Kamu buka toko, ada yang beli, terus dia minta "notanya, Bang". Kamu kasih selembar kertas dari buku nota di laci — dan sebenarnya kamu nggak yakin isinya sudah benar atau belum. Atau sebaliknya: kamu lagi cari nota kosong buat dicetak, ketemunya malah gambar Pinterest yang nggak bisa diisi.
Nota adalah bukti tertulis dari sebuah transaksi jual-beli, dibuat penjual dan dikasih ke pembeli, berisi rincian barang, jumlah, harga, dan totalnya. Cuma, "nota" itu bukan satu dokumen — dia satu keluarga. Ada nota kontan, nota kredit, nota debit, nota pembelian, nota penjualan. Halaman ini bantu kamu nentuin nota mana yang kamu butuh, kasih contoh yang siap ditiru, dan kasih 9 form nota kosong gratis — Word, Excel, dan PDF — yang tinggal kamu download, isi, dan cetak.
01. Nota adalah apa? (jawaban singkat dulu)
Nota adalah bukti transaksi jual-beli yang dibuat oleh penjual dan diserahkan ke pembeli. Isinya rincian apa yang dibeli: banyaknya, nama barang, harga satuan, jumlah per baris, dan total yang dibayar. Biasanya dibuat dua rangkap — satu buat pembeli, satu buat arsip toko.
Bedanya sama dokumen lain sering bikin bingung, jadi kita luruskan dulu dalam satu tarikan napas:
Kwitansi menjawab “uangnya sudah diterima belum?”
Invoice atau faktur menjawab “berapa yang harus dibayar, dan kapan?”
Surat jalan menjawab “barangnya sudah sampai belum?”
Satu transaksi bisa butuh lebih dari satu. Kamu jual 20 karung semen ke tukang bangunan: kamu kasih nota berisi rinciannya, kamu kasih kwitansi waktu uangnya dibayar, dan kalau semennya diantar, sopirmu bawa surat jalan. Tiga kertas, tiga fungsi.
Ada juga yang nanya bedanya nota sama struk. Gampang: struk keluar otomatis dari mesin kasir dan nggak ada tanda tangannya. Nota ditulis atau dicetak manual, dan biasanya ada tanda tangan atau stempel toko. Fungsinya mirip, bentuk dan cara bikinnya beda.
02. Nota mana yang kamu butuh? (tabel pemilih)
Ini bagian yang paling sering bikin orang salah pilih. Cari baris yang paling mirip situasimu, terus ikutin kolom kanannya.
| Situasi kamu sekarang | Yang kamu butuh | Ke mana |
|---|---|---|
| Ada yang beli di toko, bayar tunai langsung | Nota kontan | Lihat bagian 03 |
| Kamu jual barang, bayarnya nanti / ditagih dulu | Nota penjualan | Contoh nota penjualan |
| Kamu yang belanja stok ke supplier | Nota pembelian | Nota pembelian |
| Nota sudah dikasih, ternyata ada barang diretur atau harga kelebihan | Nota kredit | Lihat bagian 04 |
| Nota sudah dikasih, ternyata ada yang kurang ditagih | Nota debit | Lihat bagian 04 |
| Usahamu jual jasa, bukan barang (laundry, bengkel, servis) | Nota jasa / servis | Lihat bagian 08 |
| Kamu cuma perlu bukti uang sudah diterima | Kwitansi | Kwitansi |
| Kamu nagih ke perusahaan atau instansi, ada tempo bayar | Invoice / faktur | Invoice |
| Barang dikirim pakai kurir atau sopir | Surat jalan | Surat jalan |
| Kamu cuma perlu bukti barang atau berkas sudah diterima | Tanda terima | Tanda terima |
rincian + total → Uang diterima → Barang dibawa pulang
Kalau ada langkah “dibayar nanti” di tengah alur ini, yang kamu butuh bukan nota kontan — lompat ke nota penjualan atau invoice.
