Usaha jasa kamu, dari deal di WhatsApp sampai angka untung beneran akhir bulan
Klien bilang oke di chat, invoice keluar hari itu juga, retainer nagih sendiri — dan siapa utang berapa jadi daftar, bukan ingatan. Pembukuan cloud buat konsultan, agensi dan freelancer.
Invoice telat itu kebocoran diam-diam di usaha jasa
Kerjaan sudah selesai berminggu-minggu sebelum invoice-nya ada. Malam terakhir bulan itu kamu buka invoice lama, ganti nama, tanggal dan jumlah, dan berharap nomornya masih urut. Habis kirim, mulailah menunggu.
Invoice keluar telat, uang masuk lebih telat lagi.30 hari klien mulai dihitung waktu kamu kirim invoice — bukan waktu kerjaan selesai.
Ada kerjaan yang ngga pernah ditagih sama sekali.Tambahan kecil, ronde revisi ekstra, bulan yang retainer-nya diam-diam kelewat. Ngga ada yang sadar.
Nagih bayaran rasanya ngga enak, jadi ditunda.Tanpa catatan di tangan kamu minta dari ingatan — jadi kamu tunda, dan invoice makin tua.
Fee kamu campur dengan uang pribadi.Satu rekening buat usaha dan rumah tangga. Musim pajak ngga ada yang bisa misahin.
Kalender penuh. Angka untungnya ngga ada.
Kerjaan kelihatan sehat — proyek jalan, invoice besar keluar. Tapi setelah subkontraktor, langganan software dan gaji kamu sendiri, bulan ini beneran untung atau ngga, kamu jawab dengan lihat saldo bank. Dan saldo bank bukan untung.
Dan kamu ngga bisa bilang, hari ini, siapa persisnya utang berapa ke kamu. Invoice di satu folder, pembayaran di aplikasi bank, dan celah di antara keduanya itu tempat uang kamu diam-diam hilang.
Penawaran, invoice, pembayaran, pembukuan — satu rangkaian
Penawaran yang kamu kirim waktu klien setuju jadi invoice, invoice terima pembayaran, dan pembukuan nulis sendiri. Ngga ada yang diketik dua kali, ngga ada yang nunggu akhir bulan.
Kasih penawaran di hari klien tanya
Lingkup dan fee di satu penawaran, kirim dari HP lewat WhatsApp atau email.
Satu tap jadi invoice
Angka sama, nomor urut, begitu kerjaan disepakati — bukan malam terakhir bulan.
Catat pembayaran, cocok dengan bank
Transfer masuk, invoice tertutup, kuitansi keluar. Yang belum bayar jadi daftar, bukan ingatan.
Sudah masuk pembukuan kamu
Pemasukan per klien, pengeluaran di sebelahnya, angka untung beneran kapan saja kamu buka aplikasi.
Di tempat lain kamu pakai aplikasi invoice gratis buat nagih dan spreadsheet buat sisanya — dan dua-duanya ngga bisa jawab, akhir bulan, usahanya untung apa ngga.
Di dalam sistem — layar asli
Bukan janji — ini layar asli yang kamu pakai tiap hari.
Klien bilang oke di WhatsApp — penawaran langsung jadi invoice hari itu juga
Ruang lingkup dan fee disepakati di chat. Penawaran yang sama, satu tap jadi invoice, nomornya urut — bukan diketik ulang malam terakhir bulan.
- Penawaran nyimpen ruang lingkup dan fee sendiri — bukan cuma di kepala kamu
- Bisnis jasa yang aktif pakai penawaran: median 3 sebulan, sampai 11 sebulan buat 25% paling aktif
- Satu tap ubah penawaran jadi Invoice Penjualan — angkanya sama, ngga diketik dua kali
- Invoice Penjualan itu fitur paling universal di sistem — 99% akun aktif pakai
Retainer nagih sendiri, tanggal sama, tiap bulan
Set klien, fee dan tanggal sekali aja. Invoice keluar sendiri tiap bulan — ngga perlu lagi malam-malam inget bikin tagihan.
- Set sekali — klien, fee, tanggal — sistem kirim invoice otomatis tiap bulan sesudahnya
- Retainer ngga bakal kelewatan sebulan pun, biarpun kamu lagi tenggelam kerjaan klien
- Begitu pembayaran masuk kamu catat, kuitansi langsung siap dikirim ke WhatsApp klien
- Siapa udah bayar bulan ini, siapa belum — cek di daftar, bukan inget-inget sendiri
Subkontraktor, software, ambil pribadi — semua masuk pembukuan, bukan di kantong sendiri
Tagihan desainer lepas, fotografer atau surveyor luar dicatat sebagai invoice pembelian. Langganan software juga sama — ngga ketinggalan di struk yang ilang.
