Panduan Pembukuan Usaha · Indonesia

Buku Besar: Contoh, Bentuk, dan Cara Membuatnya

Contoh buku besar akuntansi untuk usaha jasa dan dagang — lengkap dengan 4 bentuk (T, 3 kolom, 4 kolom, skontro), cara posting dari jurnal umum, contoh sebulan sampai neraca saldo seimbang, dan template Excel + PDF gratis.

Buku besar: contoh, 4 bentuk, dan template Excel gratis — jurnal yang sama, dikelompokkan per akun

Jurnalmu sudah rapi, semua transaksi tercatat urut tanggal. Lalu datang pertanyaan sederhana yang ternyata susah dijawab: “sisa kas saya sekarang berapa?” Untuk menjawabnya kamu harus menjumlahkan ulang seluruh baris jurnal satu per satu. Buku besar dibuat persis untuk menghilangkan pekerjaan itu.

Buku besar adalah kumpulan catatan transaksi yang sudah dikelompokkan per akun. Angkanya sama persis dengan jurnal umum — yang berbeda cuma cara mengurutkannya: jurnal urut tanggal, buku besar urut akun. Di panduan ini ada 4 bentuk buku besar beserta cara memilihnya, cara posting dari jurnal langkah demi langkah, contoh buku besar untuk usaha jasa dan usaha dagang, satu contoh lengkap sebulan sampai neraca saldo yang seimbang, plus template Excel dan PDF gratis.

📋 Ringkasan singkat

Buku besar itu jurnal yang sama, dikelompokkan per akun. Satu akun satu halaman: Kas sendiri, Penjualan sendiri, Utang Usaha sendiri.

  • Gunanya: sisa tiap akun langsung terbaca, tanpa hitung ulang dari jurnal
  • Bentuknya ada 4: T · 3 kolom (bersaldo) · 4 kolom · skontro
  • Tandanya benar: saldo semua akun dikumpulkan di neraca saldo, sisi debit = sisi kredit

Kalau kamu tidak mau memilih-milih bentuk: pakai bentuk 3 kolom. Itu yang paling praktis untuk usaha kecil.

01. Buku besar itu apa, dan kenapa jurnal saja tidak cukup?

Buku besar adalah kumpulan seluruh akun usahamu, di mana setiap akun punya halamannya sendiri. Semua transaksi yang menyentuh Kas dikumpulkan di halaman Kas. Semua yang menyentuh Penjualan dikumpulkan di halaman Penjualan. Begitu seterusnya.

Angkanya tidak baru. Semuanya diambil dari jurnal umum yang sudah kamu tulis. Buku besar bukan catatan kedua — dia catatan yang sama, disusun ulang.

Perbandingan jurnal umum dan buku besar. Jurnal umum mengurutkan transaksi berdasarkan tanggal, sehingga untuk tahu sisa kas kamu harus menjumlahkan ulang seluruh baris. Buku besar mengurutkan angka yang sama berdasarkan akun, sehingga saldo tiap akun seperti Kas langsung terbaca di kolom paling kanan.

Kenapa jurnal saja tidak cukup?

Bayangkan tokomu jalan sebulan dengan 60 transaksi. Semuanya tercatat rapi di jurnal, urut tanggal. Sekarang jawab tiga pertanyaan ini:

  • Sisa kas saya berapa?
  • Utang ke supplier tinggal berapa?
  • Bulan ini saya jualan berapa banyak?

Dengan jurnal saja, setiap pertanyaan itu berarti membaca ulang 60 baris dan menjumlahkan yang cocok. Setiap kali ditanya, hitung lagi. Dengan buku besar, jawabannya sudah menunggu di halaman akun masing-masing.

💡 Fungsi buku besar buat kamu
  • Menjawab “sisanya berapa?” dalam sedetik. Kas, piutang, utang — semuanya punya saldo sendiri.
  • Menyiapkan laporan keuangan. Laba rugi dan neraca disusun dari saldo akun, bukan dari jurnal langsung.
  • Menemukan salah tulis. Kalau saldo satu akun terasa aneh, kamu cuma perlu memeriksa satu halaman.
  • Menunjukkan ke mana uangmu pergi. Beban sewa, gaji, listrik — masing-masing kelihatan besarnya.

