Panduan Pembukuan Usaha · Indonesia

Jurnal Penyesuaian: 6 Jenis, Cara Membuat, dan Contoh Lengkap

Contoh ayat jurnal penyesuaian untuk usaha jasa dan dagang — lengkap dengan 6 jenis beserta contoh ayatnya, cara membuatnya langkah demi langkah, contoh soal dan jawabannya, plus tabel Excel + PDF gratis.

Jurnal penyesuaian: 6 jenis, contoh ayat jurnal penyesuaian, dan tabel Excel gratis

Akhir bulan, catatanmu sudah rapi dan neraca saldomu sudah seimbang. Tapi angkanya masih bohong sedikit. Sewa setahun yang kamu bayar di depan tercatat penuh sebagai beban bulan ini. Gaji karyawan tanggal 26–31 belum tercatat sama sekali. Jurnal penyesuaian adalah langkah yang membetulkan hal-hal seperti itu — sebelum kamu percaya pada angka untungmu.

Jurnal penyesuaian adalah catatan yang kamu buat di akhir periode untuk menyesuaikan saldo akun supaya sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, sebelum laporan keuangan disusun. Di panduan ini ada 6 jenis jurnal penyesuaian beserta contoh ayatnya, cara membuatnya langkah demi langkah, contoh lengkap untuk usaha jasa dan usaha dagang, satu contoh soal beserta jawabannya, plus tabel jurnal penyesuaian Excel dan PDF gratis.

📋 Ringkasan singkat

Jurnal penyesuaian membetulkan angka yang benar waktu dicatat, tapi jadi tidak benar waktu periodenya tutup.

  • Kapan: akhir periode — setelah neraca saldo, sebelum laporan keuangan
  • Jenisnya ada 6: perlengkapan · beban dibayar di muka · pendapatan diterima di muka · penyusutan · beban yang masih harus dibayar · pendapatan yang masih harus diterima
  • Tandanya benar: setiap ayat penyesuaian selalu menyentuh satu akun neraca dan satu akun laba rugi

Kalau kamu cuma punya waktu sebentar: lompat ke 6 jenisnya di bagian 05 — di situ semua contoh ayatnya.

01. Apa itu jurnal penyesuaian?

Jurnal penyesuaian adalah catatan akuntansi yang dibuat di akhir periode untuk menyesuaikan saldo akun agar mencerminkan keadaan yang sebenarnya. Ayat yang ditulis di dalamnya disebut ayat jurnal penyesuaian — dua istilah ini menunjuk hal yang sama.

Versi bahasa sehari-harinya begini: sepanjang bulan kamu mencatat apa yang terjadi. Di akhir bulan, beberapa catatan itu sudah tidak cocok lagi dengan kenyataan — dan jurnal penyesuaian yang membetulkannya.

Posisi jurnal penyesuaian dalam siklus akuntansi. Urutannya: transaksi harian, lalu jurnal umum, lalu buku besar, lalu neraca saldo, lalu jurnal penyesuaian, lalu neraca saldo setelah penyesuaian, lalu laporan keuangan, dan terakhir jurnal penutup. Jurnal penyesuaian berada tepat di antara neraca saldo dan laporan keuangan.

Kenapa angkanya bisa jadi tidak cocok?

Karena uang keluar-masuk tidak selalu barengan dengan manfaatnya. Ada tiga pola yang berulang terus:

  • Kamu bayar duluan, manfaatnya belakangan. Sewa toko setahun dibayar Januari, tapi manfaatnya kamu nikmati sampai Desember.
  • Kamu terima duluan, kerjanya belakangan. Pelanggan bayar di muka untuk pesanan bulan depan.
  • Sudah terjadi, tapi belum ada uang yang bergerak. Gaji akhir bulan yang dibayar tanggal 5, atau listrik yang tagihannya baru datang bulan depan.

