Panduan Pembukuan Usaha · Indonesia

Jurnal Umum: Contoh, Format, dan Cara Membuatnya

Contoh jurnal umum untuk usaha jasa, dagang, dan warung kecil — lengkap dengan format 5 kolom, aturan debit-kredit, contoh 10 transaksi sebulan sampai buku besar, dan template Excel + PDF gratis.

Jurnal umum: contoh, format, dan template gratis — debit kredit pasti seimbang

Kalau kamu pernah membuka laci penuh nota di akhir bulan dan bertanya — “uangnya ke mana aja ya?” — masalahnya bukan kamu lupa. Masalahnya transaksi usahamu belum pernah dicatat di satu tempat yang berurutan. Tempat itu namanya jurnal umum, dan halaman ini isinya contoh yang tinggal kamu tiru.

Jurnal umum adalah tempat mencatat semua transaksi usaha sesuai urutan tanggal. Setiap transaksi ditulis dua kali: satu di sisi debit dan satu di sisi kredit, dengan jumlah yang sama. Dari catatan inilah buku besar, neraca saldo, sampai laporan keuangan dibuat. Di panduan ini ada format 5 kolomnya, aturan debit-kredit yang biasanya bikin pusing, contoh jurnal umum untuk usaha jasa, usaha dagang, dan warung kecil, satu contoh lengkap 10 transaksi sebulan sampai jadi buku besar, plus template Excel dan PDF gratis.

📋 Ringkasan singkat

Jurnal umum adalah buku harian usahamu. Semua transaksi masuk ke sini dulu, urut tanggal, sebelum dipindah ke buku besar dan jadi laporan keuangan.

  • Isinya 5 kolom: tanggal · nama akun · referensi · debit · kredit
  • Aturan intinya: setiap transaksi ditulis dua kali — satu debit, satu kredit, jumlahnya sama
  • Tandanya benar: total kolom debit = total kolom kredit

Dipakai oleh semua jenis usaha — jasa, dagang, maupun warung kecil — dan dicatat setiap kali ada transaksi, bukan sebulan sekali.

01. Jurnal umum itu apa, dan kenapa kamu butuh?

Banyak pemilik usaha baru sadar pentingnya jurnal umum justru saat uang di rekening terasa habis padahal penjualan lagi ramai. Tanpa catatan ini kamu sulit tahu uangnya dipakai untuk apa, utang mana yang belum dibayar, dan apakah usahamu benar-benar untung atau cuma kelihatan sibuk.

Jurnal umum adalah tempat mencatat semua transaksi usaha sesuai urutan tanggal. Setiap transaksi dicatat pada dua akun sekaligus — satu di sisi debit, satu di sisi kredit — dengan jumlah yang sama besar. Karena itu orang menyebutnya pencatatan berpasangan.

Cara paling gampang membayangkannya: jurnal umum itu buku harian usahamu. Bedanya dengan buku harian biasa cuma satu — setiap kejadian dicatat dari dua sisi. Kamu belanja stok Rp850.000, maka stokmu bertambah Rp850.000 dan uang kasmu berkurang Rp850.000. Dua-duanya benar, dan dua-duanya ditulis.

Kenapa harus dicatat dua kali? Bukannya ribet?

Terasa ribet di minggu pertama, lalu jadi alat yang menyelamatkanmu. Alasannya begini: uang tidak pernah hilang, dia cuma pindah bentuk. Uang di laci berubah jadi stok di rak. Stok di rak berubah jadi uang lagi waktu laku. Kalau kamu cuma mencatat satu sisi, kamu tahu uangnya keluar tapi tidak tahu berubah jadi apa — dan di akhir bulan pertanyaannya kembali ke “uangnya ke mana aja ya?”.

Manfaat lainnya lebih praktis lagi: kesalahan jadi ketahuan sendiri. Karena dua sisinya harus sama besar, kalau totalnya beda berarti ada yang salah tulis. Tidak ada sistem catatan sederhana lain yang bisa mengoreksi dirinya sendiri seperti ini.

