Jurnalmu sudah rapi, semua transaksi tercatat urut tanggal. Lalu datang pertanyaan sederhana yang ternyata susah dijawab: “sisa kas saya sekarang berapa?” Untuk menjawabnya kamu harus menjumlahkan ulang seluruh baris jurnal satu per satu. Buku besar dibuat persis untuk menghilangkan pekerjaan itu.
Buku besar adalah kumpulan catatan transaksi yang sudah dikelompokkan per akun. Angkanya sama persis dengan jurnal umum — yang berbeda cuma cara mengurutkannya: jurnal urut tanggal, buku besar urut akun. Di panduan ini ada 4 bentuk buku besar beserta cara memilihnya, cara posting dari jurnal langkah demi langkah, contoh buku besar untuk usaha jasa dan usaha dagang, satu contoh lengkap sebulan sampai neraca saldo yang seimbang, plus template Excel dan PDF gratis.
Buku besar itu jurnal yang sama, dikelompokkan per akun. Satu akun satu halaman: Kas sendiri, Penjualan sendiri, Utang Usaha sendiri.
- Gunanya: sisa tiap akun langsung terbaca, tanpa hitung ulang dari jurnal
- Bentuknya ada 4: T · 3 kolom (bersaldo) · 4 kolom · skontro
- Tandanya benar: saldo semua akun dikumpulkan di neraca saldo, sisi debit = sisi kredit
Kalau kamu tidak mau memilih-milih bentuk: pakai bentuk 3 kolom. Itu yang paling praktis untuk usaha kecil.
01. Buku besar itu apa, dan kenapa jurnal saja tidak cukup?
Buku besar adalah kumpulan seluruh akun usahamu, di mana setiap akun punya halamannya sendiri. Semua transaksi yang menyentuh Kas dikumpulkan di halaman Kas. Semua yang menyentuh Penjualan dikumpulkan di halaman Penjualan. Begitu seterusnya.
Angkanya tidak baru. Semuanya diambil dari jurnal umum yang sudah kamu tulis. Buku besar bukan catatan kedua — dia catatan yang sama, disusun ulang.
Kenapa jurnal saja tidak cukup?
Bayangkan tokomu jalan sebulan dengan 60 transaksi. Semuanya tercatat rapi di jurnal, urut tanggal. Sekarang jawab tiga pertanyaan ini:
- Sisa kas saya berapa?
- Utang ke supplier tinggal berapa?
- Bulan ini saya jualan berapa banyak?
Dengan jurnal saja, setiap pertanyaan itu berarti membaca ulang 60 baris dan menjumlahkan yang cocok. Setiap kali ditanya, hitung lagi. Dengan buku besar, jawabannya sudah menunggu di halaman akun masing-masing.
- Menjawab “sisanya berapa?” dalam sedetik. Kas, piutang, utang — semuanya punya saldo sendiri.
- Menyiapkan laporan keuangan. Laba rugi dan neraca disusun dari saldo akun, bukan dari jurnal langsung.
- Menemukan salah tulis. Kalau saldo satu akun terasa aneh, kamu cuma perlu memeriksa satu halaman.
- Menunjukkan ke mana uangmu pergi. Beban sewa, gaji, listrik — masing-masing kelihatan besarnya.
02. Isi buku besar: kolom yang selalu ada
Bentuk tabelnya boleh sedikit berbeda antara satu buku dan buku lain, tapi isinya selalu itu-itu juga. Ini contoh bentuk 3 kolom untuk akun Kas — bentuk yang paling sering dipakai usaha kecil.
| Kolom | Isinya | Kenapa penting |
|---|---|---|
| Tanggal | Tanggal transaksinya terjadi | Supaya urutannya sama dengan jurnal dan gampang dilacak balik |
| Keterangan | Penjelasan singkat transaksinya | Tiga bulan lagi kamu tidak akan ingat angka tanpa keterangan |
| Referensi (Ref) | Asal barisnya di jurnal | Kalau ada angka yang salah, kamu bisa langsung balik ke sumbernya |
| Debit | Angka yang masuk sisi debit | Untuk akun harta seperti Kas, ini berarti bertambah |
| Kredit | Angka yang masuk sisi kredit | Untuk akun harta seperti Kas, ini berarti berkurang |
| Saldo | Sisa berjalan setelah baris ini | Ini alasan buku besar dibuat — sisanya tidak perlu dihitung ulang |
Kolom Saldo diisi berjalan: saldo baris sebelumnya + debit − kredit. Di baris pertama, saldo sebelumnya dianggap nol.