Pencatatan yang mengakui pendapatan dan beban pada saat terjadinya — bukan saat uangnya bergerak — disebut basis akrual. Jurnal penyesuaian adalah cara basis akrual itu dijalankan.

Bedanya dengan membetulkan salah catat

Ini yang paling sering bikin bingung di awal: “kalau neraca saldoku sudah seimbang, kenapa masih harus dibetulkan?” Karena seimbang bukan berarti benar. Angka bisa seimbang tapi masuk ke periode yang keliru.

SituasiYang kamu lakukan
Salah tulis: Rp500.000 tercatat Rp5.000.000Koreksi pencatatan — bukan penyesuaian
Transaksi sama sekali belum dicatatCatat transaksi yang terlewat — bukan penyesuaian
Gaji Juli baru dibayar AgustusJurnal penyesuaian
Sewa 12 bulan sudah dibayar di mukaJurnal penyesuaian
Perlengkapan berkurang tanpa pernah dicatatJurnal penyesuaian

Jurnal penyesuaian bukan alat untuk membetulkan semua kesalahan pencatatan. Tugasnya satu: memastikan pendapatan dan beban masuk ke periode yang benar. Salah ketik dan transaksi yang kelewat dibereskan lewat koreksi biasa di jurnal umum.

02. Kenapa ini penting buat pemilik usaha

Kalau kamu ketemu topik ini di bangku sekolah, jurnal penyesuaian terasa seperti aturan yang harus dihafal. Buat pemilik usaha, urusannya lebih sederhana: tanpa penyesuaian, angka untungmu salah — kadang terlihat lebih besar dari kenyataan, kadang lebih kecil. Yang berbahaya bukan arahnya, tapi kamu tidak tahu ke arah mana.

Tiga pola beda waktu yang membuat catatan perlu disesuaikan. Pola pertama, bayar duluan manfaat belakangan, contohnya sewa setahun dibayar di depan. Pola kedua, terima duluan kerja belakangan, contohnya uang muka pelanggan. Pola ketiga, sudah terjadi tapi uang belum bergerak, contohnya gaji akhir bulan yang dibayar tanggal lima. Pada ketiga pola ini, tanggal uang bergerak tidak sama dengan periode manfaatnya, dan jurnal penyesuaian yang menjembatani selisih itu.

Tiga hal yang langsung menyentuh uangmu:

1. Untung bulanan jadi terbaca benar. Sewa setahun Rp6.000.000 yang dicatat penuh di bulan pembayaran bikin bulan itu terlihat rugi, dan sebelas bulan sesudahnya terlihat terlalu untung. Padahal bebannya Rp500.000 per bulan, rata.

2. Kamu tidak menghabiskan untung yang belum benar-benar ada. Uang muka pelanggan itu masih utang pekerjaan, bukan pendapatan. Banyak usaha kecil kehabisan kas justru karena uang muka sudah terlanjur dianggap untung.

3. Nilai barang dan alatmu tidak dibiarkan mengambang. Stok yang susut, perlengkapan yang habis terpakai, peralatan yang menua — kalau tidak pernah disesuaikan, neracamu menunjukkan kekayaan yang sebenarnya sudah tidak kamu punya.

💡 Cara cepat tahu kamu butuh penyesuaian

Tanya diri sendiri satu hal di akhir bulan: “adakah uang yang sudah keluar-masuk tapi manfaatnya belum selesai, atau manfaat yang sudah selesai tapi uangnya belum bergerak?” Kalau jawabannya ada — dan hampir selalu ada — di situ letak penyesuaianmu.

03. Fungsi jurnal penyesuaian

Ada tiga fungsi utama, dan ketiganya bermuara ke satu hal: laporan yang bisa dipercaya.

