Kamu jualan tiap hari, uang masuk kelihatan rame — tapi begitu ditanya "bulan ini untung berapa sih beneran?", jawabannya masih ngambang. Kas ada isinya, tapi itu belum tentu untung. Nah, satu laporan ini yang bikin jelas: laporan laba rugi.
Laporan laba rugi adalah ringkasan pendapatan dan biaya usahamu selama satu periode — misalnya satu bulan atau satu tahun — yang ujungnya nunjukin satu angka: usahamu untung atau rugi. Rumusnya sesederhana ini: pendapatan − semua biaya = laba (atau rugi) bersih. Di panduan ini kamu bakal lihat laporan laba rugi yang beneran diisi angka untuk usaha jasa (laundry) dan usaha dagang (toko sembako, lengkap dengan HPP), plus rumusnya pelan-pelan, komponennya, bedanya single step vs multiple step, cara bikinnya langkah demi langkah, template gratis yang bisa kamu unduh, dan kesalahan yang bikin angka labamu meleset — semua tanpa harus jago akuntansi dulu.
Di bawah ini kami jelaskan cara membaca dan menyusun laporan laba rugi tersebut langkah demi langkah.
01. Apa itu laporan laba rugi (dan kenapa ini laporan pertama yang harus kamu punya)
Laporan laba rugi (income statement) adalah laporan yang merangkum semua pendapatan dan semua biaya usahamu selama satu periode, lalu menghasilkan satu angka akhir: laba bersih (kalau plus) atau rugi bersih (kalau minus). Sederhananya, ini laporan yang jawab pertanyaan paling dasar tiap pemilik usaha: "selama sebulan ini, aku untung atau rugi?"
Kenapa ini laporan pertama yang harus kamu punya — sebelum neraca, sebelum yang lain? Karena inilah yang paling nyambung ke keputusan harian kamu:
- Tahu untung beneran, bukan cuma "kayaknya untung". Kas di laci bisa penuh tapi sebenarnya rugi (uangnya dari utang atau setoran pribadi). Laba rugi yang misahin ini.
- Tahu bocornya di mana. Begitu biaya dirinci per baris, kamu langsung lihat pos mana yang kegedean — sewa, gaji, atau beli barang.
- Bahan pertama waktu ajukan pinjaman. Bank atau pemberi modal minta laporan laba rugi duluan buat lihat usahamu sehat apa nggak.
Bedain dulu dari dua laporan yang sering ketuker:
- Laba rugi ≠ arus kas. Laba rugi ngukur untung (pendapatan vs biaya). Arus kas ngukur uang keluar-masuk. Kamu bisa untung di laba rugi tapi kas seret — misalnya barang udah kejual tapi pelanggan belum bayar.
- Laba rugi ≠ neraca. Laba rugi itu rekaman film satu periode (untung selama Januari). Neraca itu foto satu tanggal (apa yang usaha punya dan utang per 31 Januari).
Kamu ngukur "sukses" dari isi laci kas. Padahal kas rame bisa karena kamu lagi banyak utang atau nyampur duit pribadi. Tanpa laba rugi, usaha yang sebenarnya rugi tipis tiap bulan bisa jalan setahun tanpa ketahuan — sampai modalnya habis. Laba rugi ngasih tahu ini dari bulan pertama.
02. Rumus laba rugi: pendapatan − biaya = laba (dijelaskan pelan-pelan)
Ini jantung dari seluruh laporan — satu rumus yang selalu benar:
Buat usaha yang jual barang, rumusnya dipecah jadi dua tahap biar jelas:
Pendapatan (Penjualan) − HPP (Harga Pokok Penjualan) = Laba Kotor
Tahap 2 — cari laba bersih:
Laba Kotor − Beban Operasional = Laba Bersih
Kalau usahamu jasa (nggak jual barang fisik), biasanya nggak ada HPP, jadi lebih pendek: pendapatan − semua beban = laba bersih. Kalau hasilnya minus, itu artinya rugi bersih.
Yang penting dipahami: laba bersih itu angka paling bawah — makanya orang bilang "bottom line". Semua di atasnya cuma cara nyampe ke angka itu.