💡 Kalau jurnal umum nggak pernah dibuat
  • Laporan keuangan nggak bisa disusun. Laba rugi dan neraca semuanya berangkat dari sini — tidak ada jalan pintas.
  • Uang usaha dan uang pribadi campur. Tanpa catatan, tidak ada garis yang memisahkan keduanya.
  • Utang ke supplier gampang kelupaan. Yang dibayar nanti paling sering hilang dari ingatan.
  • Kamu nggak tahu untung beneran atau nggak. Uang masuk banyak bukan berarti untung — sebagian itu modal yang berputar.

Fungsi jurnal umum

Di buku pelajaran biasanya disebut lima fungsi. Versi yang benar-benar terasa untuk pemilik usaha ada empat:

FungsiArtinya buat kamu
MencatatSemua transaksi masuk ke satu tempat, tidak tercecer di nota dan ingatan.
Merekam urutan waktuKarena urut tanggal, kamu bisa menelusuri kembali kejadian hari tertentu.
MenganalisisMemaksamu memutuskan akun apa yang terpengaruh — itu latihan berpikir yang bikin kamu paham usahamu.
Memberi perintah ke buku besarJurnal umum adalah sumber angka yang dipindahkan ke buku besar. Salah di sini, salah semuanya.

02. Isi dan format jurnal umum: 5 kolom yang wajib ada

Bentuk tabelnya boleh sedikit beda antara satu buku dan buku lain, tapi lima kolom ini selalu ada. Ini juga yang dipakai di template yang bisa kamu unduh di bagian 09.

Anatomi jurnal umum dengan lima kolom wajib: tanggal, nama akun dan keterangan, referensi atau nomor bukti, debit dalam Rupiah, dan kredit dalam Rupiah. Akun debit ditulis rata kiri di baris atas, akun kredit ditulis menjorok ke dalam di baris bawah.
KolomIsinyaKenapa penting
1. TanggalKapan transaksinya benar-benar terjadi.Urutan waktu inilah yang bikin catatanmu bisa ditelusuri lagi.
2. Nama akun & keteranganAkun yang didebit ditulis di baris atas, rata kiri. Akun yang dikredit di baris bawah, menjorok ke dalam. Keterangan singkat di bawahnya.Menjoroknya bukan hiasan — itu penanda cepat mana sisi debit dan mana kredit.
3. Referensi (Ref)Nomor nota, kwitansi, atau bukti transaksinya.Waktu ada angka yang meragukan, kamu bisa langsung cari buktinya.
4. Debit (Rp)Jumlah yang masuk sisi debit.Diisi hanya pada baris akun debit.
5. Kredit (Rp)Jumlah yang masuk sisi kredit.Diisi hanya pada baris akun kredit.

Contoh satu transaksi lengkap, persis seperti yang digambar di atas: tanggal 3 Juli 2026, beli barang dagang tunai Rp12.000.000. Akun Persediaan didebit Rp12.000.000, akun Kas dikredit Rp12.000.000, nomor buktinya BK-014.

03. Aturan debit dan kredit tanpa pusing

Ini bagian yang paling sering bikin orang menyerah. Padahal aturannya bisa diringkas jadi satu pertanyaan: akun ini bertambah atau berkurang?

Aturan debit dan kredit untuk lima jenis akun. Harta bertambah di debit dan berkurang di kredit. Utang, modal, dan pendapatan bertambah di kredit dan berkurang di debit. Beban bertambah di debit dan berkurang di kredit.
Jenis akunContohnyaBertambah di…Berkurang di…
HartaKas, piutang usaha, persediaan, peralatanDebitKredit
UtangUtang usaha, utang bankKreditDebit
ModalModal pemilikKreditDebit
PendapatanPenjualan, pendapatan jasaKreditDebit
BebanSewa, gaji, listrik, transportDebitKredit
✅ Cara cepat yang dipakai orang lapangan

HARTA dan BEBAN bertambah di debit. UTANG, MODAL, dan PENDAPATAN bertambah di kredit.

Kalau masih bingung, mulai selalu dari kas. Uang keluar dari kas? Berarti kas berkurang, jadi Kas di kredit, dan lawannya pasti di debit. Uang masuk ke kas? Kas di debit, lawannya di kredit.

Satu hal yang perlu diluruskan sejak awal: “debit” tidak berarti bertambah, dan “kredit” tidak berarti berkurang. Artinya tergantung jenis akunnya. Kas di debit artinya bertambah; utang di debit justru artinya berkurang. Ini satu-satunya bagian yang perlu dihafal.