03. Nota kontan — yang paling sering dipakai toko dan warung
Nota kontan adalah nota untuk transaksi yang dibayar lunas saat itu juga. Barang diserahkan, uang diterima, selesai — nggak ada sisa tagihan. Ini jenis nota yang paling banyak dipakai toko kelontong, warung, toko bangunan, dan toko baju.
Kata “kontan” itu kunci: kalau pembayarannya masih ngutang sebagian, nota kontan bukan dokumen yang tepat. Banyak toko tetap pakai buku nota yang sama, cuma dikasih tulisan tangan “belum lunas” atau “DP Rp…” di bawahnya. Itu boleh, asal ditulis jelas — jangan dibiarkan kosong dan diingat-ingat di kepala.
Anatomi nota kontan: kolom mana buat apa
| Bagian | Diisi apa | Kenapa penting |
|---|---|---|
| Kepala nota | Nama toko, alamat, nomor HP | Kalau pembeli mau komplain atau balik lagi, dia tahu ke mana |
| Nomor nota | Nomor urut yang jalan terus | Ini yang bikin kamu bisa nyari transaksi lama dalam hitungan detik |
| Tanggal | Tanggal transaksi, bukan tanggal nulis | Penting kalau ada garansi atau batas retur |
| Nama pembeli | Nama atau nama tokonya | Boleh kosong buat pembeli lewat, wajib buat pelanggan langganan |
| Banyaknya | Jumlah plus satuannya (pcs, kg, sak) | Angka tanpa satuan itu sumber ribut nomor satu |
| Nama barang | Nama yang spesifik, bukan “barang” | “Cat tembok putih 5 kg” jelas; “cat” nggak |
| Harga satuan | Harga per satu unit | Biar pembeli bisa ngecek sendiri hitungannya |
| Jumlah | Banyaknya × harga satuan | Hitung ulang sebelum dikasih — salah kali di sini paling sering |
| Total | Semua baris dijumlah | Tulis juga uang yang dibayar dan kembaliannya |
| Tanda tangan / stempel | Tanda tangan penjual, stempel toko | Ini yang bikin lembarnya terasa resmi, bukan corat-coret |
Contoh nota kontan yang sudah diisi
| Banyaknya | Nama barang | Harga satuan | Jumlah |
|---|---|---|---|
| 20 sak | Semen abu-abu 40 kg | 62.000 | 1.240.000 |
| 3 kaleng | Cat tembok putih 5 kg | 185.000 | 555.000 |
| 2 pcs | Kuas roll 9 inci | 32.500 | 65.000 |
| TOTAL | 1.860.000 | ||
| Dibayar | 2.000.000 | ||
| Kembali | 140.000 | ||
Sudah ada kolom banyaknya, harga satuan, jumlah, total, dibayar, dan kembali. Versi Excel-nya sekalian berisi lembar Buku Nota buat nyatat semua nota kamu dalam satu tabel.
04. Nota kredit dan nota debit — dua yang paling bikin bingung
Dua ini beda dari yang lain: mereka bukan nota buat transaksi baru, tapi nota buat MENGOREKSI transaksi yang notanya sudah terlanjur dikasih. Makanya bingung — orang nyari “nota kredit” padahal yang dia maksud nota jualan biasa.
Cara paling gampang ngingetnya: tanya “tagihannya jadi lebih kecil atau lebih besar?”
| Nota kredit | Nota debit | |
|---|---|---|
| Arah koreksi | Tagihan jadi lebih kecil | Tagihan jadi lebih besar |
| Siapa yang bikin | Penjual, buat pembeli | Bisa penjual (nagih kurangnya), bisa pembeli (nuntut potongan) |
| Kapan dipakai | Barang diretur, ada yang rusak, harga di nota kemahalan, ada diskon yang belum masuk | Ada barang yang lupa ditagih, harga di nota kekecilan, ada ongkos kirim yang belum dihitung |
| Contoh kalimat | “2 kursi dikembalikan karena patah, tagihan berkurang Rp90.000” | “Ongkos kirim Rp75.000 belum masuk nota kemarin” |
| Yang wajib ada | Nomor nota yang dikoreksi, alasannya, dan nilai koreksinya | |
Nota kredit atau debit tanpa nomor nota asli yang dikoreksi itu selembar kertas yang nggak nyambung ke mana-mana. Tiga bulan lagi kamu buka arsip dan nggak ada yang ingat koreksi ini buat transaksi yang mana. Tulis nomor notanya, selalu.