02. Isi buku besar: kolom yang selalu ada

Bentuk tabelnya boleh sedikit berbeda antara satu buku dan buku lain, tapi isinya selalu itu-itu juga. Ini contoh bentuk 3 kolom untuk akun Kas — bentuk yang paling sering dipakai usaha kecil.

Anatomi buku besar bentuk tiga kolom untuk akun Kas. Kolom tanggal berisi tanggal transaksi. Kolom keterangan berisi penjelasan singkat. Kolom debit berisi angka yang menambah kas. Kolom kredit berisi angka yang mengurangi kas. Kolom saldo berisi sisa berjalan, yaitu saldo sebelumnya ditambah debit dikurangi kredit.
KolomIsinyaKenapa penting
TanggalTanggal transaksinya terjadiSupaya urutannya sama dengan jurnal dan gampang dilacak balik
KeteranganPenjelasan singkat transaksinyaTiga bulan lagi kamu tidak akan ingat angka tanpa keterangan
Referensi (Ref)Asal barisnya di jurnalKalau ada angka yang salah, kamu bisa langsung balik ke sumbernya
DebitAngka yang masuk sisi debitUntuk akun harta seperti Kas, ini berarti bertambah
KreditAngka yang masuk sisi kreditUntuk akun harta seperti Kas, ini berarti berkurang
SaldoSisa berjalan setelah baris iniIni alasan buku besar dibuat — sisanya tidak perlu dihitung ulang

Kolom Saldo diisi berjalan: saldo baris sebelumnya + debit − kredit. Di baris pertama, saldo sebelumnya dianggap nol.

03. 4 bentuk buku besar: pilih yang mana untuk usahamu?

Ini pertanyaan yang paling sering muncul, dan jawabannya lebih ringan dari yang kamu kira: isinya sama, yang beda cuma cara membacanya. Tidak ada bentuk yang lebih “benar” dari yang lain.

Tabel keputusan memilih bentuk buku besar. Bentuk T cocok untuk belajar dan cek cepat, kelebihannya paling gampang, kekurangannya saldo harus dihitung sendiri. Bentuk tiga kolom bersaldo cocok untuk hampir semua usaha kecil dan ini rekomendasinya, kelebihannya saldo berjalan langsung terbaca. Bentuk empat kolom cocok untuk usaha yang ingin sisi saldo terpisah. Bentuk skontro cocok kalau kamu butuh keterangan lengkap di kedua sisi.
BentukCocok untukKelebihanKekurangan
Bentuk TBelajar dan cek cepatPaling gampang dibacaSaldo harus dihitung sendiri
3 kolom (bersaldo)
rekomendasi
Hampir semua usaha kecilSaldo berjalan langsung terbacaKolomnya sedikit lebih banyak
4 kolomMau sisi saldo terpisahTidak ada angka minusTabelnya paling lebar
SkontroButuh keterangan di dua sisiLengkap kiri dan kananBoros tempat

Bentuk T — yang paling sederhana

Namanya dari bentuknya: satu garis mendatar, satu garis tegak, jadi seperti huruf T. Kiri untuk debit, kanan untuk kredit. Ini yang dipakai orang saat mencorat-coret di kertas untuk mengecek sesuatu dengan cepat.

Buku besar bentuk T untuk akun Kas. Sisi kiri debit berisi setoran modal tiga puluh juta, penjualan tunai enam juta lima ratus ribu, dan pelunasan piutang dua juta, total tiga puluh delapan juta lima ratus ribu. Sisi kanan kredit berisi sewa dua juta lima ratus ribu, belanja stok dua belas juta, bayar utang lima juta, gaji tiga juta, listrik dan air empat ratus lima puluh ribu, total dua puluh dua juta sembilan ratus lima puluh ribu. Saldo akhir kas lima belas juta lima ratus lima puluh ribu di sisi debit.

Saldonya dihitung di akhir: Rp38.500.000 − Rp22.950.000 = Rp15.550.000, di sisi debit karena debitnya lebih besar.

Bentuk 3 kolom (bersaldo) — yang sebaiknya kamu pakai

Sama seperti bentuk T, tapi ditambah satu kolom saldo yang diisi setiap baris. Kelebihannya sederhana tapi besar: kamu tidak perlu menunggu akhir bulan untuk tahu sisanya.