04. Cara membuat jurnal umum: 6 langkah

Urutannya selalu sama, untuk transaksi apa pun. Sekali kamu terbiasa, satu transaksi cuma butuh beberapa detik.

Enam langkah membuat jurnal umum: siapkan bukti transaksinya, tentukan akun yang terpengaruh, tentukan mana yang bertambah dan berkurang, tentukan sisi debit dan kreditnya, tulis di jurnal dengan akun kredit menjorok ke dalam, lalu cek apakah total debit sama dengan total kredit.
  1. Siapkan buktinya. Nota, kwitansi, struk, atau bukti transfer. Jangan mencatat dari ingatan — angkanya hampir selalu meleset.
  2. Tentukan akun yang terpengaruh. Hampir selalu ada dua. Tanyakan: apa yang usahamu terima, dan apa yang usahamu berikan?
  3. Tentukan mana yang bertambah, mana yang berkurang. Satu per satu, untuk tiap akun.
  4. Tentukan sisi debit dan kreditnya pakai tabel di bagian 03.
  5. Tulis di jurnal. Tanggal, akun debit di atas, akun kredit menjorok ke dalam, lalu jumlahnya di kolom yang sesuai.
  6. Cek seimbang. Total debit harus sama dengan total kredit. Langkah ini bukan formalitas — di sinilah hampir semua kesalahan ketahuan.

05. Contoh jurnal umum usaha jasa

Kita mulai dari yang paling sederhana. Usaha jasa tidak punya akun Persediaan, karena yang dijual adalah tenaga dan keahlian, bukan barang. Contohnya Salon Melati: 1 Juli pemilik menyetor modal, 4 Juli terima pembayaran potong rambut dan creambath, 6 Juli bayar listrik salon.

Contoh jurnal umum usaha jasa Salon Melati. Tanggal 1 Juli modal masuk 15 juta rupiah, Kas debit dan Modal Pemilik kredit. Tanggal 4 Juli terima pembayaran jasa 1 juta 800 ribu, Kas debit dan Pendapatan Jasa kredit. Tanggal 6 Juli bayar listrik 320 ribu, Beban Listrik debit dan Kas kredit.
TanggalNama akunDebit (Rp)Kredit (Rp)
1 Jul 2026Kas15.000.000
Modal Pemilik15.000.000
4 Jul 2026Kas1.800.000
Pendapatan Jasa1.800.000
6 Jul 2026Beban Listrik320.000
Kas320.000

Perhatikan polanya berulang tiga kali: satu akun di debit, satu akun di kredit, jumlahnya persis sama. Transaksi tanggal 6 arahnya kebalikan dari tanggal 4 — uang keluar, jadi Kas pindah ke sisi kredit.

06. Contoh jurnal umum usaha dagang

Usaha dagang — toko sembako, warung, reseller, sampai toko online — beli barang lalu jual lagi. Bedanya dengan usaha jasa: muncul akun Persediaan dan sering muncul Utang Usaha. Contohnya Toko Berkah, sebuah toko sembako: belanja beras dan minyak goreng, sebagian tunai dan sebagian tempo ke supplier.

Contoh jurnal umum usaha dagang Toko Berkah. Tanggal 3 Juli beli barang dagang tunai 12 juta rupiah. Tanggal 5 Juli beli barang dagang kredit dari supplier 8 juta rupiah. Tanggal 8 Juli penjualan tunai 6 juta 500 ribu rupiah. Tanggal 15 Juli bayar sebagian utang supplier 5 juta rupiah.
TanggalNama akunDebit (Rp)Kredit (Rp)
3 Jul 2026Persediaan12.000.000
Kas12.000.000
5 Jul 2026Persediaan8.000.000
Utang Usaha8.000.000
8 Jul 2026Kas6.500.000
Penjualan6.500.000
15 Jul 2026Utang Usaha5.000.000
Kas5.000.000

Dua hal yang sering bikin bingung di sini. Pertama: beli secara kredit (tanggal 5) sama sekali tidak menyentuh Kas — uangnya belum keluar. Yang bertambah adalah Utang Usaha. Kedua: waktu utang itu dibayar (tanggal 15), yang berkurang adalah utangnya, jadi Utang Usaha pindah ke sisi debit.