- Tagihan subkontraktor (desainer, fotografer, surveyor) dicatat sebagai invoice pembelian, dia jadi supplier
- 71% akun aktif di bidang ini udah catat invoice pembelian — bukan cuma nyimpen struk
- Langganan software dan alat kerja dicatat sebagai pengeluaran berulang, ngga perlu diketik ulang tiap bulan
- Uang keluar buat keperluan pribadi ada kategori sendiri — ngga campur sama pengeluaran bisnis
Sistem udah siap buat e-Faktur — termasuk subkontraktor perorangan
e-Faktur (DJP) sudah terpasang, gratis — termasuk jalur Self-Billed buat subkontraktor perorangan tanpa perusahaan.
- Wajib kalau omzet tahunan lewat ambang batas DJP, pilihan (bisa di-nonaktifkan) kalau di bawah itu
- Subkontraktor perorangan tanpa perusahaan? Pakai Self-Billed e-Faktur, ngga perlu akun Coretax DJP sendiri
- Baru 13,7% bisnis jasa di data kami yang udah pakai e-Faktur — siap dari awal sebelum jadi wajib
- e-Faktur udah nempel di sistem — bukan add-on berbayar terpisah
Untung sebenarnya, bukan saldo bank — siap kapan aja kamu buka app
Kalender penuh belum tentu untung. Sesudah subkontraktor, software dan gaji sendiri, laba rugi sebenarnya siap kapan aja — ngga perlu nunggu akuntan.
- Tiap penawaran, invoice dan pembelian langsung membentuk laporan laba rugi — bukan enam bulan kemudian
- 66% akun aktif di bidang ini udah pernah bikin laporan laba rugi
- Laporannya bisa per bulan, tahun atau rentang tanggal yang kamu pilih sendiri
- Ngga perlu nunggu akuntan buat tahu bulan ini untung apa rugi
Semua yang usaha jasa perlu — ngga ada yang perlu dibeli
Ngga ada perangkat di paket ini. Laptop atau HP kamu itu kantornya. Kamu bayar software setahun sekali dan kirim invoice pertama hari itu juga.
Plus 4.0 — pembukuan cloud lengkap
Penawaran, invoice, tagihan berulang, pengeluaran dan rekonsiliasi bank, dari mana pun kamu kerja.
Software — langganan tahunan
Ngga perlu mesin kasir, laci uang atau scanner. Laptop atau HP kamu sudah cukup.
Setelah tahun pertama, kamu cuma perpanjang software Rp2,4 juta /tahun
Harga belum termasuk pajak.
Garansi 14 hari uang kembali — uang kembali penuh, tanpa pertanyaan ribet. (Langganan software saja; hardware tidak termasuk.)
Apa kata pemilik usaha di Malaysia
“Gampang dinavigasi dan tampilan mobile-nya bagus. Yang paling saya suka adalah layanan pelanggan lewat WhatsApp. Buat orang seperti saya yang tidak paham akuntansi dan pembukuan, ini sangat-sangat membantu.”
“Sistem yang banyak membantu saya melacak catatan dan menagih pelanggan-pelanggan saya di mana pun saya berada. Sistemnya mudah dan sangat membantu. Kalau tidak paham, langsung ke widget dan minta bantuan tim Niagawan. Direkomendasikan buat yang mau mudah dan ringkas.”
“Sistem akun yang mudah dipahami dan mudah digunakan. Mempercepat setiap transaksi dan lebih gampang memantau check and balance akun.”
Pertanyaan yang sering ditanya
Consultation fee saya ngga harga tetap — itu 10-15% dari deal klien. Saya harus pakai Cash Sale atau Sales Invoice?
Saya harus kumpulin budget buat bayar setahun sekaligus — ada plan bulanan atau trial?
Saya udah bayar kantor akuntan fee tetap tiap tahun buat ngurus pajak — kenapa saya harus bayar lagi buat software?
Staf saya bikin invoice dan kirim kuitansi, tapi saya ngga mau dia liat saldo bank atau laba rugi — bisa?
Kalau sistemnya ada masalah atau saya ngga ngerti cara pakainya, bisa telepon langsung atau ketemu tatap muka?
Cari software akuntansi atau kasir buat usahamu?
Chat tim kami di WhatsApp — kami tunjukin gimana Niagawan cocok buat usahamu.
Satu harga jelas setahun · Tanpa biaya tersembunyi