Toko bahan kue kamu, dari antrean kasir Sabtu pagi sampai angka untung beneran dua-duanya
Pembuat kue rumahan bayar di kasir, langganan grosir ambil pakai invoice, dan dua-duanya keluar dari stok yang sama — dicatat sekali, cocok dengan bank, dan siapa utang berapa selalu kelihatan. Kasir dan pembukuan jadi satu sistem, bukan dua.
Sabtu jalan pakai keranjang, kardus dan buku bon
Pembuat kue rumahan datang pagi-pagi bawa keranjang — mentega, cokelat, dus kue, spuit. Di sela-selanya, langganan WhatsApp pesan berkardus-kardus dengan harga grosir. Jam 12 toko kamu sudah jalan dua usaha sekaligus, dan catatannya cuma mesin kasir dan sebuah buku.
Keranjang sampai di kasir
Dua puluh barang kecil tiap orang — terigu, choco chip, pewarna, dus. Harga dari stiker dan ingatan.
Pesanan grosir masuk lewat WhatsApp
Lima kardus terigu, dua kardus mentega, dengan harga yang satunya. Diambil dari rak yang sama.
Langganan ambil dengan bon
Bayar akhir bulan, masuk buku — itu pun kalau ada yang ingat nulis.
Satu sak terigu, dua harga, satu rak — dan ngga ada hitungan stok. Kamu baru tahu mentega habis waktu pelanggan berdiri di depan chiller kosong, dua minggu sebelum Lebaran.
Dua toko di satu rak, dan dua-duanya ngga dihitung
Dua harga hidup di kepala kasir.Pembeli eceran keliru dapat harga grosir, atau langganan kena harga mahal terus diam-diam pindah toko. Dua-duanya bikin kamu rugi.
Penjualan bon hidup di buku.Siapa utang berapa, sejak kapan, buat kardus yang mana — akhir bulan kamu nagih dari ingatan, dan ada yang ngga pernah ditagih.
Stok dihitung sambil menyusuri rak.Barang laris habis pas musim kue Lebaran. Barang lambat nongkrong sampai kedaluwarsa. Kamu pesan pakai perasaan, di depan rak, sudah telat.
Kamu ngga bisa bilang sisi mana yang untung.Eceran ramai, grosir keluar banyak tapi harganya miring. Mana yang menopang toko? Ngga ada yang pegang angkanya.
Kasir ramai, WhatsApp penuh. Tapi angka untung, ngga ada.
Penjualan kelihatan sehat karena kasir bunyi seharian dan kardus terus keluar. Tapi margin grosir lebih tipis, harga dari distributor sudah naik dua kali tahun ini, dan buku bon makin tebal. Bulan ini beneran untung atau ngga, kamu baru tahu di akhir tahun — sudah telat buat ubah harga.
Dan buku bon itu uang. Tiap halaman 'bayar akhir bulan' adalah uang kamu yang nongkrong di dapur orang lain. Totalnya berapa, siapa yang sudah lewat jatuh tempo, dan berapa yang bisa kamu belanjakan buat musim depan setelah mereka bayar — ngga ada yang di toko bisa jawab hari ini.
Kasir, kardus dan bon — satu stok, satu pembukuan
Scan di kasir, invoice grosir dan pembayaran bon semua masuk sistem yang sama. Satu hitungan stok, satu catatan pelanggan, ngga ada yang ditulis dua kali.
Penjualan kasir tinggal scan
Tiap kemasan ada barcode dan harganya. Antrean jalan. Tunai, e-wallet atau kartu, tercatat.
Pesanan grosir jadi invoice
Dengan harga grosir dan tempo pembayaran. Dikirim lewat WhatsApp sebelum kardus keluar toko.
Dua-duanya motong stok yang sama
Tiap scan dan tiap invoice mengurangi rak yang sama. Kamu lihat apa yang mau habis sebelum musim, bukan pas musim.
Sudah masuk pembukuan kamu
Eceran dan grosir berdampingan, lengkap dengan siapa utang berapa. Ngga ada yang perlu diketik akhir bulan.
Di tempat lain kamu beli dua-duanya terpisah — kasir dari satu perusahaan, pembukuan dari yang lain, dan hitungan stok yang ngga ada di keduanya. Atau kamu pakai aplikasi kasir gratis, yang oke buat eceran, tapi ngga bisa bikin invoice grosir dan sama sekali ngga bisa kasih lihat untung.
Kasih bon tanpa kehilangan hitungan siapa utang apa
Tiap invoice grosir punya temponya. Waktu transfer masuk, rekonsiliasi bank mencocokkannya dengan invoice — yang lunas ditutup, yang kurang ditandai, dan sisanya tetap nempel di catatan pelanggan sampai dibayar.
Bentuknya di akhir bulan
Satu layar kasih lihat tiap pelanggan yang masih utang, berapa, dan sudah berapa lama — kamu nagih dari daftar, bukan dari buku dan ingatan.
Dan waktu pembayaran masuk kurang, atau dua invoice dibayar dalam satu transfer, rekonsiliasinya nangkap selagi masih layak ditelepon.
Semua yang toko bahan kue perlu, dalam satu paket
Kamu ngga perlu pusing pilih apa. Ini satu set lengkap — software, mesin kasir, scanner barcode dan laci uang.
Kasir + Akuntansi + set kasir
Semua di bawah, siap buat antrean Sabtu pagi kamu.


iMin Falcon 1 · Scanner barcode · Laci uang (4 slot)
Software — langganan tahunan
Perangkat di meja kasir
Setelah tahun pertama, kamu cuma perpanjang software Rp3,6 juta /tahun
Harga belum termasuk pajak. Perangkatnya milik kamu — beli sekali, bukan sewa. Kasir Niagawan juga jalan di perangkat Android yang kamu punya.
Apa kata pemilik usaha di Malaysia
“Sudah pakai produk mereka sejak 2021, memang terbaik dan sangat membantu para pedagang yang tidak punya latar belakang keuangan.”
“Alhamdulillah, sekarang sudah tahun keenam saya memakai aplikasi Niagawan Plus. Aplikasi Niagawan ini bagus sekali dan memudahkan saya memberikan quotation dan invoice ke pelanggan.”
“Gampang dinavigasi dan tampilan mobile-nya bagus. Yang paling saya suka adalah layanan pelanggan lewat WhatsApp. Buat orang seperti saya yang tidak paham akuntansi dan pembukuan, ini sangat-sangat membantu.”
Garansi 14 hari uang kembali — uang kembali penuh, tanpa pertanyaan ribet. (Langganan software saja; hardware tidak termasuk.)
Cari software akuntansi atau kasir buat usahamu?
Chat tim kami di WhatsApp — kami tunjukin gimana Niagawan cocok buat usahamu.
Satu harga jelas setahun · Tanpa biaya tersembunyi