Angka Persediaan yang kamu kumpulkan di sini nanti dipakai untuk menghitung harga pokok penjualan di akhir bulan.

07. Contoh jurnal umum sederhana untuk UMKM

Kalau usahamu masih kecil, jangan menunggu rapi dulu baru mulai. Tiga jenis transaksi ini sudah menutup sebagian besar hari di warung kopi atau kios kelontong: modal masuk, belanja stok (kopi, gula, mi instan), dan jualan harian.

Contoh jurnal umum sederhana untuk warung. Tanggal 1 Juli modal awal 3 juta rupiah, Kas debit dan Modal Pemilik kredit. Tanggal 2 Juli belanja stok ke pasar 850 ribu rupiah, Persediaan debit dan Kas kredit. Tanggal 2 Juli jualan sehari 420 ribu rupiah, Kas debit dan Penjualan kredit.
TanggalNama akunDebit (Rp)Kredit (Rp)
1 Jul 2026Kas3.000.000
Modal Pemilik3.000.000
2 Jul 2026Persediaan850.000
Kas850.000
2 Jul 2026Kas420.000
Penjualan420.000

Kalau jualan harianmu ramai dan nilainya kecil-kecil, tidak perlu satu baris per pembeli. Cukup satu baris total per hari — asalkan konsisten dan totalnya benar.

08. Contoh lengkap: 10 transaksi sebulan, sampai buku besar

Ini bagian yang biasanya tidak ada di panduan lain, dan justru yang paling menjawab: satu bulan penuh, dari jurnal umum sampai ketahuan apakah catatanmu benar. Toko Berkah, Juli 2026.

TanggalTransaksiDebitKreditJumlah (Rp)
1 JulPemilik menyetor modal awalKasModal Pemilik30.000.000
2 JulBayar sewa toko bulan JuliBeban SewaKas2.500.000
3 JulBelanja beras dan minyak goreng, tunaiPersediaanKas12.000.000
5 JulBelanja stok dari supplier, bayar tempoPersediaanUtang Usaha8.000.000
8 JulJualan tunai di toko, minggu pertamaKasPenjualan6.500.000
12 JulPesanan warung langganan, dibayar nantiPiutang UsahaPenjualan3.200.000
15 JulBayar sebagian utang supplierUtang UsahaKas5.000.000
20 JulTerima pelunasan piutangKasPiutang Usaha2.000.000
25 JulBayar gaji karyawanBeban GajiKas3.000.000
28 JulBayar listrik dan air tokoBeban Listrik & AirKas450.000
Total debit = total kredit72.650.000

Langkah berikutnya: pindahkan ke buku besar

Memindahkan angka dari jurnal umum ke buku besar disebut posting — langkah demi langkahnya, beserta 4 bentuk buku besar dan template gratisnya, ada di panduan buku besar. Isinya angka yang sama persis — cuma dikelompokkan per akun, bukan per tanggal. Contohnya akun Kas di atas: masuk tiga kali (Rp30.000.000 + Rp6.500.000 + Rp2.000.000 = Rp38.500.000) dan keluar lima kali (Rp2.500.000 + Rp12.000.000 + Rp5.000.000 + Rp3.000.000 + Rp450.000 = Rp22.950.000). Sisanya Rp15.550.000.

Lalu buktikan: neraca saldo

Setelah semua akun dihitung saldonya, kumpulkan jadi satu daftar. Inilah neraca saldo — dan kalau dua kolomnya sama besar, jurnal umummu sudah benar.

Neraca saldo Toko Berkah per 31 Juli 2026. Kas 15.550.000, Piutang Usaha 1.200.000, Persediaan 20.000.000, Beban Sewa 2.500.000, Beban Gaji 3.000.000, dan Beban Listrik dan Air 450.000 di sisi debit. Utang Usaha 3.000.000, Modal Pemilik 30.000.000, dan Penjualan 9.700.000 di sisi kredit. Total kedua sisi sama besar yaitu 42.700.000 rupiah.
Nama akunDebit (Rp)Kredit (Rp)
Kas15.550.000
Piutang Usaha1.200.000
Persediaan20.000.000
Utang Usaha3.000.000
Modal Pemilik30.000.000
Penjualan9.700.000
Beban Sewa2.500.000
Beban Gaji3.000.000
Beban Listrik & Air450.000
TOTAL42.700.00042.700.000

Dua kolomnya sama besar, jadi pencatatannya benar. File Excel yang berisi ketiga tahap ini — jurnal, buku besar, dan neraca saldo — bisa kamu ambil di bagian berikutnya.