Contoh nota kredit yang sudah diisi
| Uraian penyesuaian | Qty | Harga satuan | Jumlah |
|---|---|---|---|
| Retur kursi plastik merah | 2 | 45.000 | 90.000 |
| Nilai nota asli | 450.000 | ||
| Nilai koreksi | − 90.000 | ||
| Setelah koreksi | 360.000 | ||
Satu form buat dua-duanya — tinggal centang jenisnya. Sudah ada kolom nomor nota yang dikoreksi, alasan, dan nilai sebelum-sesudah.
05. Nota kosong: download, cetak, isi (9 form gratis)
Nota kosong adalah blangko nota yang belum diisi — kolomnya sudah ada, tinggal kamu isi sendiri. Ini yang paling banyak dicari orang, dan yang paling susah didapat dalam bentuk yang beneran bisa dipakai. Kebanyakan hasil pencarian cuma gambar yang nggak bisa diketik.
Di bawah ini 9 file: tiga jenis nota, masing-masing dalam Word, Excel, dan PDF. Semuanya gratis, nggak perlu daftar, tinggal klik.
| Jenis | Cocok buat | Word | Excel | |
|---|---|---|---|---|
| Nota kontan | Toko, warung, jual barang tunai | .docx | .xlsx | |
| Nota jasa / servis | Laundry, bengkel, servis HP, travel | .docx | .xlsx | |
| Nota kredit / debit | Koreksi setelah nota terlanjur dikasih | .docx | .xlsx |
Mau pilih format yang mana?
| Format | Ambil ini kalau… | Kelemahannya |
|---|---|---|
| Kamu cuma mau cetak banyak lembar kosong terus diisi pakai pulpen | Nggak bisa diketik atau diubah | |
| Word (.docx) | Kamu mau ganti nama toko dan logo dulu, terus cetak | Nggak ngitung total otomatis |
| Excel (.xlsx) | Kamu mau totalnya kehitung sendiri, plus nyatat semua nota dalam satu tabel | Perlu sedikit terbiasa sama Excel |
| Beli buku nota cetak | Kamu jualan di tempat dan butuh rangkap karbon | Nomornya sudah dicetak, nggak bisa diatur sendiri |
Tiap file Excel punya dua lembar. Lembar pertama notanya. Lembar kedua namanya Buku Nota — tabel 40 baris dengan nomor yang sudah jalan, buat nyatat tiap nota yang kamu keluarkan. Jadi kamu punya salinan nota dan catatan semuanya di satu file. Ini yang biasanya hilang kalau cuma cetak lembaran kosong.
Cara cetaknya biar nggak berantakan
- Buka file PDF-nya, pilih Print, ukuran kertas A4.
- Matikan “fit to page” atau “scale to fit” — pilih 100% / Actual size, biar kolomnya nggak mengkerut.
- Kalau mau dua nota per lembar biar hemat, pilih 2 pages per sheet, terus potong di tengah.
- Cetak 20–30 lembar sekaligus, taruh di map. Kalau habis, cetak lagi — nomornya kamu tulis sendiri sesuai urutan di Buku Nota.
06. Boleh nggak sih kasih nota kosong? Jawaban jujurnya
Ini pertanyaan yang paling sering muncul di pencarian soal nota kosong, dan hampir nggak ada yang jawab. Situasinya begini: ada pembeli — biasanya orang kantoran — yang minta nota kosong yang sudah distempel toko kamu. Katanya biar dia isi sendiri.
Jawaban singkatnya: jangan. Dan alasannya bukan soal dia, tapi soal kamu.