Buku besar bentuk tiga kolom untuk akun Kas, dengan kolom tanggal, keterangan, debit, kredit, dan saldo berjalan. Setelah delapan transaksi saldo akhir kas menjadi lima belas juta lima ratus lima puluh ribu.

Bentuk 4 kolom

Kolom saldonya dipecah dua: saldo debit dan saldo kredit. Gunanya supaya kamu langsung tahu saldo akun itu ada di sisi mana, tanpa perlu menulis angka minus. Contoh di bawah pakai akun Utang Usaha, yang saldonya normal di sisi kredit.

Buku besar bentuk empat kolom untuk akun Utang Usaha. Kolomnya tanggal, keterangan, debit, kredit, saldo debit, dan saldo kredit. Utang bertambah delapan juta lalu dibayar lima juta, sehingga saldo kredit akhir tiga juta.

Bentuk skontro

Skontro artinya sebelah-menyebelah. Ini bentuk T yang dilengkapi kolom keterangan di kiri dan kanan, jadi kedua sisi sama-sama punya penjelasan.

Buku besar bentuk skontro untuk akun Persediaan. Sisi kiri debit berisi belanja tunai dua belas juta dan belanja tempo delapan juta. Sisi kanan kredit kosong. Saldo akhir persediaan dua puluh juta di sisi debit.

04. Cara posting dari jurnal umum ke buku besar

Memindahkan angka dari jurnal ke buku besar namanya posting. Bukan menghitung ulang, bukan menafsirkan — cuma memindahkan.

Lima langkah memposting jurnal umum ke buku besar. Satu, siapkan satu halaman untuk setiap akun. Dua, ambil baris jurnal paling atas. Tiga, salin tanggal dan jumlahnya ke halaman akun yang disebut, di sisi yang sama dengan jurnal. Empat, tulis nomor halaman jurnal di kolom referensi supaya bisa ditelusuri balik. Lima, hitung saldo berjalan, lalu lanjut ke baris berikutnya.
  1. Siapkan satu halaman untuk setiap akun. Kas sendiri, Penjualan sendiri, Utang Usaha sendiri. Untuk usaha kecil, delapan sampai sepuluh akun sudah cukup.
  2. Ambil baris jurnal paling atas. Kerjakan urut tanggal, jangan meloncat — kalau meloncat, saldo berjalanmu jadi salah.
  3. Salin ke sisi yang sama. Kalau di jurnal akun itu di sisi debit, di buku besar juga masuk kolom debit. Ini aturan yang paling sering dilanggar.
  4. Isi kolom referensi. Tulis asal barisnya. Kelihatan sepele, sampai suatu hari ada angka yang tidak kamu kenali.
  5. Hitung saldo berjalan, lalu lanjut ke baris berikutnya sampai jurnalmu habis.

Satu baris jurnal selalu turun ke dua tempat

Karena setiap transaksi dicatat di dua akun, satu baris jurnal akan mendarat di dua halaman buku besar yang berbeda — dengan jumlah yang sama, di sisi yang mengikuti jurnalnya.

Contoh memposting satu baris jurnal. Baris jurnal tanggal delapan Juli mencatat jualan tunai enam juta lima ratus ribu dengan debit Kas dan kredit Penjualan. Baris itu turun ke dua halaman buku besar: masuk kolom debit di akun Kas, dan masuk kolom kredit di akun Penjualan. Jumlahnya sama, sisinya mengikuti jurnal.

05. Contoh lengkap: 10 transaksi sebulan, per akun

Ini lanjutan langsung dari contoh di panduan jurnal umum — Toko Berkah, bulan Juli, 10 transaksi. Jurnalnya sudah seimbang di angka Rp72.650.000 untuk kedua sisi. Sekarang kita pindahkan ke buku besar.

