Mau langsung pakai?

01. Apa itu kartu stok?

Kartu stok adalah lembar catatan untuk satu barang: setiap kali barang itu masuk dan keluar dicatat, lalu sisanya kelihatan. Orang juga menyebutnya kartu persediaan atau stock card — sama saja. (Persediaan artinya barang yang masih kamu simpan untuk dijual atau dipakai. Di halaman ini kita sebut saja stok.)

Kalau kamu pernah lihat buku kas, polanya persis sama. Buku kas mencatat uang yang keluar-masuk. Kartu stok mencatat barang yang keluar-masuk.

Satu kartu untuk satu barang. Kalau kamu jual 20 jenis barang, berarti ada 20 kartu. Ini bagian yang paling sering keliru, dan akibatnya kolom sisa jadi tidak ada artinya.

Cara kerja kartu stok: stok awal 40 ditambah masuk 150 dikurangi keluar 137 sama dengan sisa 53 karung

Tiga angka saja. Sisa hari ini otomatis jadi stok awal hari berikutnya.

02. Contoh kartu stok yang sudah diisi

Ini kartu stok beras di sebuah toko sembako selama Juli 2026. Kamu bisa langsung lihat polanya tanpa baca teori dulu.

Contoh kartu stok barang dagang beras premium 5 kg Toko Berkah Jaya Juli 2026, stok awal 40 karung, masuk 150, keluar 137, sisa akhir 53 karung

Stok awal 40 karung, masuk 150, keluar 137 — sisa akhir 53 karung.

Perhatikan kolom Sisa: angkanya berubah tiap baris, dan selalu dihitung dari baris di atasnya:

Sisa = sisa baris sebelumnya + masuk − keluar
Contoh baris ke-3: 140 − 35 = 105.

03. Contoh kartu stok kosong (format dasarnya)

Kalau kamu cuma butuh bentuknya untuk ditiru ke buku atau Excel, ini formatnya.

Contoh kartu stok kosong siap diisi, dengan kolom tanggal, keterangan, masuk, keluar dan sisa serta identitas barang di bagian atas

Format kartu stok kosong. Versi Excel dan PDF-nya bisa kamu download di bawah.

04. Arti setiap kolom

Kartu stok punya dua bagian, dan memisahkannya bikin semuanya lebih gampang:

  • Di bagian atas — identitas barangnya: nama barang, kode, satuan, dan stok awal. Ditulis sekali saja.
  • Di tabel — lima kolom yang kamu isi terus: tanggal, keterangan, masuk, keluar, dan sisa.
Kartu stok barang dengan penomoran tiap bagian: nama barang, satuan, stok awal, kolom keterangan, kolom sisa, dan baris total

Nomor pada gambar mengikuti urutan tabel di bawah.

BagianIsinya apaKenapa penting
Nama barang
bagian atas
Nama lengkap barangnya, misalnya “Beras Premium 5 kg”Satu kartu = satu barang. Jangan digabung dua jenis dalam satu kartu.
Satuan
bagian atas
Karung, kg, pcs, dus, strip — satuan yang kamu pakai sehari-hariKalau satuannya campur (kadang karung, kadang kg), sisanya pasti salah.
Stok awal
bagian atas
Jumlah barang yang ada saat kamu mulai mencatatIni titik nol kamu. Hitung fisik sekali di awal, jangan dikira-kira.
Tanggal
kolom tabel
Tanggal barang benar-benar masuk atau keluarBukan tanggal pesan. Kalau salah tanggal, sisanya benar tapi ceritanya salah.
Keterangan
kolom tabel
Barang ini dari mana atau ke mana — beli dari supplier, terjual, rusak, returNanti pas sisa nggak cocok, kolom inilah yang bikin kamu ketemu penyebabnya.
Masuk / Keluar
kolom tabel
Jumlah barangnya, bukan rupiahnyaKartu stok menghitung barang. Uangnya urusan catatan lain.
Sisa
kolom tabel
Sisa baris sebelumnya + masuk − keluarAngka yang kamu pakai untuk memutuskan kapan harus belanja lagi.
Satu istilah yang bakal muncul lagi nanti.
Stok opname artinya menghitung barang yang benar-benar ada di rak atau gudang, lalu dicocokkan dengan catatan di kartu stok.