Waktu kamu kasih lembar kosong bercap toko kamu, kamu sebenarnya nyerahin nama tokomu ke angka yang belum ditulis. Yang nerima bisa nulis nominal berapa pun di situ. Kalau nanti angkanya dipakai buat klaim ke kantornya dan ada yang ngecek, yang ditanya pertama kali adalah toko yang stempelnya nempel di kertas itu — kamu. Sementara di pembukuanmu, transaksi sebesar itu nggak pernah ada.
Masalah keduanya lebih sepele tapi lebih sering kejadian: nomor notanya jadi kacau. Lembar yang kamu kasih itu ada nomornya, dan nomor itu jadi lompat di catatanmu. Waktu tutup bulan, angkanya nggak ketemu dan kamu nggak tahu kenapa.
Lakukan ini: tanya belanjaannya apa saja, tulis notanya lengkap di depan dia, baru stempel. Butuh 30 detik.
Kalau dia beneran mau belanja tapi belum tahu rinciannya: tulis nota waktu barangnya sudah pasti — boleh nyusul, boleh dikirim fotonya lewat WhatsApp.
Kalau dia butuh nota atas nama kantornya: itu wajar dan boleh — tulis nama kantornya di kolom pembeli. Yang nggak boleh itu kolom angkanya yang dikosongin.
Kalau kamu yang jadi pembelinya dan disuruh “minta nota kosong aja” sama kantormu — minta nota yang beneran diisi sesuai belanjaan. Toko yang bener bakal ngasih. Toko yang nolak ngasih nota kosong itu bukan toko yang ribet; itu toko yang ngerti risikonya.
07. Ukuran nota dan buku nota: 1 ply, 2 ply, kecil, besar
Kalau kamu mau beli buku nota cetak — bukan cetak sendiri — ada dua hal yang nentuin: rangkapnya berapa dan ukurannya berapa. Ini sering bikin bingung waktu di percetakan.
Ply itu apa
| Rangkap | Artinya | Cocok kalau |
|---|---|---|
| 1 ply | Satu lembar, nggak ada salinan | Kamu nyatat sendiri di buku atau HP, jadi nggak perlu tembusan |
| 2 ply | Dua lembar berkarbon — asli buat pembeli, salinan buat kamu | Paling umum. Ambil ini kalau ragu |
| 3 ply | Tiga lembar — pembeli, kasir, gudang | Usahamu sudah ada orang gudang terpisah dari kasir |
Ukuran yang biasa dijual
| Sebutan | Kira-kira | Dipakai buat |
|---|---|---|
| Nota kecil | Sekitar 1/8 folio | Warung, jajanan, transaksi 1–3 barang |
| Nota sedang | Sekitar 1/6 folio | Toko kelontong, toko baju — ukuran paling laku |
| Nota besar | Sekitar 1/4 folio atau A5 | Toko bangunan, grosir, banyak baris barang |
| Nota A4 | A4 penuh | Kalau notanya dicetak dari komputer, bukan ditulis tangan |
Ukuran di atas itu sebutan umum di percetakan dan bisa beda sedikit antar tempat — kalau kamu pesan dalam jumlah banyak, minta contoh fisiknya dulu sebelum cetak.
Buku nota kertas, atau buku nota digital?
Buku nota yang dijual di toko alat tulis isinya lembar nota kosong bernomor. Praktis, murah, dan nomornya sudah dicetak — tapi begitu bukunya habis atau kececer, catatanmu ikut hilang.
Yang sering nggak kepikiran: lembar nota itu satu hal, catatan semua nota itu hal lain. Lembar nota kamu kasih ke pembeli. Catatannya harus tetap ada di kamu. Itu sebabnya tiap file Excel di bagian 05 punya lembar Buku Nota — supaya dua-duanya nggak kepisah.
