Bikin penawaran di lokasi, waktu kamu masih berdiri di depan klien
Bukan jam sebelas malam, di rumah, capek, di Excel. Bikin penawarannya lewat HP, di tempat pekerjaannya.
Excel itu lambat, dan dia nungguin di rumah
Kamu datang lihat pekerjaannya. Kamu hitung biayanya. Kamu susun penawaran. Kalau menang, kamu bikin tagihan, ambil uang muka, dan pekerjaannya jalan.
Kamu ngga bisa bikin penawaran dari tempatmu berdiri.Ngga ada yang bawa laptop keliling lokasi proyek.
Jadi penawarannya nunggu sampai malam.Kamu duduk ngerjain administrasi, bukan istirahat.
Waktu itu orang lain sudah ngasih penawaran.Kamu lawan keputusan yang sudah terlanjur diambil.
Nota-notanya hilang.Ngga ada yang nyimpen nota di lokasi. Berakhir di saku, di mobil, atau ikut kecuci.
Uang keluar tiap hari — arus kasmu masih kuat ngga?
Bahan dan upah keluar tiap hari sementara uang masuk per termin. Kebanyakan kontraktor baru tahu uangnya seret waktu memang sudah seret.
Dan catatan yang bisa ngasih tahu itu justru catatan yang ngga pernah selesai — karena ngga pernah dikerjain di hari kejadiannya.
Kerjain urusan kantor dari HP, di lokasi
Satu siklus penuh — penawaran, tagihan, uang muka, pengeluaran — kejadian di tempat pekerjaannya.
Bikin penawaran dari tempatmu berdiri
Lagi nunggu klien? Bikin penawarannya di HP saat itu juga.
Ubah jadi tagihan
Satu langkah begitu pekerjaannya menang, lalu catat uang mukanya.
Catat pembelian pas beli
Belanja ke toko bangunan, dan upah harian.
Foto notanya jadi pengeluaran
Tersimpan jadi soft copy. Ngga bisa hilang, dan kamu ngga perlu arsip apa-apa.
Laporannya memang sudah jadi — laba-rugi, arus kas, dan yang kamu butuhin buat pajak — karena semuanya dicatat pas kejadian, bukan enam bulan kemudian di meja akuntan.
Di dalam sistem — layar asli
Bukan janji — ini layar asli yang kamu pakai tiap hari.
Bikin penawaran langsung di lokasi, sebelum yang lain sempat kasih quote
Klien lagi di depan kamu? Langsung bikin penawaran dari HP saat itu juga — bukan nunggu pulang rumah jam 11 malam.
- Penawaran nyimpan ukuran, biaya bahan dan upah — bukan cuma di kepala kamu
- Klien yang dapat penawaran duluan, biasanya dia yang dapat kerjaan
- Pakai dari HP di lokasi — ngga perlu bawa laptop keliling proyek
Penawaran menang, satu tap jadi invoice — DP dicatat terpisah
Kerjaan dapat, invoice langsung keluar dari penawaran yang sama. DP yang masuk dicatat terpisah dari sisa tagihan, bukan cuma diingat-ingat.
- Satu tindakan aja ubah penawaran jadi invoice begitu klien confirm
- DP dicatat terpisah — sisa tagihan kelihatan jelas sampai kerjaan lunas
- Proyek pemerintah atau pengiriman bertahap? Invoice ikut yang dikirim, bukan sekaligus
Bahan, subkontraktor, upah harian — semua masuk pembukuan, bukan di kantong
Belanja dari toko bangunan dan tagihan subkontraktor dicatat sebagai invoice belanja — foto struk langsung, ngga bisa hilang lagi.
- Tagihan subkontraktor dicatat sebagai invoice belanja, dengan subkon sebagai supplier
- Upah harian dan sewa alat berat dicatat sebagai pengeluaran, hari itu juga
- Struk disimpan sebagai soft copy — ngga nyangkut di kantong, mobil bak, atau mesin cuci lagi
Sistem siap buat e-Faktur — termasuk subkontraktor perorangan
e-Faktur sudah terpasang, gratis. Subkontraktor perorangan tanpa perusahaan pun punya jalur Self-Billed sendiri.
- e-Faktur sudah terpasang — bukan add-on berbayar terpisah
- Subkontraktor perorangan (belum punya badan usaha)? Catat pakai Self-Billed e-Faktur
- Invoice besar atau klien mau e-Faktur sendiri — pelanggan scan QR, datanya langsung masuk Coretax DJP
Laba rugi seluruh perusahaan, siap kapan aja — bukan nunggu akuntan
Setiap penawaran, invoice dan belanja yang dicatat langsung bentuk laporan laba rugi kamu — bukan enam bulan kemudian.
- Laporan laba rugi ikut bulan, tahun atau tanggal yang kamu pilih — buat seluruh perusahaan
- Mau pisahkan biaya per proyek? Kasih label pengeluaran dan invoice belanja dengan nama proyek itu
- Ngga perlu nunggu akuntan buat tahu bulan ini untung atau rugi
Ngga ada perangkat. HP kamu sudah cukup.
Ngga ada mesin kasir, ngga ada meja, ngga ada kantor. Sistemnya jalan di tempat kamu kerja.
Plus 4.0 — pembukuan cloud lengkap
Bikin penawaran, tagihan dan catat pengeluaran dari lokasi.
Software — langganan tahunan
Ngga perlu mesin kasir, laci uang atau scanner. Laptop atau HP kamu sudah cukup.
Setelah tahun pertama, kamu cuma perpanjang software Rp2,4 juta /tahun
Harga belum termasuk pajak.
Garansi 14 hari uang kembali — uang kembali penuh, tanpa pertanyaan ribet. (Langganan software saja; hardware tidak termasuk.)
Apa kata pemilik usaha di Malaysia
“Sistem yang banyak membantu saya melacak catatan dan menagih pelanggan-pelanggan saya di mana pun saya berada. Sistemnya mudah dan sangat membantu. Kalau tidak paham, langsung ke widget dan minta bantuan tim Niagawan. Direkomendasikan buat yang mau mudah dan ringkas.”
“Gampang dinavigasi dan tampilan mobile-nya bagus. Yang paling saya suka adalah layanan pelanggan lewat WhatsApp. Buat orang seperti saya yang tidak paham akuntansi dan pembukuan, ini sangat-sangat membantu.”
“Alhamdulillah, sekarang sudah tahun keenam saya memakai aplikasi Niagawan Plus. Aplikasi Niagawan ini bagus sekali dan memudahkan saya memberikan quotation dan invoice ke pelanggan.”
Pertanyaan yang sering ditanya
Bisa lihat laba rugi per proyek ngga — misalnya kerjaan besar mau dipisah dari kerjaan lain?
Subkontraktor saya perorangan, ngga punya perusahaan terdaftar — dan kenapa pelanggan harus scan QR buat kasih NIK/NPWP untuk e-Faktur?
Saya punya admin yang key in data buat saya — bisa dibatasi ngga biar dia ngga bisa delete catatan atau curi uang?
Kalau sistemnya ada masalah, bisa telepon langsung ngga?
Kalau ternyata ngga cocok setelah dicoba, bisa refund?
Cari software akuntansi atau kasir buat usahamu?
Chat tim kami di WhatsApp — kami tunjukin gimana Niagawan cocok buat usahamu.
Satu harga jelas setahun · Tanpa biaya tersembunyi