05. Cara mengisi kartu stok, langkah demi langkah

  1. Tulis identitas barangnya dulu. Nama barang, kode kalau ada, dan satuannya. Pilih satu satuan lalu konsisten dipakai.
  2. Hitung barang yang ada sekarang. Angka itu jadi stok awal. Ini satu-satunya angka yang boleh kamu mulai dari nol.
  3. Setiap barang datang, isi kolom Masuk. Tanggalnya tanggal barang benar-benar sampai, bukan tanggal pesan. Keterangannya: dari siapa.
  4. Setiap barang keluar, isi kolom Keluar. Terjual, dipakai produksi, rusak, atau dikembalikan ke supplier — semuanya keluar, tulis alasannya.
  5. Hitung sisanya. Sisa = sisa baris atas + masuk − keluar. Isi tiap baris, jangan ditunda sampai akhir bulan.
  6. Akhir bulan, hitung ulang barangnya lalu cocokkan. Kalau beda, tulis selisihnya sebagai satu baris penyesuaian — jangan diam-diam diubah angkanya.
Cek cepat yang selalu bisa kamu pakai.
Stok awal + total masuk − total keluar = sisa akhir.
Di contoh beras tadi: 40 + 150 − 137 = 53 karung. Kalau hasilnya beda dengan baris terakhir, ada baris yang salah hitung.

06. Contoh untuk toko, bahan baku, dan apotek

Bentuknya sama. Yang beda cuma isi kolom keterangan dan satuannya.

Bahan baku — usaha makanan

Kalau kamu produksi (roti, katering, kopi), barang yang keluar bukan “terjual” tapi “dipakai produksi”.

Contoh kartu stok bahan baku tepung terigu di toko roti, satuan kg, stok awal 25, masuk 240, keluar 180, sisa akhir 85 kg

Satuannya kg, dan ada baris “tepung kena air, dibuang” — barang rusak tetap dicatat keluar.

Obat — apotek

Di apotek satuannya biasanya strip atau box, dan sering ada barang yang dikembalikan ke distributor karena mendekati kedaluwarsa.

Contoh kartu stok obat parasetamol 500 mg di apotek, satuan strip, stok awal 120, masuk 350, keluar 320, sisa akhir 150 strip

Kalau usahamu apotek, lihat juga aplikasi kasir apotek.

Tulis tangan

Nggak punya komputer? Kartu stok tulis tangan tetap berguna, asal rapi dan diisi tiap hari.

Contoh kartu stok barang yang ditulis tangan di buku, dengan kolom tanggal, keterangan, masuk, keluar dan sisa

Pakai buku bergaris, buat lima kolom dengan penggaris, satu halaman untuk satu barang.

07. Kesalahan yang bikin stok kelihatan salah

KesalahanAkibatnyaBetulkan dengan
Satu kartu dipakai untuk beberapa barangSisa nggak ada artinya — kamu nggak tahu sisa yang manaSatu barang, satu kartu. Selalu.
Satuannya campur (kadang dus, kadang pcs)Sisa jadi salah tanpa ketahuanPilih satu satuan, tulis di kartu, konsisten.
Barang rusak atau kedaluwarsa nggak dicatatCatatan bilang ada, rak bilang nggak adaRusak tetap dicatat Keluar, keterangannya “rusak”.
Barang dipakai sendiri, nggak dicatatSelisih yang nggak pernah ketemu sebabnyaDipakai sendiri juga Keluar. Tulis apa adanya.
Dicatat pas barang dipesan, bukan pas datangStok kelihatan ada padahal masih di jalanCatat di tanggal barang sampai.
Diisi seminggu sekali sambil mengingat-ingatPasti ada yang kelewatIsi hari itu juga, walau cuma satu baris.

08. Kartu stok manual, Excel, atau software?

Tiga-tiganya benar. Yang menentukan bukan besar-kecilnya usaha, tapi berapa banyak barangmu dan seberapa sering transaksinya.