08. Contoh nota untuk usaha jasa (laundry, bengkel, servis HP, travel)
Kalau yang kamu jual itu jasa, nota barang biasa nggak cukup. Alasannya sederhana: di usaha jasa ada barang yang dititipkan ke kamu, ada tanggal ambil, dan ada dua jenis biaya yang beda — sparepart dan ongkos kerja.
| Jenis usaha | Yang wajib ada di notanya | Yang paling sering bikin ribut |
|---|---|---|
| Laundry | Berat (kg) atau jumlah potong, jenis layanan (cuci, setrika, express), tanggal ambil | Jumlah potong nggak dicatat, terus ada yang ngaku bajunya kurang |
| Bengkel motor / mobil | Nomor polisi, kilometer, sparepart dipisah dari ongkos kerja | Harga digabung jadi satu angka, pelanggan kaget pas bayar |
| Servis HP | Tipe HP, IMEI atau ciri fisik, keluhan awal, kondisi waktu masuk | Lecet lama dianggap gara-gara servis |
| Travel / rental | Tanggal berangkat dan pulang, jumlah penumpang atau unit, DP dan sisa | DP nggak ditulis, jadi debat berapa yang sudah dibayar |
| Catering / rumah makan | Tanggal acara, jumlah porsi, menu, DP dan pelunasan | Jumlah porsi berubah tapi notanya nggak diperbarui |
Pisahin sparepart sama ongkos kerja. Kalau digabung jadi satu angka, pelanggan yang ngerasa mahal hampir selalu mempersoalkan bagian yang nggak keliatan — yaitu ongkos kerjamu. Begitu dipisah, dia bisa lihat sendiri mana harga barang mana upah, dan debatnya selesai.
Satu hal lagi yang khusus di usaha jasa: tulis kondisi barang waktu masuk. HP yang sudah lecet di pojok, motor yang spionnya sudah retak — catat di notanya, sebelum dikerjakan. Ini lima detik yang nyelamatin kamu dari perdebatan yang nggak ada ujungnya.
Sudah ada kolom barang atau unit yang dititipkan, tanggal masuk dan tanggal ambil, sparepart dan ongkos kerja dipisah, plus DP dan sisa bayar.
09. Cara isi nota tulis tangan yang rapi dan susah dipalsukan
Banyak toko masih nulis nota pakai tangan, dan itu nggak salah sama sekali. Yang bikin nota tulis tangan lemah bukan tulisannya — tapi kebiasaan-kebiasaan kecil di bawah ini.
Urutannya
- Tulis nomor dan tanggal duluan, sebelum barangnya. Kalau ditulis belakangan, sering kelupaan.
- Satu barang satu baris. Jangan gabung “semen + cat” jadi satu baris cuma karena buru-buru.
- Tulis satuannya. “20” itu bukan informasi. “20 sak” baru informasi.
- Hitung jumlah per baris, baru totalnya. Jangan langsung tulis total dari kepala.
- Cek ulang totalnya sekali sebelum kertasnya kamu sobek dari buku.
- Tanda tangan dan stempel setelah semuanya terisi — bukan sebelumnya.
Kasih nomor nota yang nggak bikin pusing
Pakai pola yang gampang: huruf jenis + tahun + nomor urut. Contohnya NK-2026-0148. Nomornya jalan terus sepanjang tahun, jangan diulang dari 1 tiap bulan — kalau diulang, nanti ada dua nota bernomor sama di tahun yang sama dan kamu nggak bisa bedain.
☐ Tanggal benar (tanggal transaksi, bukan tanggal nulis)
☐ Tiap baris ada satuannya
☐ Harga satuan × banyaknya sudah dihitung ulang
☐ Total dijumlah, bukan dikira-kira
☐ Kalau belum lunas: ditulis jelas berapa DP dan sisanya
☐ Tanda tangan atau stempel
☐ Salinannya masih ada di kamu — atau sudah dicatat di Buku Nota
Kalau salah tulis
Jangan pakai tip-ex dan jangan ditimpa. Nota yang ada bekas tip-ex-nya langsung keliatan mencurigakan dan gampang dibantah. Yang bener: coret sekali dengan garis lurus supaya yang lama masih kebaca, tulis yang benar di sebelahnya, lalu paraf di sampingnya. Kalau salahnya banyak, sobek dan tulis ulang — tapi lembar yang salah jangan dibuang, simpan dan tandai “batal”, biar nomornya nggak keliatan hilang.