03. 4 bentuk buku besar: pilih yang mana untuk usahamu?
Ini pertanyaan yang paling sering muncul, dan jawabannya lebih ringan dari yang kamu kira: isinya sama, yang beda cuma cara membacanya. Tidak ada bentuk yang lebih “benar” dari yang lain.
| Bentuk | Cocok untuk | Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|---|---|
| Bentuk T | Belajar dan cek cepat | Paling gampang dibaca | Saldo harus dihitung sendiri |
| 3 kolom (bersaldo) rekomendasi | Hampir semua usaha kecil | Saldo berjalan langsung terbaca | Kolomnya sedikit lebih banyak |
| 4 kolom | Mau sisi saldo terpisah | Tidak ada angka minus | Tabelnya paling lebar |
| Skontro | Butuh keterangan di dua sisi | Lengkap kiri dan kanan | Boros tempat |
Bentuk T — yang paling sederhana
Namanya dari bentuknya: satu garis mendatar, satu garis tegak, jadi seperti huruf T. Kiri untuk debit, kanan untuk kredit. Ini yang dipakai orang saat mencorat-coret di kertas untuk mengecek sesuatu dengan cepat.
Saldonya dihitung di akhir: Rp38.500.000 − Rp22.950.000 = Rp15.550.000, di sisi debit karena debitnya lebih besar.
Bentuk 3 kolom (bersaldo) — yang sebaiknya kamu pakai
Sama seperti bentuk T, tapi ditambah satu kolom saldo yang diisi setiap baris. Kelebihannya sederhana tapi besar: kamu tidak perlu menunggu akhir bulan untuk tahu sisanya.
Bentuk 4 kolom
Kolom saldonya dipecah dua: saldo debit dan saldo kredit. Gunanya supaya kamu langsung tahu saldo akun itu ada di sisi mana, tanpa perlu menulis angka minus. Contoh di bawah pakai akun Utang Usaha, yang saldonya normal di sisi kredit.
Bentuk skontro
Skontro artinya sebelah-menyebelah. Ini bentuk T yang dilengkapi kolom keterangan di kiri dan kanan, jadi kedua sisi sama-sama punya penjelasan.
04. Cara posting dari jurnal umum ke buku besar
Memindahkan angka dari jurnal ke buku besar namanya posting. Bukan menghitung ulang, bukan menafsirkan — cuma memindahkan.
- Siapkan satu halaman untuk setiap akun. Kas sendiri, Penjualan sendiri, Utang Usaha sendiri. Untuk usaha kecil, delapan sampai sepuluh akun sudah cukup.
- Ambil baris jurnal paling atas. Kerjakan urut tanggal, jangan meloncat — kalau meloncat, saldo berjalanmu jadi salah.
- Salin ke sisi yang sama. Kalau di jurnal akun itu di sisi debit, di buku besar juga masuk kolom debit. Ini aturan yang paling sering dilanggar.
- Isi kolom referensi. Tulis asal barisnya. Kelihatan sepele, sampai suatu hari ada angka yang tidak kamu kenali.
- Hitung saldo berjalan, lalu lanjut ke baris berikutnya sampai jurnalmu habis.
Satu baris jurnal selalu turun ke dua tempat
Karena setiap transaksi dicatat di dua akun, satu baris jurnal akan mendarat di dua halaman buku besar yang berbeda — dengan jumlah yang sama, di sisi yang mengikuti jurnalnya.
05. Contoh lengkap: 10 transaksi sebulan, per akun
Ini lanjutan langsung dari contoh di panduan jurnal umum — Toko Berkah, bulan Juli, 10 transaksi. Jurnalnya sudah seimbang di angka Rp72.650.000 untuk kedua sisi. Sekarang kita pindahkan ke buku besar.