Sepuluh transaksi itu menyentuh sembilan akun. Akun yang paling ramai adalah Kas, karena hampir semua transaksi lewat sana:

Buku besar akun Kas Toko Berkah bulan Juli. Delapan transaksi: setoran modal tiga puluh juta debit, sewa dua juta lima ratus ribu kredit, belanja stok dua belas juta kredit, jualan tunai enam juta lima ratus ribu debit, bayar utang lima juta kredit, pelunasan piutang dua juta debit, gaji tiga juta kredit, listrik dan air empat ratus lima puluh ribu kredit. Total debit tiga puluh delapan juta lima ratus ribu, total kredit dua puluh dua juta sembilan ratus lima puluh ribu, saldo akhir lima belas juta lima ratus lima puluh ribu.
TanggalKeteranganDebit (Rp)Kredit (Rp)Saldo (Rp)
1 JulPemilik menyetor modal awal usaha30.000.00030.000.000
2 JulBayar sewa toko bulan Juli2.500.00027.500.000
3 JulBelanja beras dan minyak goreng, tunai12.000.00015.500.000
8 JulJualan tunai di toko, minggu pertama6.500.00022.000.000
15 JulBayar sebagian utang ke supplier5.000.00017.000.000
20 JulTerima pelunasan sebagian piutang2.000.00019.000.000
25 JulBayar gaji karyawan bulan Juli3.000.00016.000.000
28 JulBayar listrik dan air toko450.00015.550.000
TOTAL / Saldo akhir Kas38.500.00022.950.00015.550.000

Delapan akun sisanya jauh lebih pendek — beberapa cuma berisi satu atau dua baris. Ini saldo akhir kesembilan akunnya:

AkunTotal debit (Rp)Total kredit (Rp)Saldo akhir (Rp)Sisi
Kas38.500.00022.950.00015.550.000Debit
Piutang Usaha3.200.0002.000.0001.200.000Debit
Persediaan20.000.00020.000.000Debit
Utang Usaha5.000.0008.000.0003.000.000Kredit
Modal Pemilik30.000.00030.000.000Kredit
Penjualan9.700.0009.700.000Kredit
Beban Sewa2.500.0002.500.000Debit
Beban Gaji3.000.0003.000.000Debit
Beban Listrik & Air450.000450.000Debit

Perhatikan akun Penjualan: saldonya Rp9.700.000, dari dua transaksi — jualan tunai Rp6.500.000 dan pesanan warung langganan Rp3.200.000. Angka itu tidak pernah muncul di jurnal sebagai satu baris. Buku besar yang membuatnya kelihatan.

06. Contoh buku besar usaha jasa

Usaha jasa — salon, bengkel, laundry, jasa desain — buku besarnya lebih sederhana karena tidak ada akun Persediaan. Kamu tidak menyetok barang untuk dijual lagi.

Contohnya Salon Ayu, bulan Juli. Akun Kas-nya:

TanggalKeteranganDebit (Rp)Kredit (Rp)Saldo (Rp)
1 JulModal awal pemilik10.000.00010.000.000
3 JulBeli peralatan salon, tunai4.000.0006.000.000
7 JulPendapatan jasa minggu pertama2.400.0008.400.000
14 JulBayar sewa tempat1.500.0006.900.000
21 JulPendapatan jasa minggu ketiga3.300.00010.200.000
28 JulBayar listrik300.0009.900.000
TOTAL / Saldo akhir Kas15.700.0005.800.0009.900.000

Dan akun Pendapatan Jasa — pengganti akun Penjualan pada usaha dagang — cuma dua baris:

TanggalKeteranganKredit (Rp)Saldo (Rp)
7 JulPendapatan jasa minggu pertama2.400.0002.400.000
21 JulPendapatan jasa minggu ketiga3.300.0005.700.000

Jadi bulan itu Salon Ayu menerima jasa senilai Rp5.700.000, dan sisa kasnya Rp9.900.000. Dua angka yang berbeda, dan keduanya benar — salah satu alasan kenapa uang di laci bukan ukuran untung.

07. Contoh buku besar usaha dagang

Usaha dagang punya dua akun yang tidak dimiliki usaha jasa: Persediaan (barang yang kamu stok untuk dijual lagi) dan biasanya Utang Usaha (belanja tempo ke supplier). Dua akun inilah yang membedakan buku besarnya.