  • Menyesuaikan saldo akun dengan keadaan nyata. Angka di buku dibuat sama dengan apa yang benar-benar ada dan benar-benar terpakai.
  • Memisahkan hak pendapatan dan kewajiban beban antar-periode. Yang jadi hak bulan ini masuk bulan ini; yang belum, ditahan dulu.
  • Menyiapkan data yang akurat untuk laporan. Baik laporan laba rugi maupun neraca disusun dari saldo setelah penyesuaian, bukan sebelumnya.

Tujuan jurnal penyesuaian sering ditanyakan terpisah, padahal jawabannya sama dengan fungsi di atas: supaya laporan keuangan menyajikan keadaan yang sebenarnya pada akhir periode.

04. Kapan dibuat? Posisinya di siklus akuntansi

Jurnal penyesuaian dibuat di akhir periode — setelah neraca saldo selesai, sebelum laporan keuangan disusun. Periodenya terserah kamu: bulanan kalau kamu ingin memantau untung tiap bulan, atau tahunan kalau catatanmu masih sederhana.

Urutan lengkapnya seperti ini. Ini juga jawaban dari pertanyaan “7 langkah siklus akuntansi” yang sering muncul bersama topik ini:

LangkahApa yang terjadi
1. TransaksiJualan, belanja stok, bayar sewa — kejadian sehari-hari
2. Jurnal umumSemua transaksi dicatat urut tanggal, debit dan kredit seimbang
3. Buku besarAngka yang sama dikelompokkan per akun
4. Neraca saldoSaldo tiap akun dikumpulkan, dicek dua sisinya sama besar
5. Jurnal penyesuaian
halaman ini
Saldo yang sudah tidak sesuai kenyataan dibetulkan
6. Neraca saldo setelah penyesuaianDicek ulang, harus tetap seimbang
7. Laporan keuanganLaba rugi, neraca, dan arus kas disusun dari angka yang sudah benar
8. Jurnal penutupAkun sementara dinolkan supaya periode baru mulai dari nol

Perhatikan posisinya: penyesuaian datang sebelum laporan, penutup datang sesudah. Dua langkah ini sering tertukar — bedanya dibahas tuntas di bagian 11.

05. Enam jenis jurnal penyesuaian + contoh ayatnya

Ini bagian yang paling sering dicari, dan kabar baiknya: jenisnya terbatas. Enam pola di bawah ini menutupi hampir semua penyesuaian yang akan kamu temui di usaha kecil. Sebagian buku menyebut lima, sebagian tujuh — isinya sama, cuma cara mengelompokkannya yang berbeda.

💡 Belum paham debit dan kredit?

Tidak perlu hafal dulu. Waktu membaca contoh di bawah, cukup perhatikan akun mana yang bertambah dan akun mana yang berkurang — itu sudah cukup untuk mengerti maksud tiap penyesuaian. Kalau nanti mau paham aturannya dari dasar, ada di aturan debit dan kredit.

Tabel ringkasan enam jenis jurnal penyesuaian. Satu, perlengkapan terpakai: didebit beban perlengkapan, dikredit perlengkapan. Dua, beban dibayar di muka: didebit beban, dikredit harta dibayar di muka. Tiga, pendapatan diterima di muka: didebit pendapatan diterima di muka, dikredit pendapatan. Empat, penyusutan aset tetap: didebit beban penyusutan, dikredit akumulasi penyusutan. Lima, beban yang masih harus dibayar: didebit beban, dikredit utang. Enam, pendapatan yang masih harus diterima: didebit piutang, dikredit pendapatan.
JenisKapan munculDidebitDikredit
1. Perlengkapan terpakaiPerlengkapan berkurang karena dipakaiBeban PerlengkapanPerlengkapan
2. Beban dibayar di mukaBayar duluan untuk beberapa periodeBeban (sewa, asuransi)Harta Dibayar di Muka
3. Pendapatan diterima di mukaTerima uang duluan, kerja belakanganPendapatan Diterima di MukaPendapatan
4. Penyusutan aset tetapPeralatan menua tiap periodeBeban PenyusutanAkumulasi Penyusutan
5. Beban yang masih harus dibayarSudah terpakai, belum dibayarBeban (gaji, listrik)Utang
6. Pendapatan yang masih harus diterimaSudah dikerjakan, belum ditagihPiutangPendapatan
✅ Satu pola yang bikin semuanya masuk akal