Sepuluh transaksi itu menyentuh sembilan akun. Akun yang paling ramai adalah Kas, karena hampir semua transaksi lewat sana:
| Tanggal | Keterangan | Debit (Rp) | Kredit (Rp) | Saldo (Rp) |
|---|---|---|---|---|
| 1 Jul | Pemilik menyetor modal awal usaha | 30.000.000 | — | 30.000.000 |
| 2 Jul | Bayar sewa toko bulan Juli | — | 2.500.000 | 27.500.000 |
| 3 Jul | Belanja beras dan minyak goreng, tunai | — | 12.000.000 | 15.500.000 |
| 8 Jul | Jualan tunai di toko, minggu pertama | 6.500.000 | — | 22.000.000 |
| 15 Jul | Bayar sebagian utang ke supplier | — | 5.000.000 | 17.000.000 |
| 20 Jul | Terima pelunasan sebagian piutang | 2.000.000 | — | 19.000.000 |
| 25 Jul | Bayar gaji karyawan bulan Juli | — | 3.000.000 | 16.000.000 |
| 28 Jul | Bayar listrik dan air toko | — | 450.000 | 15.550.000 |
| TOTAL / Saldo akhir Kas | 38.500.000 | 22.950.000 | 15.550.000 | |
Delapan akun sisanya jauh lebih pendek — beberapa cuma berisi satu atau dua baris. Ini saldo akhir kesembilan akunnya:
| Akun | Total debit (Rp) | Total kredit (Rp) | Saldo akhir (Rp) | Sisi |
|---|---|---|---|---|
| Kas | 38.500.000 | 22.950.000 | 15.550.000 | Debit |
| Piutang Usaha | 3.200.000 | 2.000.000 | 1.200.000 | Debit |
| Persediaan | 20.000.000 | — | 20.000.000 | Debit |
| Utang Usaha | 5.000.000 | 8.000.000 | 3.000.000 | Kredit |
| Modal Pemilik | — | 30.000.000 | 30.000.000 | Kredit |
| Penjualan | — | 9.700.000 | 9.700.000 | Kredit |
| Beban Sewa | 2.500.000 | — | 2.500.000 | Debit |
| Beban Gaji | 3.000.000 | — | 3.000.000 | Debit |
| Beban Listrik & Air | 450.000 | — | 450.000 | Debit |
Perhatikan akun Penjualan: saldonya Rp9.700.000, dari dua transaksi — jualan tunai Rp6.500.000 dan pesanan warung langganan Rp3.200.000. Angka itu tidak pernah muncul di jurnal sebagai satu baris. Buku besar yang membuatnya kelihatan.
06. Contoh buku besar usaha jasa
Usaha jasa — salon, bengkel, laundry, jasa desain — buku besarnya lebih sederhana karena tidak ada akun Persediaan. Kamu tidak menyetok barang untuk dijual lagi.
Contohnya Salon Ayu, bulan Juli. Akun Kas-nya:
| Tanggal | Keterangan | Debit (Rp) | Kredit (Rp) | Saldo (Rp) |
|---|---|---|---|---|
| 1 Jul | Modal awal pemilik | 10.000.000 | — | 10.000.000 |
| 3 Jul | Beli peralatan salon, tunai | — | 4.000.000 | 6.000.000 |
| 7 Jul | Pendapatan jasa minggu pertama | 2.400.000 | — | 8.400.000 |
| 14 Jul | Bayar sewa tempat | — | 1.500.000 | 6.900.000 |
| 21 Jul | Pendapatan jasa minggu ketiga | 3.300.000 | — | 10.200.000 |
| 28 Jul | Bayar listrik | — | 300.000 | 9.900.000 |
| TOTAL / Saldo akhir Kas | 15.700.000 | 5.800.000 | 9.900.000 | |
Dan akun Pendapatan Jasa — pengganti akun Penjualan pada usaha dagang — cuma dua baris:
| Tanggal | Keterangan | Kredit (Rp) | Saldo (Rp) |
|---|---|---|---|
| 7 Jul | Pendapatan jasa minggu pertama | 2.400.000 | 2.400.000 |
| 21 Jul | Pendapatan jasa minggu ketiga | 3.300.000 | 5.700.000 |
Jadi bulan itu Salon Ayu menerima jasa senilai Rp5.700.000, dan sisa kasnya Rp9.900.000. Dua angka yang berbeda, dan keduanya benar — salah satu alasan kenapa uang di laci bukan ukuran untung.