Kembali ke Toko Berkah. Akun Persediaan:

TanggalKeteranganDebit (Rp)Kredit (Rp)Saldo (Rp)
3 JulBelanja beras dan minyak goreng, tunai12.000.00012.000.000
5 JulBelanja stok dari supplier, bayar tempo8.000.00020.000.000
Saldo akhir Persediaan20.000.00020.000.000

Dan akun Utang Usaha, yang saldonya normal di sisi kredit:

TanggalKeteranganDebit (Rp)Kredit (Rp)Saldo (Rp)
5 JulBelanja stok, bayar tempo8.000.0008.000.000
15 JulBayar sebagian utang ke supplier5.000.0003.000.000
Saldo akhir Utang Usaha5.000.0008.000.0003.000.000

Sekali lihat, kamu tahu utang ke supplier tinggal Rp3.000.000. Tanpa buku besar, angka itu harus dicari lagi di antara semua baris jurnal.

Saldo Persediaan Rp20.000.000 di atas juga jadi bahan menghitung harga pokok penjualan di akhir periode — setelah stok sisanya dihitung.

08. Buku besar pembantu: kapan kamu butuh?

Akun Piutang Usaha Toko Berkah bersaldo Rp1.200.000. Tapi siapa yang belum bayar? Buku besar biasa tidak menjawab itu — dia cuma menyimpan totalnya.

Buku besar pembantu adalah rincian dari satu akun, dipecah per pihak. Piutang dipecah per pelanggan, utang dipecah per supplier.

Hubungan buku besar utama dan buku besar pembantu piutang. Akun Piutang Usaha di buku besar utama bersaldo satu juta dua ratus ribu. Buku besar pembantu memecah angka itu per pelanggan, misalnya Warung Bu Sri tujuh ratus ribu dan Warung Pak Andi lima ratus ribu. Jumlah seluruh buku pembantu harus sama persis dengan saldo akun induknya, yaitu satu juta dua ratus ribu.
Buku pembantu piutangSaldo (Rp)
Warung Bu Sri700.000
Warung Pak Andi500.000
Jumlah — harus sama dengan akun induknya1.200.000

Kapan kamu mulai butuh? Begitu ada lebih dari segelintir pelanggan yang beli dulu bayar belakangan — atau lebih dari dua supplier yang kamu bayar tempo. Sebelum itu, buku besar biasa sudah cukup dan tidak perlu diperumit.

09. Download template buku besar (Excel + PDF) gratis

Gratis, tanpa daftar, tanpa isi email. Yang Excel sudah berisi rumus — kolom saldonya menghitung sendiri setiap kali kamu isi debit atau kredit.

FileIsinyaAmbil
Template buku besar
Excel, 4 sheet
Satu sheet untuk tiap bentuk: 3 kolom (bersaldo), bentuk T, 4 kolom, dan skontro. Masing-masing enam halaman akun kosong, dengan saldo berjalan dan total yang menghitung sendiri. Download .xlsx
Contoh buku besar lengkap
Excel, 3 sheet
Contoh Toko Berkah di bagian 05 — jurnalnya, kesembilan akun buku besarnya, dan neraca saldo yang sudah seimbang di Rp42.700.000. Angkanya tinggal kamu timpa dengan angkamu sendiri. Download .xlsx
Buku besar siap cetak
PDF, 2 halaman
Halaman 1 bentuk 3 kolom (26 baris), halaman 2 bentuk T (empat akun per halaman). Buat kamu yang masih lebih nyaman pakai buku dan pulpen. Download .pdf

Kalau kamu belum punya jurnalnya, ambil dulu template jurnal umum — buku besar diisi dari sana.

10. Dari buku besar ke neraca saldo dan laporan keuangan

Setelah semua akun terisi, saldo akhirnya dikumpulkan jadi satu daftar. Itulah neraca saldo. Fungsinya satu: memastikan tidak ada yang kelewat sebelum laporan disusun.

Neraca saldo Toko Berkah per tiga puluh satu Juli. Sisi debit: Kas lima belas juta lima ratus lima puluh ribu, Piutang Usaha satu juta dua ratus ribu, Persediaan dua puluh juta, Beban Sewa dua juta lima ratus ribu, Beban Gaji tiga juta, Beban Listrik dan Air empat ratus lima puluh ribu. Sisi kredit: Utang Usaha tiga juta, Modal Pemilik tiga puluh juta, Penjualan sembilan juta tujuh ratus ribu. Total kedua sisi sama, yaitu empat puluh dua juta tujuh ratus ribu.
Nama akunDebit (Rp)Kredit (Rp)
Kas15.550.000
Piutang Usaha1.200.000
Persediaan20.000.000
Utang Usaha3.000.000
Modal Pemilik30.000.000
Penjualan9.700.000
Beban Sewa2.500.000
Beban Gaji3.000.000
Beban Listrik & Air450.000
TOTAL42.700.00042.700.000

Dua sisinya sama besar — Rp42.700.000. Artinya postingmu benar. Kalau tidak sama, hampir pasti ada baris jurnal yang cuma diposting sebelah. Cari di situ dulu sebelum lanjut.