10. Dari nota kertas ke nota digital
Buku nota kertas jalan terus sampai satu titik. Titik itu biasanya datang waktu kamu mulai nanya hal-hal yang nggak bisa dijawab tumpukan kertas: bulan ini masuk berapa? barang mana yang paling laku? si Pak Hendra sudah lunas belum?
Buat jawab itu, notanya harus kecatat, bukan cuma tercetak.
Niagawan ngurus sisi itu: tiap penjualan langsung kecatat begitu kamu input, invoice dan nota keluar rapi dengan nomor otomatis (jadi nggak ada nomor dobel atau lompat), stok kelacak sendiri tiap ada barang keluar, dan laporan keuangan — laba rugi dan arus kas — tersusun sendiri dari transaksi yang sudah kamu input. Kasir dan pembukuannya jadi satu, jadi nggak ada input dua kali. Semuanya bisa kamu buka dari HP.
Kamu nggak harus langsung pindah semuanya. Banyak yang mulai dengan tetap nulis nota tangan di depan pembeli, terus malamnya diinput sekali jalan. Yang penting catatannya nggak lagi cuma di laci.
Pertanyaan yang Sering Ditanya (FAQ)
Nota adalah apa?
Nota adalah bukti tertulis dari transaksi jual-beli yang dibuat penjual dan diserahkan ke pembeli. Isinya rincian barang yang dibeli: banyaknya, nama barang, harga satuan, jumlah per baris, dan total yang dibayar. Biasanya dibuat dua rangkap — satu untuk pembeli, satu untuk arsip toko.
Apa saja jenis-jenis nota?
Yang paling sering dipakai usaha kecil ada lima: nota kontan (dibayar lunas saat itu juga), nota penjualan (saat kamu menjual), nota pembelian (saat kamu belanja stok), nota kredit (mengurangi tagihan setelah nota terlanjur dikasih), dan nota debit (menambah tagihan). Usaha jasa biasanya pakai nota servis yang memisahkan sparepart dan ongkos kerja.
Apa itu nota kontan?
Nota kontan adalah nota untuk transaksi yang dibayar lunas seketika — barang diserahkan, uang diterima, tidak ada sisa tagihan. Ini jenis nota yang paling umum di toko kelontong, warung, dan toko bangunan. Kalau pembayarannya masih sebagian, tulis jelas berapa DP dan berapa sisanya.
Apa beda nota dan kwitansi?
Nota menjawab “apa saja yang dibeli” — isinya rincian barang dan harga. Kwitansi menjawab “uangnya sudah diterima belum” — isinya jumlah uang, dan wajib ditulis dalam angka sekaligus huruf. Kalau yang perlu kamu buktikan adalah penerimaan uang, pakai kwitansi.
Apa beda nota dan faktur atau invoice?
Nota biasanya dipakai untuk transaksi yang selesai di tempat dan langsung dibayar. Invoice atau faktur dipakai untuk menagih — ada nomor, ada tempo pembayaran, dan biasanya dikirim ke perusahaan atau instansi. Kalau pembelinya minta “invoice”, biasanya dia butuh dokumen yang bisa diproses bagian keuangan kantornya.
Apa beda nota dan struk?
Struk keluar otomatis dari mesin kasir, tanpa tanda tangan. Nota ditulis tangan atau dicetak manual dan biasanya ada tanda tangan atau stempel toko. Fungsinya mirip sebagai bukti transaksi, tapi cara membuatnya dan bentuknya berbeda.
Apa itu nota kredit dan nota debit?