03. Komponen laporan laba rugi: pendapatan, HPP, beban, laba bersih
Biar nggak bingung baca laporan, kenali 5 komponen ini. Aku jelasin pakai bahasa sehari-hari:
- Pendapatan (penjualan/omzet) — total uang yang kamu dapat dari jualan barang atau jasa selama periode itu. Ini baris paling atas.
- HPP (Harga Pokok Penjualan) — modal barang yang terjual. Untuk toko sembako, ini harga beli barang dari supplier yang laku bulan itu. Cuma barang yang laku yang dihitung, bukan semua stok. (Usaha jasa umumnya nggak punya HPP.)
- Laba kotor — pendapatan dikurangi HPP. Ini "untung sebelum biaya operasional". Kalau laba kotor aja udah tipis, harga jual atau harga beli kamu yang bermasalah.
- Beban operasional — semua biaya menjalankan usaha yang bukan modal barang: gaji, sewa, listrik, internet, transport, promosi, dll.
- Laba/rugi bersih — laba kotor dikurangi beban operasional. Inilah untung beneran yang jadi hak kamu.
Misalnya kamu setor Rp5 juta dari tabungan pribadi ke kas usaha, lalu kecatat sebagai "pendapatan". Laporan bakal bilang kamu untung Rp5 juta lebih besar dari kenyataan — padahal itu duitmu sendiri, bukan hasil jualan. Aturannya: pisahkan uang usaha dan pribadi. Setoran modal masuk ke ekuitas (neraca), bukan ke pendapatan.
04. Contoh laporan laba rugi sederhana (usaha jasa) — angka per baris
Ambil contoh usaha laundry — usaha jasa, jadi nggak ada HPP. Ini laporan laba rugi satu bulan (angka ilustrasi):
| Laundry Bersih Wangi — Laba Rugi Januari 2026 | Jumlah (Rp) |
|---|---|
| Pendapatan jasa laundry | 25.000.000 |
| Total Pendapatan | 25.000.000 |
| Beban gaji karyawan | (6.000.000) |
| Beban sewa tempat | (3.000.000) |
| Beban listrik & air | (2.500.000) |
| Beban deterjen & perlengkapan | (2.000.000) |
| Beban internet & lain-lain | (500.000) |
| Total Beban Operasional | (14.000.000) |
| Laba Bersih | 11.000.000 |
Cara bacanya pelan-pelan:
- Pendapatan sebulan = Rp25.000.000.
- Semua beban dijumlah = Rp14.000.000.
- Rp25.000.000 − Rp14.000.000 = Rp11.000.000 laba bersih. Untung.
Karena jasa nggak jual barang fisik, nggak ada baris HPP dan nggak ada laba kotor terpisah — langsung pendapatan dikurangi beban. Ini bentuk single step (dibahas di bagian 06).
05. Contoh laporan laba rugi perusahaan dagang (dengan HPP) — angka per baris
Sekarang toko sembako — usaha dagang, jadi ADA HPP (modal barang yang terjual). Di sinilah bedanya paling kelihatan. Angka ilustrasi, satu bulan:
| Toko Sembako Berkah — Laba Rugi Januari 2026 | Jumlah (Rp) |
|---|---|
| Penjualan | 80.000.000 |
| Harga Pokok Penjualan (HPP) | (60.000.000) |
| Laba Kotor | 20.000.000 |
| Beban gaji | (5.000.000) |
| Beban sewa toko | (3.000.000) |
| Beban listrik | (1.000.000) |
| Beban transport & pengiriman | (1.500.000) |
| Beban lain-lain | (500.000) |
| Total Beban Operasional | (11.000.000) |
| Laba Bersih | 9.000.000 |
Cara bacanya, dua tahap:
- Tahap 1 — laba kotor: Penjualan Rp80.000.000 − HPP Rp60.000.000 = Rp20.000.000. Artinya dari tiap Rp80.000.000 jualan, Rp60.000.000-nya balik lagi buat beli stok.
- Tahap 2 — laba bersih: Laba kotor Rp20.000.000 − beban operasional Rp11.000.000 = Rp9.000.000. Untung.