09. Download template jurnal umum (Excel + PDF) gratis

Gratis, tanpa daftar, tanpa isi email. Yang Excel sudah berisi rumus — totalnya menghitung sendiri, dan ada satu sel yang langsung memberitahu jurnalmu sudah seimbang atau belum.

FileIsinyaAmbil
Template jurnal umum
Excel, 2 sheet
Jurnal kosong 40 baris dengan total otomatis dan penanda SEIMBANG / BELUM SEIMBANG, plus sheet buku besar kosong buat tahap posting. Download .xlsx
Contoh jurnal umum lengkap
Excel, 3 sheet
Contoh 10 transaksi Toko Berkah di bagian 08 — jurnal, buku besar, dan neraca saldo yang sudah terisi dan seimbang. Angkanya tinggal kamu timpa. Download .xlsx
Jurnal umum siap cetak
PDF, 1 halaman
Format kosong 26 baris untuk ditulis tangan. Buat kamu yang masih lebih nyaman pakai buku dan pulpen. Download .pdf

10. Jurnal umum vs jurnal khusus: pakai yang mana?

Pertanyaan ini muncul begitu transaksimu mulai banyak. Jawabannya tergantung seberapa sering satu jenis transaksi berulang.

Perbandingan jurnal umum dan jurnal khusus. Jurnal umum dipakai untuk semua jenis transaksi, cukup satu buku, cocok untuk usaha kecil, dan paling mudah dipelajari. Jurnal khusus dipecah per jenis transaksi seperti pembelian, penjualan, kas masuk, dan kas keluar; cocok kalau transaksi sejenis sangat sering; lebih cepat dicari tetapi bukunya lebih banyak.
Jurnal umumJurnal khusus
Untuk apaSemua jenis transaksiDipecah per jenis transaksi
Jumlah bukuSatuBeberapa (pembelian, penjualan, kas masuk, kas keluar)
Cocok untukUsaha kecil, transaksi belum terlalu banyakTransaksi sejenis yang berulang sangat sering
KelebihanPaling gampang dipelajari dan dijagaLebih cepat dicari dan direkap
KekuranganPanjang kalau transaksinya ratusanBukunya banyak, perlu lebih disiplin

Saran untuk usaha kecil: mulai dari jurnal umum. Pindah ke jurnal khusus hanya kalau satu jenis transaksi sudah terlalu banyak untuk satu buku — biasanya pembelian dulu yang penuh. Kalau sudah sampai tahap itu, mulailah dari jurnal pembelian.

11. 5 kesalahan yang bikin jurnalmu tidak seimbang

Kalau total debit dan total kredit beda, jangan panik dan jangan mengulang dari nol. Selisihnya sendiri sudah memberi petunjuk di mana letak salahnya.

Lima sebab jurnal umum tidak seimbang beserta cara mengeceknya: transaksi cuma ditulis sebelah, angka debit dan kredit berbeda, debit dan kredit terbalik, salah menulis angka, dan salah menjumlah kolom. Selisih yang habis dibagi dua menandakan ada yang terbalik, selisih yang habis dibagi sembilan menandakan ada angka yang tertukar urutannya.
❌ KesalahanCara cepat mengeceknya✅ Betulkan
Transaksi cuma ditulis sebelahSelisihnya persis sebesar transaksi yang hilang.Cari jumlah uang itu di tumpukan nota, lalu lengkapi sisi satunya.
Angka debit dan kredit bedaTelusuri transaksi yang dua sisinya tidak sama.Samakan dengan angka di bukti transaksinya.
Debit dan kredit kebalikSelisihnya biasanya habis dibagi 2.Bagi selisihnya dengan 2 — angka hasilnya itu yang letaknya tertukar.
Salah tulis angka (1.200.000 jadi 2.100.000)Selisihnya habis dibagi 9.Cari angka yang digitnya tertukar urutannya.
Salah menjumlah kolomnyaJumlahkan ulang dua kolomnya dari awal.Kalau pakai Excel, periksa apakah ada baris yang keluar dari rumus SUM.
⚠️ Jangan lanjut sebelum seimbang

Kalau jurnalnya belum seimbang lalu kamu paksa pindah ke buku besar, kesalahan yang tadinya kecil akan menyebar ke semua akun — dan mencarinya jadi jauh lebih susah. Beresin dulu di jurnalnya.