Dua-duanya dokumen koreksi, bukan transaksi baru. Nota kredit membuat tagihan jadi lebih kecil — misalnya ada barang diretur atau harga di nota kemahalan. Nota debit membuat tagihan jadi lebih besar — misalnya ada barang yang lupa ditagih. Keduanya wajib mencantumkan nomor nota asli yang dikoreksi.
Apa itu nota kosong?
Nota kosong (sering ditulis juga “nota kosongan”) adalah blangko nota yang kolomnya sudah ada tapi belum diisi — tinggal kamu isi sendiri. Di halaman ini tersedia 9 form nota kosong gratis: tiga jenis nota, masing-masing dalam Word, Excel, dan PDF siap cetak.
Bolehkah memberi nota kosong yang sudah distempel?
Sebaiknya jangan. Waktu kamu menyerahkan lembar kosong bercap tokomu, siapa pun yang memegangnya bisa menulis nominal berapa pun di situ — dan kalau angkanya dipersoalkan, yang ditanya pertama adalah toko yang stempelnya menempel di kertas itu. Nomor notanya juga jadi lompat di catatanmu. Kalau ada yang minta, tulis saja notanya lengkap di depan dia; butuh 30 detik.
Bagaimana cara membuat nota?
Tulis nomor nota dan tanggal lebih dulu, lalu satu barang satu baris lengkap dengan satuannya, hitung jumlah per baris (banyaknya × harga satuan), jumlahkan totalnya, cek ulang sekali, baru tanda tangan dan stempel. Cara tercepat: download form gratis di halaman ini sesuai jenis usahamu, lalu tinggal isi.
Bagaimana cara memberi nomor nota?
Pakai pola huruf jenis + tahun + nomor urut, misalnya NK-2026-0148. Nomornya jalan terus sepanjang tahun, jangan diulang dari 1 setiap bulan — kalau diulang, akan ada dua nota bernomor sama dalam tahun yang sama dan kamu tidak bisa membedakannya.
Apa itu buku nota?
Buku nota adalah buku berisi lembar nota kosong bernomor yang dijual di toko alat tulis, biasanya 1 ply, 2 ply, atau 3 ply. Tapi ada arti keduanya: catatan semua nota yang kamu keluarkan dalam satu tabel. Yang kedua ini sering hilang kalau kamu cuma mencetak lembar kosong — makanya setiap file Excel di halaman ini sudah berisi lembar Buku Nota dengan nomor berjalan.
Nota 2 ply itu apa?
Nota 2 ply berarti satu lembar nota terdiri dari dua lapis berkarbon: lembar asli untuk pembeli, salinannya tetap di bukumu. Ini yang paling umum dipakai dan pilihan paling aman kalau kamu ragu. 1 ply hanya satu lembar tanpa salinan; 3 ply menambah satu salinan lagi, biasanya untuk gudang.
Kalau salah tulis di nota, harus bagaimana?
Jangan pakai tip-ex dan jangan ditimpa — nota bekas tip-ex gampang dibantah. Coret sekali dengan garis lurus supaya tulisan lama masih terbaca, tulis yang benar di sebelahnya, lalu paraf. Kalau salahnya banyak, tulis ulang di lembar baru, tapi lembar yang salah jangan dibuang: simpan dan tandai “batal” supaya nomornya tidak terlihat hilang.
Nota dibuat berapa rangkap?
Minimal dua: satu untuk pembeli, satu untuk arsipmu. Itulah gunanya buku nota 2 ply. Kalau kamu memakai lembar cetak 1 ply, pastikan transaksinya kamu catat di tempat lain — buku catatan, Excel, atau aplikasi — supaya kamu tetap punya salinannya.
Apakah nota bisa dibuat di Word atau Excel?
Bisa, dan itu cara paling umum sekarang. Word enak untuk mengganti nama toko dan logo lalu dicetak; Excel lebih enak kalau kamu ingin totalnya terhitung sendiri sekaligus punya catatan semua nota dalam satu file. Di halaman ini tersedia versi Word, Excel, dan PDF siap cetak untuk tiga jenis nota.