06. Single step vs multiple step: mana yang cocok buat usahamu?
Ada dua cara nyusun laporan laba rugi. Bedanya cuma soal serinci apa kamu mecah angkanya.
Semua pendapatan dijumlah, semua biaya dijumlah, langsung dikurangi. Simpel dan cepat.
Cocok untuk usaha jasa & usaha kecil tanpa stok (seperti laundry).
Pisahin dulu jadi laba kotor (pendapatan − HPP), baru dikurangi beban jadi laba bersih. Lebih rinci.
Cocok untuk usaha dagang yang punya HPP (seperti toko sembako).
Aturan praktisnya: kalau kamu jual barang, pakai multiple step (biar laba kotor kelihatan). Kalau kamu jual jasa, single step udah cukup.
07. Cara membuat laporan laba rugi langkah demi langkah
Nggak perlu software dulu — kamu bisa mulai dari catatan dan kalkulator. Ikutin 5 langkah ini:
- Tentukan periodenya. Satu bulan, satu kuartal, atau satu tahun. Konsisten — kalau bulanan ya bulanan terus, biar bisa dibandingin.
- Kumpulkan semua pendapatan periode itu. Total semua penjualan/jasa. Catat berdasarkan kapan transaksi terjadi, bukan kapan uangnya masuk.
- Hitung HPP (kalau jualan barang). Modal barang yang laku bulan itu. Rumus gampangnya: stok awal + pembelian − stok akhir.
- Jumlahkan semua beban operasional. Gaji, sewa, listrik, internet, transport, promosi — semua biaya jalanin usaha selain modal barang.
- Hitung laba bersih. Pendapatan − HPP = laba kotor; laba kotor − beban = laba bersih. Plus = untung, minus = rugi.
08. Format & template laporan laba rugi (unduh gratis: Excel & PDF)
Biar nggak mulai dari nol, kami siapin template laporan laba rugi yang tinggal kamu isi. Yang Excel udah ada rumus otomatisnya — kamu masukin angka, laba kotor dan laba bersih ngitung sendiri.
Dua tab (Jasa & Dagang) dengan rumus laba kotor & laba bersih otomatis — masukin angka, totalnya ngitung sendiri.
Download Excel ↓Format cetak siap pakai — kerangka laba rugi jasa & dagang, kolom kosong buat diisi tangan. Tinggal print.
Download PDF ↓Cara ngisi template Excel-nya:
- Buka tab yang sesuai — "Jasa" kalau kamu jual jasa, "Dagang" kalau jual barang.
- Isi nama usaha dan periode di bagian atas.
- Masukin angka pendapatan di baris paling atas.
- Untuk usaha dagang, isi HPP — laba kotor ngitung otomatis.
- Isi tiap baris beban (gaji, sewa, listrik, dst). Baris kosong bisa kamu ganti sesuai biaya usahamu.
- Laba bersih muncul otomatis di baris paling bawah. Kalau hijau berarti untung.
Semua template gratis dan dalam Rupiah — template pembukuan/manajemen biasa, tanpa perhitungan pajak.
09. Kesalahan umum saat bikin laporan laba rugi (dan cara betulinnya)
Ini kesalahan yang paling sering bikin angka laba meleset. Cek satu-satu:
Kesan: Pendapatan atau biaya jadi nggak akurat — laba kelihatan lebih besar/kecil dari aslinya.
✅ Betulkan: Pisahin rekening dan catatan. Setoran modal masuk ekuitas, bukan pendapatan; belanja pribadi jangan masuk beban usaha.
Kesan: HPP kegedean, laba kelihatan lebih kecil dari aslinya.
✅ Betulkan: HPP cuma modal barang yang laku. Stok yang belum terjual tetap jadi aset di neraca.
Kesan: Penjualan kredit (pelanggan belum bayar) nggak kecatat, laba periode itu meleset.
✅ Betulkan: Catat penjualan saat transaksi terjadi. Uang yang belum masuk jadi piutang di neraca.
Kesan: Laba kelihatan lebih besar dari kenyataan — kamu ngerasa untung padahal tipis.