✅ Kalau cuma ingat 3 hal dari halaman ini
  • Semua transaksi dicatat dua kali — satu di debit, satu di kredit.
  • Total debit harus sama dengan total kredit. Itu tanda catatanmu benar.
  • Jangan pindah ke buku besar kalau jurnalnya belum seimbang. Beresin dulu di jurnalnya.
💡 Tiga kebiasaan pemula yang bikin repot belakangan
  • Salah memilih akun. Belanja etalase dicatat sebagai Persediaan, padahal itu peralatan. Angkanya seimbang, tapi laporannya jadi salah arti.
  • Baru mencatat di akhir bulan. Notanya keburu hilang dan yang dibayar tempo paling sering kelupaan.
  • Menghapus catatan lama. Kalau ada yang salah, buat catatan koreksi baru — jangan dihapus, supaya riwayatnya masih bisa ditelusuri.

12. Setelah jurnal umum: ke mana angkanya pergi?

Jurnal umum bukan tujuan akhir — dia pintu masuknya. Urutan lengkapnya disebut siklus akuntansi, dan semua laporan yang kamu butuhkan berangkat dari angka yang sama.

Alur angka setelah jurnal umum: dari bukti transaksi ke jurnal umum, lalu ke buku besar, lalu ke neraca saldo, dan akhirnya menjadi laporan keuangan berupa laporan laba rugi dan neraca. Kalau jurnal umumnya salah, semua yang di belakangnya ikut salah.
  • Buku besar — angka yang sama, dikelompokkan per akun. Ini langkah tepat setelah jurnal umum.
  • Neraca saldo — saldo tiap akun dikumpulkan dan dicek keseimbangannya.
  • Jurnal penyesuaian — di akhir periode, saldo yang sudah tidak sesuai kenyataan dibetulkan dulu sebelum laporan dibuat.
  • Laporan laba rugi — dari akun penjualan dan beban, ketahuan untung atau rugi.
  • Neraca — dari akun harta, utang, dan modal, ketahuan posisi keuangan usahamu.
  • Jurnal penutup — di akhir periode, menutup akun pendapatan dan beban supaya siap buka periode baru.

Gambaran utuh semua laporannya ada di panduan laporan keuangan.

Biar nggak nulis dua kali seumur hidup

Semua yang di atas tetap berlaku — itu logika yang perlu kamu pahami, dan sekarang kamu sudah paham. Tapi menulis ulang setiap transaksi dua kali dengan tangan, tiap hari, sambil menjaga toko, memang berat. Yang paling sering terjadi bukan salah hitung, tapi catatannya berhenti di minggu ketiga.

Yang bikin ini jauh lebih ringan bukan rumus yang lebih pintar, tapi pencatatan yang jalan sejak transaksinya terjadi: penjualan langsung tercatat dari kasir, pembelian dari supplier masuk ke catatan yang sama, stok ikut menyesuaikan, dan laporan keuangannya — termasuk neraca — tersusun otomatis dari transaksi yang sudah kamu catat. Itu yang dikerjakan software akuntansi seperti Niagawan: bisa kamu atur sendiri dari HP, tanpa konsultan.

Pertanyaan yang Sering Ditanya (FAQ)

Apa yang dimaksud jurnal umum?

Jurnal umum adalah tempat mencatat semua transaksi usaha sesuai urutan tanggal. Setiap transaksi dicatat pada dua akun sekaligus — satu di sisi debit dan satu di sisi kredit — dengan jumlah yang sama besar. Gampangnya: jurnal umum itu buku harian usahamu, dan semua laporan keuangan berangkat dari sini.

Apa saja isi jurnal umum?

Ada lima kolom yang selalu ada: tanggal transaksi, nama akun dan keterangan (akun debit ditulis rata kiri, akun kredit menjorok ke dalam), referensi atau nomor bukti, debit dalam Rupiah, dan kredit dalam Rupiah. Rinciannya ada di bagian 02.

