Usaha katering kamu, dari penawaran di WhatsApp sampai berapa acara itu beneran dapat
Kamu pasang harga menu, DP masuk, mobil berangkat subuh — dan tiap pembayaran dan tiap belanja pasar masuk pembukuan kamu, cocok dengan bank. Pembukuan yang dibikin buat usaha yang masak di satu tempat dan menyajikan di mana-mana.
Musim ramai itu justru tempat uang bocor
Pelanggan chat soal nikahan. Kamu hitung harga dan kirim. Screenshot DP masuk. Habis itu minggu yang sebenarnya mulai: belanja pasar, tenaga harian, mobil dimuat sebelum subuh — semua bayar tunai, semua dari kantong sendiri, sementara pelunasan nunggu entah di mana di chat.
Pelunasan lolos setelah acara.Makanan sudah tersaji, semua capek, tagihannya cuma pesan chat. Ada pelunasan yang dikejar berminggu-minggu. Ada yang pelan-pelan terlupakan.
Kamu kasih harga acara berikutnya pakai perasaan.Ngga ada yang hitung acara kemarin sebenarnya habis berapa — bahan, tenaga, transport. Jadi harganya nebak, dan ada pesanan yang kamu masak rugi.
DP terasa seperti untung sebelum masakannya dibayar.Uangnya datang berminggu-minggu lebih awal dan ngendap di satu rekening. Kepakai — padahal acaranya masih harus dimasak dari uang itu juga.
Nota belanja hidup di mobil.Nota pasar, bensin, sewa tenda — bayar tunai, diselipkan di kantong. Akhir tahun kamu susun ulang semuanya dari rekening koran dan ingatan.
Kalender kamu penuh. Angka untung kamu ngga ada.
Tiap acara itu usaha kecil sendiri — harga disepakati, uang masuk dua kali, seminggu belanja buat acara itu. Disimpan di chat dan kantong, semuanya melebur jadi satu saldo bank. Disimpan sebagai pembukuan, kamu bisa baca: apa yang masuk bulan ini, apa yang keluar, dan berapa yang beneran punya kamu setelah tiap acara dibayar lunas.
Dan uang yang orang masih utang ke kamu juga ngga kelihatan. Tiga pelunasan yang belum masuk itu angka yang besar — sering lebih besar dari untung acaranya sendiri. Kamu ngga bisa nagih apa yang ngga pernah kamu catat.
Tiap acara jadi catatan, dari penawaran sampai pembayaran terakhir
Kamu kasih penawaran dari sistem, DP dan pelunasan dicatat di acara itu, dan pengeluarannya ada di sebelahnya. Ngga ada yang cuma hidup di chat atau kantong.
Kasih penawaran dari HP
Menu, jumlah tamu, harga, syarat DP — satu penawaran, kirim lewat WhatsApp.
Jadikan invoice waktu confirm
DP dicatat di situ. Sisanya ya pelunasan, lengkap dengan tanggalnya.
Catat pengeluaran waktu terjadi
Belanja pasar, sewaan, tenaga harian — diketik dari HP, di hari kamu bayar.
Pelunasan masuk — sudah ada di pembukuan kamu
Cocok dengan rekening koran. Bulan ini dapat berapa, setelah semua acara dibayar lunas, di satu layar.
Di tempat lain kamu dapat aplikasi invoice tanpa pembukuan di belakangnya, atau sistem akuntansi yang dibikin buat meja kantor. Niagawan itu pembukuan lengkapnya, dibikin supaya pengusaha katering bisa jalankan dari HP di sela-sela acara.
Di dalam sistem — layar asli
Bukan janji — ini layar asli yang kamu pakai tiap hari.
Penawaran di WhatsApp, tapi tersimpan di sistem — bukan hilang di chat
Pelanggan chat soal acara, kamu hitung harga dan kirim langsung. Penawarannya tersimpan di sistem — ngga perlu scroll ulang chat buat cari.
- Penawaran simpan menu, jumlah tamu, harga dan syarat DP — bukan cuma di kepala kamu
- 73,8% akun aktif di bidang ini sudah pakai penawaran; separuh (50%) jadiin itu kebiasaan bulanan
- Katering yang sibuk lebih sering bikin penawaran — median 5 sebulan, sampai 13 sebulan buat 25% paling aktif
- Penawaran deal, satu tap jadi invoice — DP dicatat terpisah dari sisa tagihan sejak awal
Piutang lepas acara kelihatan dalam satu daftar — bukan tanya dua kali di chat
Acara selesai, siapa udah bayar dan siapa belum kelihatan sendiri, diurutkan dari yang paling lama nunggak. Pelanggan tetap, kirim invoice rutin tiap bulan dari sistem yang sama.