Lihat tabel di atas sekali lagi. Setiap ayat penyesuaian selalu menyentuh satu akun neraca (harta atau utang) dan satu akun laba rugi (pendapatan atau beban). Kalau ayat penyesuaianmu menyentuh dua akun neraca saja, atau dua akun laba rugi saja, hampir pasti ada yang salah. Ini alat cek tercepat yang kamu punya.

5.1 Perlengkapan yang terpakai

Perlengkapan adalah barang habis pakai: kantong plastik, nota, alat tulis, tinta printer. Waktu beli dicatat sebagai harta, tapi sepanjang bulan dia berkurang tanpa pernah kamu catat satu per satu.

Contoh: awal Juli kamu beli perlengkapan toko Rp1.500.000. Akhir Juli kamu hitung sisanya di rak: tinggal Rp400.000. Berarti yang terpakai Rp1.100.000.

TanggalAkunDebit (Rp)Kredit (Rp)
31 JulBeban Perlengkapan1.100.000
Perlengkapan1.100.000

Angkanya datang dari hitung fisik, bukan dari perkiraan. Sisa di rak yang menentukan, bukan ingatanmu.

5.2 Beban dibayar di muka (sewa, asuransi)

Ini yang paling sering bikin laba bulanan berantakan pada usaha kecil.

Contoh: 1 Juli kamu bayar sewa kios Rp6.000.000 untuk 12 bulan. Per bulan berarti Rp500.000. Di akhir Juli, yang benar-benar jadi beban bulan ini cuma Rp500.000; sisanya Rp5.500.000 masih hakmu untuk sebelas bulan ke depan.

Garis waktu sewa dibayar di muka selama dua belas bulan. Pembayaran enam juta rupiah dilakukan satu Juli untuk periode Juli sampai Juni tahun berikutnya. Setiap bulan lima ratus ribu rupiah berpindah dari harta sewa dibayar di muka menjadi beban sewa. Di akhir Juli, satu bulan sudah jadi beban dan sebelas bulan senilai lima juta lima ratus ribu rupiah masih tersisa sebagai harta.

Ayatnya tergantung bagaimana kamu mencatatnya waktu membayar. Dua-duanya benar, hasil akhirnya sama:

Kalau waktu bayar dicatat sebagai harta (Sewa Dibayar di Muka Rp6.000.000) — yang perlu dipindahkan adalah bagian yang sudah terpakai:

TanggalAkunDebit (Rp)Kredit (Rp)
31 JulBeban Sewa500.000
Sewa Dibayar di Muka500.000

Kalau waktu bayar dicatat sebagai beban (Beban Sewa Rp6.000.000) — yang perlu dikeluarkan adalah bagian yang belum terpakai:

TanggalAkunDebit (Rp)Kredit (Rp)
31 JulSewa Dibayar di Muka5.500.000
Beban Sewa5.500.000

Sesudah salah satu ayat di atas, hasilnya identik: Beban Sewa bersaldo Rp500.000 dan Sewa Dibayar di Muka bersaldo Rp5.500.000. Yang penting bukan pendekatan mana yang kamu pilih, tapi konsisten memakai yang sama. Cara yang sama berlaku untuk asuransi dibayar di muka.

5.3 Pendapatan diterima di muka

Kebalikannya: uang sudah masuk, tapi kerjaannya belum selesai. Selama belum dikerjakan, itu utang jasa, bukan pendapatan.

Contoh: 1 Juli pelanggan membayar Rp3.000.000 untuk langganan servis 3 bulan (Juli, Agustus, September). Akhir Juli, satu bulan sudah kamu kerjakan — Rp1.000.000 sudah jadi hakmu.

