Tiap barang discan, tiap tagihan supplier kelacak, tiap rupiah masuk pembukuan
Kasir yang ngga berhenti di penjualan — langsung nyambung ke pembukuan, ke utang supplier, dan ke untung aslimu.
Tumpukan tagihan itu bagian yang paling bikin pusing
Kamu ambil barang dari supplier dan tagihannya ikut datang. Pelanggan masuk sepanjang hari, dan kebanyakan bayar tunai.
Tagihan supplier itu utangmu.Dicatat manual, kamu ngga pernah yakin mana yang jatuh tempo duluan.
Kamu ngga tahu uangnya cukup atau ngga.Uang keluar baru ketahuan setelah keluar.
Gimana caranya ingat harga tiap barang?Minimarket punya ratusan item. Ngga ada yang sanggup nyimpen di kepala.
Tiap harga salah itu uang.Kejual di bawah modal sekali sehari, setahun penuh, itu lubang yang ngga kelihatan.
Kasir biasa berhenti di penjualan
Dia ngga nyambung ke pembukuan. Jadi utang supplier ngga bisa diatur rapi, dan laporan laba-rugi atau neraca ngga bisa kamu lihat real-time.
Akhirnya semua dikirim ke akuntan — lambat, dan ada biayanya.
Scan, jual, dan langsung masuk pembukuan
Meja kasir nyuapin pembukuan. Ngga ada yang dicatat dua kali, dan ngga ada yang nunggu akhir bulan.
Scan di kasir
Barcode, bayar, selesai. Tunai atau e-wallet, tercatat terpisah.
Modalmu memang sudah kecatat
Datang dari faktur pembelian waktu kamu input.
Untung kotor hitung sendiri
Set harga jual sekali; tiap penjualan hitung marginnya sendiri.
Utang punya tanggal
Kamu tahu apa yang jatuh tempo sebelum datang.
Harga berubah tiap kirim dan sistemnya ikut — begitu barang yang sama masuk dengan harga baru di faktur pembelian baru, harga modal rata-rata update sendiri. Marginmu tetap jujur tanpa kamu ngapa-ngapain, dan laba-rugi serta neraca kelihatan real-time.
Di dalam sistem — layar asli
Bukan janji — ini layar asli yang kamu pakai tiap hari.
Scan kasir yang tahu margin
Tiap scan tahu biaya dari invoice supplier — margin dihitung otomatis, termasuk barang yang kamu repack sendiri.
- Scan barcode di kasir — biaya langsung dari invoice pembelian supplier, bukan dari ingatan
- Margin dihitung otomatis tiap jualan — set harga sekali, sistem yang hitung untungnya
- Barang repack/olahan (misalnya: ayam potong siap goreng) — catat dulu biaya beli borongan, habis diolah catat harga jual per potong, dua lapis biaya dalam satu catatan
- Tunai dan QRIS dicatat terpisah tiap jualan
Tutup hari, tiga jalur pembayaran otomatis cocok
Tunai, QRIS dan invoice pembelian dicocokkan otomatis sama catatan sistem — ngga perlu susun manual satu per satu.
- Uang tunai dan QRIS dicatat terpisah, langsung cocok sama sistem
- Belanja tunai dan invoice pembelian bank tetap jelas, ngga kecampur
- Pengeluaran tunai kecil (misalnya: bensin, plastik) dicatat terpisah juga
- Sisa tunai buat setor ke bank dihitung sistem, bukan dijumlah manual
Catatan asli, bukan pas DJP baru nanya
Tiap invoice supplier tersimpan di sistem — begitu bank atau DJP mau lihat catatan, semua udah siap, ngga perlu cari last minute.
- Invoice pembelian supplier langsung tercatat, tanggal jatuh tempo kelihatan jelas
- Daftar stok nunjukin sisa barang kapan aja
- Catatan jualan dan pembelian siap buat pengajuan pinjaman — ngga perlu asal-asalan lagi
- Laporan laba rugi langsung dari catatan ini, sesuai bulan atau tanggal yang kamu pilih
e-Faktur udah siap — walau supplier kecil belum ada
Penjualan retail tanpa e-Faktur pelanggan digabung jadi satu faktur gabungan ke DJP — otomatis, bukan kerjaan tambahan buat kamu.
- e-Faktur (DJP) sudah terpasang — bukan add-on berbayar
- Penjualan walk-in tanpa e-Faktur pelanggan digabung jadi satu faktur gabungan
- PPN dihitung otomatis begitu bisnis kamu sampai ambang batas
- Siap begitu giliran kamu tiba, ngga perlu tunggu last-minute
Untung beneran, ngga perlu tunggu akhir bulan
Begitu e-Faktur dan PPN beres, laba rugi, posisi kas dan laporan pajak kamu juga langsung siap — dari catatan yang sama.
- Laba rugi, posisi kas dan laporan pajak — tiga laporan, satu catatan asal yang sama, bukan tiga sistem terpisah
- Kelihatan posisi kas yang sebenarnya — penjualan tunai/QRIS dikurangi pengeluaran dan invoice pembelian, bukan tebak-tebakan
- Pembukuan siap dipakai buat laporan pajak — ngga perlu disusun ulang pas pajak jatuh tempo
- Ngga perlu nunggu akuntan luar buat tahu untung beneran bulan ini
Semua yang minimarket butuhkan, dalam satu paket
Satu set siap pakai buat meja kasir — software-nya, mesin kasirnya, scanner-nya dan laci uangnya.
PosPro 4.0 + set meja kasir
Semua yang di bawah, siap buat pelanggan pertamamu.


iMin Falcon 1 · Scanner barcode · Laci uang (4 slot)
Software — langganan tahunan
Perangkat di meja kasir
Setelah tahun pertama, kamu cuma perpanjang software Rp3,6 juta /tahun
Harga belum termasuk pajak. Perangkatnya milik kamu — beli sekali, bukan sewa. Kasir Niagawan juga jalan di perangkat Android yang kamu punya.
Garansi 14 hari uang kembali — uang kembali penuh, tanpa pertanyaan ribet. (Langganan software saja; hardware tidak termasuk.)
Apa kata pemilik usaha di Malaysia
“Sudah lebih 2 tahun pakai Niagawan. Alhamdulillah mudah & user friendly. Dari tahun ke tahun sistem dan tampilannya makin bagus. Customer service-nya juga cepat merespons & mudah diajak berurusan.”
“Saya sudah pakai Niagawan sejak 2021 dan secara keseluruhan pengalamannya bagus sekali. Sistemnya gampang dipakai, bahkan buat pemula, dan fiturnya lengkap untuk menjalankan bisnis online dengan lancar. Yang paling saya suka, sistemnya ramah pengguna dan platformnya stabil dari tahun ke tahun.”
“Alhamdulillah, sudah masuk tahun ke-6, memakai Aplikasi Niagawan sangat memudahkan semua urusan bisnis serta akuntansi.”
Pertanyaan yang sering ditanya
Tiap tahun harus bayar lagi ya?
Toko saya ngga ada internet (di desa), bisa dipakai ngga?
Saya udah punya laci uang dan printer sendiri — dan paket hardware itu bisa dicicil ngga?
Bisa upload atau attach invoice supplier langsung di sistem ngga?
Saya punya lebih dari satu toko, bisa lihat laporan per outlet terpisah?
Cari software akuntansi atau kasir buat usahamu?
Chat tim kami di WhatsApp — kami tunjukin gimana Niagawan cocok buat usahamu.
Satu harga jelas setahun · Tanpa biaya tersembunyi