Bagaimana cara membuat jurnal umum?

Enam langkah: (1) siapkan bukti transaksinya, (2) tentukan akun apa saja yang terpengaruh — biasanya dua, (3) tentukan mana yang bertambah dan mana yang berkurang, (4) tentukan sisi debit dan kreditnya pakai aturan jenis akun, (5) tulis di jurnal dengan akun kredit menjorok ke dalam, (6) cek total debit sama dengan total kredit. Contoh lengkapnya di bagian 04.

Apa bedanya debit dan kredit?

Debit adalah sisi kiri dan kredit sisi kanan — tapi artinya tergantung jenis akunnya, bukan otomatis bertambah atau berkurang. Harta dan beban bertambah di debit; utang, modal, dan pendapatan bertambah di kredit. Jadi Kas di debit berarti bertambah, sedangkan Utang Usaha di debit justru berarti berkurang.

Kenapa total debit harus sama dengan total kredit?

Karena setiap transaksi selalu punya dua sisi yang nilainya sama — uang tidak hilang, dia berubah bentuk. Waktu kamu belanja stok Rp850.000, persediaan bertambah Rp850.000 dan kas berkurang Rp850.000. Kalau totalnya beda, berarti ada yang salah tulis, dan itu justru gunanya: jurnal umum bisa mengoreksi dirinya sendiri.

Apa contoh jurnal umum yang paling sederhana?

Modal masuk: Kas di debit Rp3.000.000, Modal Pemilik di kredit Rp3.000.000. Belanja stok: Persediaan di debit Rp850.000, Kas di kredit Rp850.000. Jualan sehari: Kas di debit Rp420.000, Penjualan di kredit Rp420.000. Tiga transaksi ini sudah menutup sebagian besar hari di warung — lihat bagian 07.

Apa bedanya jurnal umum perusahaan jasa dan perusahaan dagang?

Perbedaannya di akun yang muncul. Usaha jasa tidak punya akun Persediaan, karena yang dijual tenaga dan keahlian, bukan barang — pemasukannya masuk ke akun Pendapatan Jasa. Usaha dagang punya akun Persediaan dan sering punya Utang Usaha, karena barang dibeli dulu (kadang secara kredit) sebelum dijual lagi. Contoh keduanya ada di bagian 05 dan bagian 06.

Apa perbedaan jurnal umum dan jurnal khusus?

Jurnal umum dipakai untuk semua jenis transaksi dan cukup satu buku. Jurnal khusus dipecah menurut jenis transaksi — jurnal pembelian, jurnal penjualan, jurnal penerimaan kas, dan jurnal pengeluaran kas — supaya transaksi yang berulang sangat sering lebih cepat dicari. Untuk usaha kecil, mulailah dari jurnal umum; pindah ke jurnal khusus hanya kalau satu jenis transaksi sudah terlalu banyak untuk satu buku.

Apa itu posting dari jurnal umum ke buku besar?

Posting adalah memindahkan angka dari jurnal umum ke buku besar. Angkanya sama persis — yang berubah cuma cara mengelompokkannya: di jurnal umum urut tanggal, di buku besar dikumpulkan per akun. Contohnya akun Kas Toko Berkah: masuk Rp38.500.000, keluar Rp22.950.000, jadi saldonya Rp15.550.000. Langkah lengkapnya di bagian 08.

Bagaimana kalau jurnal umum saya tidak seimbang?

Jangan diulang dari nol — selisihnya sendiri sudah memberi petunjuk. Kalau selisihnya habis dibagi 2, biasanya ada debit dan kredit yang tertukar. Kalau habis dibagi 9, biasanya ada angka yang digitnya tertukar urutannya (misalnya 1.200.000 ditulis 2.100.000). Kalau selisihnya persis sebesar satu transaksi, berarti transaksi itu cuma ditulis sebelah. Rinciannya di bagian 11.

Apakah ada template jurnal umum yang bisa diunduh?

Ada, gratis dan tanpa perlu isi email: template Excel (jurnal kosong 40 baris dengan total otomatis dan penanda seimbang/belum, plus sheet buku besar), contoh lengkap Excel berisi 10 transaksi sebulan yang sudah terisi sampai neraca saldo, dan versi PDF siap cetak untuk ditulis tangan. Semuanya ada di bagian 09.