07. Contoh buku besar usaha dagang
Usaha dagang punya dua akun yang tidak dimiliki usaha jasa: Persediaan (barang yang kamu stok untuk dijual lagi) dan biasanya Utang Usaha (belanja tempo ke supplier). Dua akun inilah yang membedakan buku besarnya.
Kembali ke Toko Berkah. Akun Persediaan:
| Tanggal | Keterangan | Debit (Rp) | Kredit (Rp) | Saldo (Rp) |
|---|---|---|---|---|
| 3 Jul | Belanja beras dan minyak goreng, tunai | 12.000.000 | — | 12.000.000 |
| 5 Jul | Belanja stok dari supplier, bayar tempo | 8.000.000 | — | 20.000.000 |
| Saldo akhir Persediaan | 20.000.000 | — | 20.000.000 | |
Dan akun Utang Usaha, yang saldonya normal di sisi kredit:
| Tanggal | Keterangan | Debit (Rp) | Kredit (Rp) | Saldo (Rp) |
|---|---|---|---|---|
| 5 Jul | Belanja stok, bayar tempo | — | 8.000.000 | 8.000.000 |
| 15 Jul | Bayar sebagian utang ke supplier | 5.000.000 | — | 3.000.000 |
| Saldo akhir Utang Usaha | 5.000.000 | 8.000.000 | 3.000.000 | |
Sekali lihat, kamu tahu utang ke supplier tinggal Rp3.000.000. Tanpa buku besar, angka itu harus dicari lagi di antara semua baris jurnal.
Saldo Persediaan Rp20.000.000 di atas juga jadi bahan menghitung harga pokok penjualan di akhir periode — setelah stok sisanya dihitung.
08. Buku besar pembantu: kapan kamu butuh?
Akun Piutang Usaha Toko Berkah bersaldo Rp1.200.000. Tapi siapa yang belum bayar? Buku besar biasa tidak menjawab itu — dia cuma menyimpan totalnya.
Buku besar pembantu adalah rincian dari satu akun, dipecah per pihak. Piutang dipecah per pelanggan, utang dipecah per supplier.
| Buku pembantu piutang | Saldo (Rp) |
|---|---|
| Warung Bu Sri | 700.000 |
| Warung Pak Andi | 500.000 |
| Jumlah — harus sama dengan akun induknya | 1.200.000 |
Kapan kamu mulai butuh? Begitu ada lebih dari segelintir pelanggan yang beli dulu bayar belakangan — atau lebih dari dua supplier yang kamu bayar tempo. Sebelum itu, buku besar biasa sudah cukup dan tidak perlu diperumit.
09. Download template buku besar (Excel + PDF) gratis
Gratis, tanpa daftar, tanpa isi email. Yang Excel sudah berisi rumus — kolom saldonya menghitung sendiri setiap kali kamu isi debit atau kredit.
| File | Isinya | Ambil |
|---|---|---|
| Template buku besar Excel, 4 sheet |
Satu sheet untuk tiap bentuk: 3 kolom (bersaldo), bentuk T, 4 kolom, dan skontro. Masing-masing enam halaman akun kosong, dengan saldo berjalan dan total yang menghitung sendiri. | Download .xlsx |
| Contoh buku besar lengkap Excel, 3 sheet |
Contoh Toko Berkah di bagian 05 — jurnalnya, kesembilan akun buku besarnya, dan neraca saldo yang sudah seimbang di Rp42.700.000. Angkanya tinggal kamu timpa dengan angkamu sendiri. | Download .xlsx |
| Buku besar siap cetak PDF, 2 halaman |
Halaman 1 bentuk 3 kolom (26 baris), halaman 2 bentuk T (empat akun per halaman). Buat kamu yang masih lebih nyaman pakai buku dan pulpen. | Download .pdf |
Kalau kamu belum punya jurnalnya, ambil dulu template jurnal umum — buku besar diisi dari sana.