Tulis tangan cocok kalau…
  • barangnya sekitar 10–20 jenis
  • transaksinya nggak banyak tiap hari
  • cuma kamu sendiri yang mencatat
Excel cocok kalau…
  • barangnya mulai puluhan jenis
  • transaksinya masih bisa kamu catat sendiri
  • kamu memang rutin buka komputer
Software stok mulai berguna kalau…
  • barangnya banyak dan penjualan terjadi tiap hari
  • ada lebih dari satu orang yang menjual
  • kamu sering menemukan stok di rak beda dengan catatan
Jujur saja: kalau barangmu masih sedikit dan transaksinya nggak banyak, Excel sudah cukup. Nggak perlu buru-buru pindah. Template Excel di bawah gratis, ambil saja.
Kartu stok barang versi Excel dengan rumus kolom sisa sama dengan sisa baris atas ditambah masuk dikurangi keluar

Di Excel, kolom Sisa cukup diketik rumusnya sekali lalu ditarik ke bawah.

09. Kapan pencatatan manual mulai merepotkan?

Biasanya bukan karena hitungannya susah. Tanda-tandanya lebih seperti ini:

  • “Kenapa catatan bilang ada 10, di rak cuma ada 6?”
  • “Barang ini sebenarnya masih ada atau sudah habis?”
  • “Siapa yang lupa mencatat kemarin?”
  • “Kenapa satu penjualan harus ditulis dua kali?”
  • “Barang apa saja yang perlu dibeli lagi minggu ini?”
  • “Barang mana yang dari dulu nggak laku-laku?”

Yang paling sering kejadian adalah yang keempat. Setiap penjualan kamu tulis di nota, lalu kamu ketik lagi ke kartu stok atau Excel — transaksi yang sama dicatat dua kali.

Kalau sehari cuma beberapa transaksi, itu masih gampang. Tapi kalau sehari puluhan transaksi, satu saja yang lupa dicatat sudah cukup bikin angka stok beda dengan isi rak — dan biasanya baru ketahuan sebulan kemudian, waktu kamu hitung ulang.

10. Bagaimana sistem stok mencatat otomatis?

Software tidak mengubah cara menghitung stok. Rumusnya tetap sisa + masuk − keluar, persis seperti kartu stok yang kamu isi tangan. Yang berubah cuma satu: kamu tidak perlu menulis transaksi yang sama untuk kedua kalinya.

Contohnya begini. Saat 2 karung beras terjual dan dicatat di kasir, stok beras itu langsung berkurang 2. Saat barang baru datang dan dicatat, jumlahnya bertambah. Kartu stok tiap barang tersusun sendiri dari transaksi yang sudah kamu catat.

Ilustrasi alur pencatatan stok otomatis: penjualan 2 karung dicatat di kasir, stok berkurang dari 53 menjadi 51, sisa stok bisa dilihat dari HP

Ilustrasi alur pencatatannya — melanjutkan contoh beras di atas, bukan tampilan aplikasi.

Itulah yang dikerjakan aplikasi stok barang: penjualan di kasir langsung memotong stok, jadi nggak ada catat dua kali, dan sisa stok bisa kamu lihat dari HP tanpa harus ke gudang.

11. Download template kartu stok gratis

Tiga file, gratis, tanpa daftar. Kolomnya sama persis seperti contoh di atas.

📊 Template kartu stok (Excel, .xlsx)
Kosong, tiga lembar: barang dagang, bahan baku, dan obat. Kolom Sisa sudah ada rumusnya — tinggal isi masuk dan keluar.
📋 Contoh kartu stok yang sudah diisi (Excel, .xlsx)
Persis seperti contoh di artikel ini, angkanya lengkap. Enak buat dilihat dulu sebelum kamu isi sendiri.
🖨 Template kartu stok (PDF siap cetak)
Buat kamu yang mau tulis tangan. Print, tempel di gudang, isi pakai pulpen.

Filenya bebas kamu pakai dan ubah untuk usahamu sendiri.

12. Setelah kartu stok rapi, lanjut ke mana?

Tergantung di mana posisimu sekarang.

Masih nyaman mencatat sendiri?

Ambil templatenya, mulai dari satu barang yang paling sering keluar-masuk. Itu sudah cukup untuk beberapa bulan ke depan.

⬇ Download template kartu stok
Sudah capek mencatat dua kali?