- Daftar piutang nunggak semua pelanggan, diurutkan current / 1-30 / 31-60 / 61 hari ke atas
- Invoice penjualan itu fitur paling umum dipakai di sistem — 99,4% akun aktif di bidang ini sudah pakai
- Kantor, kantin pabrik, sekolah order tiap bulan — kirim invoice rutin dari sistem yang sama
- DP dicatat terpisah dari piutang sejak awal, jadi sisa yang belum lunas kelihatan jelas sampai acara selesai
Belanja pasar, pekerja harian, sewa tenda — semua masuk pembukuan, bukan di kantong
Bahan baku, gas, pekerja harian dibayar tunai hari itu — catat langsung dari HP, hari kamu bayar, bukan coba inget-inget lagi abis acara.
- 68,1% akun aktif udah catat invoice pembelian, tapi pekerja harian sebagai pengeluaran baru 28,8%
- Belanja bahan baku dari pasar dicatat sebagai invoice pembelian, pedagang pasar tercatat sebagai supplier
- Pekerja harian, sewa tenda dan van dicatat sebagai pengeluaran hari itu — bukan hilang di kantong
- Packaging juga punya tempat sendiri sebagai biaya — bukan biaya yang sering kelupaan dihitung
Untung beneran, bukan saldo bank — bukan tebak-tebak pas kasih penawaran acara depan
Kalender penuh belum tentu untung. Setelah bahan, pekerja dan sewa, laba rugi yang sebenarnya siap kapan aja — ngga perlu nunggu akuntan.
- Tiap penawaran, invoice dan pembelian langsung bentuk laporan laba rugi — bukan enam bulan kemudian
- 53,1% akun aktif pernah bikin laporan laba rugi; mayoritas (51,9%) lihat per bulan atau tahun
- Laporan bisa per bulan, tahun atau rentang tanggal yang kamu pilih sendiri
- Ngga perlu nunggu akuntan atau hitung manual di Excel buat tahu bulan ini untung apa rugi
Sistem udah siap e-Faktur — begitu kamu memerlukannya
e-Faktur (DJP) sudah terpasang di sistem, gratis. PPN juga ada kolom sendiri kalau diperlukan — bukan add-on terpisah.
- e-Faktur sudah terpasang di sistem — bukan add-on berbayar terpisah
- Wajib kalau omzet tahunan lewat batas DJP, opsional (bisa di-toggle off) di bawah batas itu
- Baru 13,1% usaha katering udah pakai e-Faktur — siap sebelum klien kayak sekolah minta dokumen kepatuhan
- PPN punya kolom sendiri di invoice kalau diperlukan — bukan hitung manual terpisah
Semua yang katering perlu — ngga ada yang perlu dibeli
Ngga ada perangkat di paket ini. Kamu ngga punya kasir tetap, dan memang ngga perlu — HP kamu itu kantornya. Kamu bayar software, setahun sekali, dan mulai hari itu juga.
Plus 4.0 — pembukuan cloud lengkap
Penawaran, invoice, kuitansi, pengeluaran dan rekonsiliasi bank, dari HP kamu.
Software — langganan tahunan
Ngga perlu mesin kasir, laci uang atau scanner. Laptop atau HP kamu sudah cukup.
Setelah tahun pertama, kamu cuma perpanjang software Rp2,4 juta /tahun
Harga belum termasuk pajak.
Garansi 14 hari uang kembali — uang kembali penuh, tanpa pertanyaan ribet. (Langganan software saja; hardware tidak termasuk.)
Apa kata pemilik usaha di Malaysia
“Alhamdulillah, sekarang sudah tahun keenam saya memakai aplikasi Niagawan Plus. Aplikasi Niagawan ini bagus sekali dan memudahkan saya memberikan quotation dan invoice ke pelanggan.”
“Sudah pakai produk mereka sejak 2021, memang terbaik dan sangat membantu para pedagang yang tidak punya latar belakang keuangan.”
“Sistem yang banyak membantu saya melacak catatan dan menagih pelanggan-pelanggan saya di mana pun saya berada. Sistemnya mudah dan sangat membantu. Kalau tidak paham, langsung ke widget dan minta bantuan tim Niagawan. Direkomendasikan buat yang mau mudah dan ringkas.”
Pertanyaan yang sering ditanya
Bayar tahunan sekaligus berasa mahal — ada paket bulanan atau trial?
Saya masih pakai Excel buat hitung biaya tiap acara — sistem ini bisa selesaikan itu?
e-Faktur ini wajib buat saya sekarang?
Saya udah pakai app invoice lain, bayar bulanan — kenapa saya perlu ganti?
Saya kerja full dari HP aja, ngga terlalu paham app baru — kalau saya stuck gimana?
Cari software akuntansi atau kasir buat usahamu?
Chat tim kami di WhatsApp — kami tunjukin gimana Niagawan cocok buat usahamu.
Satu harga jelas setahun · Tanpa biaya tersembunyi