10. Dari buku besar ke neraca saldo dan laporan keuangan
Setelah semua akun terisi, saldo akhirnya dikumpulkan jadi satu daftar. Itulah neraca saldo. Fungsinya satu: memastikan tidak ada yang kelewat sebelum laporan disusun.
| Nama akun | Debit (Rp) | Kredit (Rp) |
|---|---|---|
| Kas | 15.550.000 | — |
| Piutang Usaha | 1.200.000 | — |
| Persediaan | 20.000.000 | — |
| Utang Usaha | — | 3.000.000 |
| Modal Pemilik | — | 30.000.000 |
| Penjualan | — | 9.700.000 |
| Beban Sewa | 2.500.000 | — |
| Beban Gaji | 3.000.000 | — |
| Beban Listrik & Air | 450.000 | — |
| TOTAL | 42.700.000 | 42.700.000 |
Dua sisinya sama besar — Rp42.700.000. Artinya postingmu benar. Kalau tidak sama, hampir pasti ada baris jurnal yang cuma diposting sebelah. Cari di situ dulu sebelum lanjut.
Dari neraca saldo, angkanya berpencar ke laporan:
- Akun Penjualan dan semua akun Beban menyusun laporan laba rugi — ketahuan untung atau rugi.
- Akun Kas, Piutang, Persediaan, Utang, dan Modal menyusun neraca — ketahuan posisi keuangan usahamu.
- Pergerakan kas masuk dan keluarnya jadi laporan arus kas.
- Sebelum laporan disusun, saldo yang sudah tidak sesuai kenyataan dibetulkan lewat jurnal penyesuaian — sewa dibayar di muka, penyusutan, gaji terutang, sisa stok.
- Di akhir periode, akun pendapatan dan beban ditutup lewat jurnal penutup, supaya periode baru mulai dari nol.
Gambaran utuh semua laporannya ada di panduan laporan keuangan.
11. 5 kesalahan yang bikin buku besar tidak cocok
Kalau neraca saldomu tidak seimbang, hampir pasti penyebabnya salah satu dari lima ini — dan selisihnya sendiri sering memberitahu yang mana.
| ❌ Kesalahan | Kenapa terjadi | ✅ Cara membetulkan |
|---|---|---|
| Diposting cuma sebelah | Satu baris jurnal masuk ke akun debitnya, akun kreditnya kelupaan | Lihat selisih neraca saldomu — nilainya biasanya persis sebesar transaksi yang kelewat |
| Sisi debit-kredit tertukar | Di jurnal debit, di buku besar malah ditulis kredit | Selisihnya dua kali lipat nilai transaksinya. Itu tandanya |
| Satu akun, dua nama | “Kas” dan “Kas Toko” jadi dua halaman berbeda | Buat daftar akun di awal, lalu pakai nama itu terus |
| Saldo tidak dihitung ulang | Jurnalnya dikoreksi, buku besarnya tidak ikut diperbarui | Kalau ada koreksi, posting ulang dari baris yang berubah ke bawah |
| Uang pribadi masuk Kas usaha | Ambil uang laci buat belanja rumah, tidak dicatat | Catat sebagai Prive, jangan dibiarkan hilang begitu saja |
12. Biar tidak posting manual seumur hidup
Semua yang di atas tetap berlaku — itu logika yang perlu kamu pahami, dan sekarang kamu sudah paham. Tapi jujur saja: menyalin ulang setiap baris jurnal ke halaman akunnya satu per satu, tiap hari, sambil menjaga toko, itu pekerjaan yang berat. Yang paling sering terjadi bukan salah hitung, tapi postingnya berhenti di minggu ketiga.