Alur siklus akuntansi lima langkah. Langkah satu transaksi harian seperti jualan dan belanja stok. Langkah dua jurnal umum, dicatat urut tanggal. Langkah tiga buku besar, dikelompokkan per akun. Langkah empat neraca saldo, saldo tiap akun dikumpulkan dan dicek seimbang. Langkah lima laporan keuangan yaitu laba rugi dan neraca. Buku besar berada tepat di tengah alur ini.

Dari neraca saldo, angkanya berpencar ke laporan:

  • Akun Penjualan dan semua akun Beban menyusun laporan laba rugi — ketahuan untung atau rugi.
  • Akun Kas, Piutang, Persediaan, Utang, dan Modal menyusun neraca — ketahuan posisi keuangan usahamu.
  • Pergerakan kas masuk dan keluarnya jadi laporan arus kas.
  • Sebelum laporan disusun, saldo yang sudah tidak sesuai kenyataan dibetulkan lewat jurnal penyesuaian — sewa dibayar di muka, penyusutan, gaji terutang, sisa stok.
  • Di akhir periode, akun pendapatan dan beban ditutup lewat jurnal penutup, supaya periode baru mulai dari nol.

Gambaran utuh semua laporannya ada di panduan laporan keuangan.

11. 5 kesalahan yang bikin buku besar tidak cocok

Kalau neraca saldomu tidak seimbang, hampir pasti penyebabnya salah satu dari lima ini — dan selisihnya sendiri sering memberitahu yang mana.

Lima kesalahan umum saat membuat buku besar dan cara membetulkannya. Satu, diposting cuma sebelah. Dua, sisi debit dan kredit tertukar. Tiga, satu akun dibuat dua halaman dengan nama berbeda. Empat, saldo tidak dihitung ulang setelah ada koreksi di jurnal. Lima, uang pribadi masuk ke akun Kas usaha.
❌ KesalahanKenapa terjadi✅ Cara membetulkan
Diposting cuma sebelahSatu baris jurnal masuk ke akun debitnya, akun kreditnya kelupaanLihat selisih neraca saldomu — nilainya biasanya persis sebesar transaksi yang kelewat
Sisi debit-kredit tertukarDi jurnal debit, di buku besar malah ditulis kreditSelisihnya dua kali lipat nilai transaksinya. Itu tandanya
Satu akun, dua nama“Kas” dan “Kas Toko” jadi dua halaman berbedaBuat daftar akun di awal, lalu pakai nama itu terus
Saldo tidak dihitung ulangJurnalnya dikoreksi, buku besarnya tidak ikut diperbaruiKalau ada koreksi, posting ulang dari baris yang berubah ke bawah
Uang pribadi masuk Kas usahaAmbil uang laci buat belanja rumah, tidak dicatatCatat sebagai Prive, jangan dibiarkan hilang begitu saja

12. Biar tidak posting manual seumur hidup

Semua yang di atas tetap berlaku — itu logika yang perlu kamu pahami, dan sekarang kamu sudah paham. Tapi jujur saja: menyalin ulang setiap baris jurnal ke halaman akunnya satu per satu, tiap hari, sambil menjaga toko, itu pekerjaan yang berat. Yang paling sering terjadi bukan salah hitung, tapi postingnya berhenti di minggu ketiga.

Yang bikin ini jauh lebih ringan bukan bentuk buku besar yang lebih pintar, tapi pencatatan yang jalan sejak transaksinya terjadi: penjualan langsung tercatat dari kasir, pembelian dari supplier masuk ke catatan yang sama, stok ikut menyesuaikan, dan laporan keuangannya — termasuk neraca — tersusun otomatis dari transaksi yang sudah kamu catat. Itu yang dikerjakan software akuntansi seperti Niagawan: bisa kamu atur sendiri dari HP, tanpa konsultan.