Jurnal umum dibuat berapa sering?

Setiap kali ada transaksi, bukan sebulan sekali. Kalau tidak memungkinkan, catat sekali di akhir hari selagi ingat dan notanya masih lengkap. Semakin lama jaraknya, semakin besar peluang ada transaksi yang terlewat — dan yang paling sering hilang adalah pembelian yang dibayar nanti.

Apakah usaha kecil wajib membuat jurnal umum?

Tidak ada yang mewajibkan warung kecil membuat jurnal umum secara formal. Tapi tanpa catatan berpasangan seperti ini, kamu tidak akan pernah tahu usahamu untung atau rugi — kamu cuma tahu ada uang masuk. Mulailah dari yang sederhana: modal masuk, belanja stok, dan penjualan harian sudah cukup untuk bulan pertama.

Apakah jualan harian harus dicatat satu per satu?

Tidak perlu, terutama kalau nilainya kecil-kecil dan pembelinya banyak. Satu baris total per hari sudah cukup, asalkan konsisten dan totalnya benar. Yang penting jangan mencampur hari — satu baris untuk satu hari, supaya kalau ada selisih kamu tahu harus memeriksa hari yang mana.

Kalau saya salah catat kemarin, boleh dihapus?

Sebaiknya jangan dihapus atau ditip-ex. Cara yang benar adalah membuat catatan koreksi baru di tanggal hari ini, yang membatalkan atau memperbaiki catatan yang salah. Alasannya sederhana: catatan yang pernah dihapus bikin kamu tidak bisa menelusuri lagi apa yang sebenarnya terjadi — dan riwayat itu justru yang paling berguna waktu angkanya terasa aneh.

Apakah jurnal umum bisa dibuat di Excel?

Bisa, dan banyak usaha kecil memang mulai dari situ sebelum pindah ke software akuntansi. Excel sudah cukup selama transaksimu belum terlalu banyak — pakai rumus SUM untuk kedua kolomnya supaya total debit dan kredit terhitung sendiri. Template Excel gratisnya ada di bagian 09, lengkap dengan penanda seimbang atau belum.

Apakah usaha online juga perlu jurnal umum?

Perlu. Walaupun semua uang masuk lewat marketplace atau transfer bank dan riwayatnya tercatat di aplikasi, catatan itu cuma menunjukkan uang masuk dan keluar — bukan untung rugimu. Biaya admin marketplace, ongkos kirim yang kamu tanggung, stok yang sudah dibeli tapi belum laku, dan pesanan yang uangnya belum cair semuanya perlu dicatat sendiri supaya laba rugi dan arus kasmu benar.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat satu jurnal?

Kalau sudah terbiasa, satu transaksi cuma butuh beberapa detik — yang lama justru mencari bukti transaksinya. Untuk usaha kecil dengan belasan transaksi sehari, mencatat di akhir hari biasanya selesai dalam 10–15 menit. Bulan pertama memang terasa lambat karena kamu masih mikir tiap akun; setelah itu polanya berulang.

Berapa akun yang saya butuhkan untuk mulai?

Untuk usaha kecil, delapan sampai sepuluh akun sudah sangat cukup: Kas, Piutang Usaha, Persediaan, Utang Usaha, Modal Pemilik, Penjualan, dan beberapa akun beban (sewa, gaji, listrik). Jangan bikin puluhan akun di awal — makin banyak akun, makin sering kamu ragu harus masuk yang mana, dan keraguan itu yang bikin pencatatan berhenti.

Biar catatanmu nggak berhenti di minggu ketiga

Penjualan langsung tercatat dari kasir, pembelian supplier masuk catatan yang sama, stok ikut menyesuaikan, dan laporan keuangan tersusun otomatis — bisa kamu atur sendiri dari HP, tanpa konsultan.

Niagawan — software akuntansi & kasir untuk usaha kecil.
Beranda
Disclaimer: Informasi di halaman ini hanya untuk referensi umum, bukan nasihat akuntansi, pajak, atau keuangan. Kami berusaha menjaga informasi tetap akurat dan terkini, namun tidak menjamin keakuratannya.

© 2026 Niagawan. All rights reserved.