Yang bikin ini jauh lebih ringan bukan bentuk buku besar yang lebih pintar, tapi pencatatan yang jalan sejak transaksinya terjadi: penjualan langsung tercatat dari kasir, pembelian dari supplier masuk ke catatan yang sama, stok ikut menyesuaikan, dan laporan keuangannya — termasuk neraca — tersusun otomatis dari transaksi yang sudah kamu catat. Itu yang dikerjakan software akuntansi seperti Niagawan: bisa kamu atur sendiri dari HP, tanpa konsultan.
Kalau kamu masih ingin melakukannya sendiri dulu — silakan, dan itu cara belajar yang bagus. Template di bagian 09 sudah cukup untuk mulai hari ini.
Pertanyaan yang Sering Ditanya (FAQ)
Apa yang dimaksud buku besar?
Buku besar adalah kumpulan seluruh akun usahamu, di mana setiap akun punya halamannya sendiri — Kas sendiri, Penjualan sendiri, Utang Usaha sendiri. Angkanya diambil dari jurnal umum, jadi buku besar bukan catatan kedua, melainkan catatan yang sama yang disusun ulang: jurnal urut tanggal, buku besar urut akun.
Apa saja bentuk buku besar?
Ada empat: bentuk T (paling sederhana, kiri debit kanan kredit), bentuk 3 kolom atau bersaldo (ada kolom saldo berjalan), bentuk 4 kolom (saldonya dipecah jadi saldo debit dan saldo kredit), dan bentuk skontro (sebelah-menyebelah, dengan keterangan di kedua sisi). Isinya sama; yang berbeda cuma cara membacanya. Untuk usaha kecil, bentuk 3 kolom yang paling praktis — perbandingannya ada di bagian 03.
Apa saja contoh buku besar?
Contoh yang paling sering dibutuhkan adalah buku besar akun Kas, Penjualan, Persediaan, Piutang Usaha, dan Utang Usaha. Di halaman ini ada contoh lengkap sembilan akun sebuah toko selama sebulan di bagian 05, contoh untuk usaha jasa di bagian 06, dan contoh untuk usaha dagang di bagian 07.
Bagaimana cara membuat buku besar dari jurnal umum?
Lima langkah: (1) siapkan satu halaman untuk setiap akun, (2) ambil baris jurnal paling atas dan kerjakan urut tanggal, (3) salin tanggal dan jumlahnya ke halaman akun yang disebut — di sisi yang sama dengan jurnalnya, (4) isi kolom referensi supaya bisa ditelusuri balik, (5) hitung saldo berjalan lalu lanjut ke baris berikutnya. Karena setiap transaksi menyentuh dua akun, satu baris jurnal selalu mendarat di dua halaman buku besar.
Berapa jenis akun yang saya butuhkan di buku besar?
Untuk usaha kecil, delapan sampai sepuluh akun sudah sangat cukup: Kas, Piutang Usaha, Persediaan, Utang Usaha, Modal Pemilik, Penjualan, dan beberapa akun beban seperti sewa, gaji, serta listrik dan air. Jangan bikin puluhan akun di awal — makin banyak akun, makin sering kamu ragu harus masuk yang mana.
Apa bedanya buku besar dan buku besar pembantu?
Buku besar menyimpan total per akun; buku besar pembantu memecah salah satu akun itu per pihak. Contohnya akun Piutang Usaha bersaldo Rp1.200.000 di buku besar, lalu buku pembantunya merinci Warung Bu Sri Rp700.000 dan Warung Pak Andi Rp500.000. Jumlah seluruh buku pembantu harus sama persis dengan saldo akun induknya. Kamu mulai membutuhkannya begitu pelanggan yang beli dulu bayar belakangan sudah lebih dari segelintir.
Kenapa neraca saldo saya tidak seimbang?
Hampir selalu karena posting, bukan karena hitungan. Kalau selisihnya persis sebesar satu transaksi, kemungkinan besar transaksi itu cuma diposting sebelah. Kalau selisihnya dua kali lipat nilai sebuah transaksi, sisi debit dan kreditnya kemungkinan tertukar. Lima penyebab yang paling umum ada di bagian 11.