TanggalAkunDebit (Rp)Kredit (Rp)
31 JulPendapatan Diterima di Muka1.000.000
Pendapatan Jasa1.000.000

5.4 Penyusutan aset tetap

Peralatan yang kamu beli tidak habis dalam sebulan, tapi nilainya turun terus. Penyusutan adalah cara membagi harga beli itu ke seluruh masa pakainya, supaya tiap bulan ikut menanggung sedikit.

Contoh: etalase dan peralatan toko seharga Rp24.000.000, ditaksir terpakai 4 tahun. Setahun berarti Rp6.000.000, sebulan Rp500.000.

Ilustrasi penyusutan peralatan seharga dua puluh empat juta rupiah selama empat tahun. Beban penyusutan lima ratus ribu rupiah per bulan atau enam juta rupiah per tahun. Nilai buku peralatan turun bertahap dari dua puluh empat juta pada awal, menjadi delapan belas juta setelah tahun pertama, dua belas juta setelah tahun kedua, enam juta setelah tahun ketiga, dan nol setelah tahun keempat. Harga beli peralatan tidak pernah diubah, yang bertambah adalah akun akumulasi penyusutan.
TanggalAkunDebit (Rp)Kredit (Rp)
31 JulBeban Penyusutan Peralatan500.000
Akumulasi Penyusutan Peralatan500.000

Perhatikan satu hal penting: harga beli peralatan di buku tetap Rp24.000.000 — tidak pernah dikurangi. Yang bertambah adalah akun Akumulasi Penyusutan, yang nanti dipasang sebagai pengurang di neraca. Ini yang bikin kamu masih bisa melihat berapa harga aslinya, sekaligus berapa sisa nilainya.

Kalau diikuti sampai habis, nilai bukunya turun begini:

Akhir tahunAkumulasi penyusutan (Rp)Nilai buku (Rp)
Saat beli24.000.000
Tahun 16.000.00018.000.000
Tahun 212.000.00012.000.000
Tahun 318.000.0006.000.000
Tahun 424.000.0000

Peralatannya mungkin masih kepakai setelah tahun ke-4 — nilai bukunya saja yang sudah habis. Yang penting, tiap bulan sudah ikut menanggung bagiannya.

5.5 Beban yang masih harus dibayar

Sudah kamu nikmati, uangnya belum keluar. Paling sering: gaji dan listrik.

Contoh: gaji karyawan untuk tanggal 26–31 Juli sebesar Rp600.000 baru akan dibayar tanggal 5 Agustus. Kerjanya terjadi di Juli, jadi bebannya milik Juli.

TanggalAkunDebit (Rp)Kredit (Rp)
31 JulBeban Gaji600.000
Utang Gaji600.000

5.6 Pendapatan yang masih harus diterima

Kebalikan lagi: pekerjaan sudah selesai, tapi belum kamu tagih atau belum dibayar.

Contoh: servis untuk pelanggan langganan senilai Rp2.000.000 selesai 29 Juli, tagihannya baru dikirim Agustus. Pendapatannya milik Juli.

TanggalAkunDebit (Rp)Kredit (Rp)
31 JulPiutang Usaha2.000.000
Pendapatan Jasa2.000.000

Dua penyesuaian tambahan yang sering muncul

Kerugian piutang tak tertagih. Kalau kamu melayani pembelian tempo, sebagian piutang realistisnya tidak akan tertagih. Misalnya piutang Rp1.200.000 dan kamu taksir 2% macet:

TanggalAkunDebit (Rp)Kredit (Rp)
31 JulBeban Kerugian Piutang24.000
Cadangan Kerugian Piutang24.000

Persediaan barang dagang. Ini penyesuaian khas usaha dagang dan tidak ada di usaha jasa — dibahas lengkap dengan contohnya di bagian 08.