Kalau kamu masih ingin melakukannya sendiri dulu — silakan, dan itu cara belajar yang bagus. Template di bagian 09 sudah cukup untuk mulai hari ini.

Pertanyaan yang Sering Ditanya (FAQ)

Apa yang dimaksud buku besar?

Buku besar adalah kumpulan seluruh akun usahamu, di mana setiap akun punya halamannya sendiri — Kas sendiri, Penjualan sendiri, Utang Usaha sendiri. Angkanya diambil dari jurnal umum, jadi buku besar bukan catatan kedua, melainkan catatan yang sama yang disusun ulang: jurnal urut tanggal, buku besar urut akun.

Apa saja bentuk buku besar?

Ada empat: bentuk T (paling sederhana, kiri debit kanan kredit), bentuk 3 kolom atau bersaldo (ada kolom saldo berjalan), bentuk 4 kolom (saldonya dipecah jadi saldo debit dan saldo kredit), dan bentuk skontro (sebelah-menyebelah, dengan keterangan di kedua sisi). Isinya sama; yang berbeda cuma cara membacanya. Untuk usaha kecil, bentuk 3 kolom yang paling praktis — perbandingannya ada di bagian 03.

Apa saja contoh buku besar?

Contoh yang paling sering dibutuhkan adalah buku besar akun Kas, Penjualan, Persediaan, Piutang Usaha, dan Utang Usaha. Di halaman ini ada contoh lengkap sembilan akun sebuah toko selama sebulan di bagian 05, contoh untuk usaha jasa di bagian 06, dan contoh untuk usaha dagang di bagian 07.

Bagaimana cara membuat buku besar dari jurnal umum?

Lima langkah: (1) siapkan satu halaman untuk setiap akun, (2) ambil baris jurnal paling atas dan kerjakan urut tanggal, (3) salin tanggal dan jumlahnya ke halaman akun yang disebut — di sisi yang sama dengan jurnalnya, (4) isi kolom referensi supaya bisa ditelusuri balik, (5) hitung saldo berjalan lalu lanjut ke baris berikutnya. Karena setiap transaksi menyentuh dua akun, satu baris jurnal selalu mendarat di dua halaman buku besar.

Berapa jenis akun yang saya butuhkan di buku besar?

Untuk usaha kecil, delapan sampai sepuluh akun sudah sangat cukup: Kas, Piutang Usaha, Persediaan, Utang Usaha, Modal Pemilik, Penjualan, dan beberapa akun beban seperti sewa, gaji, serta listrik dan air. Jangan bikin puluhan akun di awal — makin banyak akun, makin sering kamu ragu harus masuk yang mana.

Apa bedanya buku besar dan buku besar pembantu?

Buku besar menyimpan total per akun; buku besar pembantu memecah salah satu akun itu per pihak. Contohnya akun Piutang Usaha bersaldo Rp1.200.000 di buku besar, lalu buku pembantunya merinci Warung Bu Sri Rp700.000 dan Warung Pak Andi Rp500.000. Jumlah seluruh buku pembantu harus sama persis dengan saldo akun induknya. Kamu mulai membutuhkannya begitu pelanggan yang beli dulu bayar belakangan sudah lebih dari segelintir.

Kenapa neraca saldo saya tidak seimbang?

Hampir selalu karena posting, bukan karena hitungan. Kalau selisihnya persis sebesar satu transaksi, kemungkinan besar transaksi itu cuma diposting sebelah. Kalau selisihnya dua kali lipat nilai sebuah transaksi, sisi debit dan kreditnya kemungkinan tertukar. Lima penyebab yang paling umum ada di bagian 11.

Biar postingmu nggak berhenti di minggu ketiga

Penjualan langsung tercatat dari kasir, pembelian supplier masuk catatan yang sama, stok ikut menyesuaikan, dan laporan keuangan tersusun otomatis — bisa kamu atur sendiri dari HP, tanpa konsultan.

Niagawan — software akuntansi & kasir untuk usaha kecil.
Beranda
Disclaimer: Informasi di halaman ini hanya untuk referensi umum, bukan nasihat akuntansi, pajak, atau keuangan. Kami berusaha menjaga informasi tetap akurat dan terkini, namun tidak menjamin keakuratannya.

© 2026 Niagawan. All rights reserved.