Lihat dulu cara kerjanya — penjualan dicatat sekali, stok berkurang sendiri — lalu putuskan sendiri apakah cocok buat usahamu.

Lihat cara kerja aplikasi stok →

Kalau yang kamu cari berikutnya soal uang, bukan barang:

Pertanyaan yang sering ditanya soal kartu stok

Apa itu kartu stok?

Kartu stok adalah catatan barang masuk, barang keluar, dan sisa barang untuk satu jenis barang. Isinya lima kolom: tanggal, keterangan, masuk, keluar, dan sisa, ditambah identitas barang di bagian atas.

Bagaimana cara membuat kartu stok di Excel?

Buat lima kolom: tanggal, keterangan, masuk, keluar, dan sisa. Isi stok awal di baris pertama kolom sisa. Di baris berikutnya ketik rumus sisa baris atas ditambah masuk dikurangi keluar, lalu tarik rumus itu ke bawah. Template Excel gratis di halaman ini sudah memakai rumus tersebut.

Apa bedanya kartu stok dan stok opname?

Kartu stok adalah catatannya. Stok opname adalah kegiatan menghitung barang yang benar-benar ada di rak atau gudang, lalu dicocokkan dengan catatan itu. Kalau ada selisih, selisihnya ditulis sebagai satu baris penyesuaian di kartu stok.

Bagaimana kalau stok fisik berbeda dengan kartu stok?

Jangan diam-diam mengubah angkanya. Tulis selisihnya sebagai satu baris keluar atau masuk dengan keterangan penyesuaian hasil stok opname, supaya ketahuan berapa sering selisih terjadi. Penyebab tersering: barang rusak tidak dicatat, barang dipakai sendiri, atau ada hari yang terlewat.

Apakah kartu stok harus dibuat untuk setiap barang?

Ya. Satu kartu untuk satu barang, karena kolom sisa hanya berarti kalau isinya satu jenis barang. Kalau kamu jual 20 jenis barang, berarti ada 20 kartu.

Apakah barang rusak tetap dicatat di kartu stok?

Tetap dicatat, di kolom keluar, dengan keterangan rusak atau dibuang. Barang rusak memang tidak terjual, tapi barangnya sudah tidak ada di rak. Kalau tidak dicatat, catatan akan bilang stoknya masih ada.

Kapan kartu stok perlu diperbarui?

Setiap kali ada barang masuk atau keluar, di hari yang sama. Mengisi seminggu sekali sambil mengingat-ingat hampir selalu ada yang terlewat, dan satu baris yang terlewat membuat semua sisa di bawahnya ikut salah.

Apakah kartu stok bisa dibuat otomatis?

Bisa, kalau pencatatan penjualan dan pembelian sudah berada di satu sistem. Cara hitungnya tetap sama, tapi kamu tidak perlu menulis transaksi yang sama untuk kedua kalinya: saat penjualan dicatat di kasir, stok barang itu langsung berkurang.

Kapan sebaiknya memakai aplikasi stok?

Kalau barangmu masih sedikit dan transaksinya tidak banyak, Excel sudah cukup. Aplikasi stok mulai terasa berguna kalau barangnya banyak dan penjualan terjadi setiap hari, ada lebih dari satu orang yang menjual, atau stok di rak sering berbeda dengan catatan.

Apakah kartu stok boleh ditulis tangan?

Boleh dan tetap berguna, asal rapi dan diisi setiap hari. Pakai buku bergaris, buat lima kolom dengan penggaris, dan gunakan satu halaman untuk satu barang. Kalau salah, coret sekali lalu tulis yang benar.

Stok dan penjualan usahamu, tercatat sekali jalan

Tiap penjualan di kasir langsung memotong stok. Sisa barang, barang yang mau habis, dan laporannya tersusun sendiri — bisa kamu atur tanpa konsultan.

Niagawan — software akuntansi & kasir untuk usaha kecil.
Beranda
Disclaimer: Informasi di halaman ini hanya untuk referensi umum, bukan nasihat akuntansi, pajak, atau keuangan. Kami berusaha menjaga informasi tetap akurat dan terkini, namun tidak menjamin keakuratannya.

© 2026 Niagawan. All rights reserved.