✅ Betulkan: Catat semua biaya, sekecil apa pun. Yang kecil-kecil kalau dijumlah setahun bisa gede.
10. Laba rugi, neraca, dan arus kas: gimana ketiganya nyambung
Laporan laba rugi nggak berdiri sendiri. Dia bagian dari tiga laporan keuangan utama yang saling nyambung — dan ngerti hubungannya bikin kamu baca kondisi usaha secara utuh.
- Laporan laba rugi — ngukur untung/rugi selama satu periode. Angka akhirnya, laba bersih, mengalir masuk jadi tambahan modal (ekuitas) di neraca.
- Neraca (laporan posisi keuangan) — foto apa yang usaha punya (aset), utang (liabilitas), dan milikmu (ekuitas) pada satu tanggal. Pelajari selengkapnya di panduan neraca (laporan posisi keuangan).
- Arus kas — ngukur uang keluar-masuk. Ini yang jelasin kenapa kamu bisa "untung tapi kas kosong".
Ada juga jurnal penutup yang menutup akun pendapatan dan beban di akhir periode, lalu mindahin laba bersih ke modal — jembatan dari laba rugi ke neraca. Buat gambaran lengkap semua laporan keuangan usaha kecil, baca panduan lengkap laporan keuangan usaha kecil.
11. Dari catatan harian ke laporan laba rugi otomatis
Sampai sini kamu udah bisa bikin laporan laba rugi manual — dan buat mulai, itu udah bener. Tapi begitu transaksi makin banyak, ngerekap manual tiap bulan gampang salah dan makan waktu: harus milah mana pendapatan, mana beban, ngitung HPP dari stok, nyocokin lagi.
Di sinilah pembukuan yang tercatat rapi sejak awal ngebantu. Dengan Niagawan — software akuntansi + kasir untuk usaha kecil — kamu catat transaksi sekali (penjualan, pembelian, biaya), dan laporan laba rugi kebentuk otomatis — begitu juga neraca dan arus kas. Nggak usah rekap ulang di akhir bulan; angkanya bisa kamu lihat kapan aja, dari HP.
Bukan buat gantiin pemahaman kamu — justru karena kamu udah ngerti isinya, kamu jadi tahu angka yang dibaca itu apa. Niagawan Plus (paket akuntansi) satu harga Rp2,2 juta/tahun — satu harga jelas setahun, tanpa biaya tersembunyi. Kamu bisa lihat cara laporan laba rugi otomatis dari Niagawan bekerja lebih detail di halaman produknya.
Angka dalam contoh di halaman ini adalah ilustrasi agar lebih mudah dipahami; strukturnya mengikuti prinsip dasar laporan laba rugi yang dipakai dalam pembukuan usaha kecil.
Pertanyaan yang Sering Ditanya (FAQ)
Apa yang dimaksud dengan laporan laba rugi?
Laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang merangkum semua pendapatan dan biaya usaha selama satu periode, lalu menghasilkan laba bersih (kalau untung) atau rugi bersih (kalau rugi). Ini laporan yang jawab pertanyaan "usahaku untung atau rugi selama periode ini?".
Laporan laba rugi rumusnya apa?
Rumus dasarnya: pendapatan − biaya = laba (atau rugi) bersih. Untuk usaha dagang dipecah dua tahap: pendapatan − HPP = laba kotor, lalu laba kotor − beban operasional = laba bersih.
5 laporan keuangan apa saja?
Lima laporan keuangan lengkap: laporan laba rugi, neraca (laporan posisi keuangan), laporan arus kas, laporan perubahan modal, dan catatan atas laporan keuangan. Untuk usaha kecil, tiga yang paling dipakai adalah laba rugi, neraca, dan arus kas — lihat panduan lengkap laporan keuangan usaha kecil.
Cara bikin laporan laba rugi?
Lima langkah: (1) tentukan periodenya, (2) kumpulkan semua pendapatan, (3) hitung HPP kalau jualan barang, (4) jumlahkan semua beban operasional, (5) hitung laba bersih = pendapatan − HPP − beban. Kamu bisa mulai dari template Excel gratis di halaman ini.