06. Cara membuat jurnal penyesuaian: 5 langkah

Ini urutan yang bisa kamu jalankan tiap akhir bulan sambil menjaga toko — bukan prosedur buku teks.

Lima langkah membuat jurnal penyesuaian. Langkah satu, siapkan neraca saldo. Langkah dua, telusuri enam jenis penyesuaian satu per satu. Langkah tiga, kumpulkan bukti berupa hitung fisik dan kuitansi. Langkah empat, tulis ayatnya dengan satu akun neraca dan satu akun laba rugi. Langkah lima, susun neraca saldo setelah penyesuaian dan pastikan kedua sisinya tetap seimbang.

Langkah 1 — siapkan neraca saldomu. Penyesuaian dikerjakan di atas angka yang sudah seimbang. Kalau neraca saldomu belum seimbang, betulkan dulu di buku besar; jangan ditambal lewat penyesuaian.

Langkah 2 — telusuri 6 jenisnya satu per satu. Jangan menunggu ingat. Ambil daftar di bagian 05 dan tanyakan enam pertanyaan: ada perlengkapan terpakai? ada yang dibayar di muka? ada uang muka pelanggan? ada peralatan yang menyusut? ada beban belum dibayar? ada pendapatan belum ditagih?

Langkah 3 — kumpulkan buktinya. Setiap penyesuaian butuh angka yang bisa ditunjuk asalnya: hasil hitung fisik perlengkapan dan stok, kuitansi sewa, daftar hadir karyawan, daftar piutang. Penyesuaian tanpa bukti cuma tebakan yang ditulis rapi.

Langkah 4 — tulis ayatnya. Satu penyesuaian, satu ayat. Cek pakai pola tadi: satu akun neraca, satu akun laba rugi.

Langkah 5 — susun neraca saldo setelah penyesuaian. Masukkan ayat-ayat tadi ke saldo lama, lalu jumlahkan lagi. Dua sisinya harus tetap sama besar. Kalau tidak, ada ayat yang cuma dicatat sebelah.

Daftar periksa sebelum membuat jurnal penyesuaian

Lima langkah di atas menjawab bagaimana caranya. Daftar ini menjawab pertanyaan yang berbeda: apa saja yang harus kucek tiap akhir bulan? Simpan atau cetak, lalu telusuri satu per satu.

✅ Daftar periksa akhir bulan
  • Neraca saldo sudah selesai dan kedua sisinya seimbang
  • Stok barang dagang sudah dihitung fisik
  • Perlengkapan yang tersisa di rak sudah dihitung
  • Sewa atau asuransi dibayar di muka sudah dihitung per bulan
  • Gaji dan tagihan yang belum dibayar sudah dicatat
  • Pekerjaan selesai yang belum ditagih sudah dicatat
  • Uang muka pelanggan sudah dipisah: mana yang sudah jadi hak
  • Aset tetap yang perlu disusutkan bulan ini sudah dihitung
  • Piutang yang kemungkinan tidak tertagih sudah ditaksir
  • Setiap ayat menyentuh 1 akun neraca + 1 akun laba rugi
  • Neraca saldo setelah penyesuaian dicek ulang — debit = kredit

Daftar yang sama ada di file Excel dan PDF di bagian 09, siap dicetak dan ditempel di dekat mejamu.

07. Contoh jurnal penyesuaian perusahaan jasa

Bengkel Motor Pak Rudi, tutup buku 31 Juli. Ini empat hal yang ditemukan saat mau menyusun laporan:

  1. Perlengkapan bengkel dibeli Rp1.500.000. Hitung fisik akhir Juli: sisa Rp400.000.
  2. Peralatan bengkel Rp24.000.000, ditaksir terpakai 4 tahun.
  3. Pelanggan membayar Rp3.000.000 pada 1 Juli untuk paket servis 3 bulan; satu bulan sudah dikerjakan.
  4. Gaji montir tanggal 26–31 Juli sebesar Rp600.000 baru dibayar 5 Agustus.
Empat ayat jurnal penyesuaian Bengkel Motor Pak Rudi per tiga puluh satu Juli. Pertama, beban perlengkapan satu juta seratus ribu didebit dan perlengkapan dikredit. Kedua, beban penyusutan peralatan lima ratus ribu didebit dan akumulasi penyusutan peralatan dikredit. Ketiga, pendapatan diterima di muka satu juta didebit dan pendapatan jasa dikredit. Keempat, beban gaji enam ratus ribu didebit dan utang gaji dikredit. Total kedua sisi sama, yaitu tiga juta dua ratus ribu rupiah.
TanggalAkunDebit (Rp)Kredit (Rp)
31 JulBeban Perlengkapan1.100.000
Perlengkapan1.100.000
31 JulBeban Penyusutan Peralatan500.000
Akumulasi Penyusutan Peralatan500.000
31 JulPendapatan Diterima di Muka1.000.000
Pendapatan Jasa1.000.000
31 JulBeban Gaji600.000
Utang Gaji600.000
TOTAL3.200.0003.200.000

Dua sisinya sama besar — Rp3.200.000. Cek ini wajib sebelum lanjut menyusun laporan.

Efeknya ke laporan Pak Rudi: beban Juli bertambah Rp2.200.000 (perlengkapan, penyusutan, gaji) dan pendapatan Juli bertambah Rp1.000.000. Tanpa keempat ayat ini, labanya akan terlihat Rp1.200.000 lebih besar dari yang sebenarnya.

08. Contoh jurnal penyesuaian perusahaan dagang

Usaha dagang punya satu penyesuaian yang tidak dimiliki usaha jasa: persediaan barang dagang. Barangnya masuk dan keluar sepanjang bulan, dan di akhir bulan nilai yang tercatat hampir tidak pernah sama dengan yang benar-benar ada di rak.

Kita pakai Toko Berkah — toko yang jurnal dan buku besarnya sudah dibahas di jurnal umum dan buku besar. Neraca saldonya per 31 Juli seimbang di Rp42.700.000, dengan Persediaan Rp20.000.000, Piutang Usaha Rp1.200.000, dan Beban Sewa Rp2.500.000.

Empat hal yang ditemukan waktu tutup buku:

  1. Beban Sewa Rp2.500.000 ternyata dibayar 1 Juli untuk 5 bulan (Juli–November). Cuma Rp500.000 yang jadi beban Juli.
  2. Gaji pegawai tanggal 26–31 Juli sebesar Rp600.000 belum dibayar.
  3. Hitung fisik stok 31 Juli menunjukkan sisa barang senilai Rp18.800.000.
  4. Dari piutang Rp1.200.000, ditaksir 2% tidak akan tertagih.
Perbandingan penyesuaian usaha jasa dan usaha dagang. Keduanya sama-sama menyesuaikan perlengkapan, beban dibayar di muka, pendapatan diterima di muka, penyusutan, beban yang masih harus dibayar, dan pendapatan yang masih harus diterima. Yang hanya ada pada usaha dagang adalah penyesuaian persediaan barang dagang, yang dicatat lewat dua ayat menggunakan akun ikhtisar laba rugi: persediaan awal dipindahkan ke ikhtisar, lalu persediaan akhir hasil hitung fisik dimasukkan kembali.

Ayat penyesuaian Toko Berkah

Lima ayat jurnal penyesuaian Toko Berkah per tiga puluh satu Juli. Pertama, sewa dibayar di muka dua juta didebit dan beban sewa dikredit. Kedua, beban gaji enam ratus ribu didebit dan utang gaji dikredit. Ketiga, ikhtisar laba rugi dua puluh juta didebit dan persediaan barang dagang dikredit. Keempat, persediaan barang dagang delapan belas juta delapan ratus ribu didebit dan ikhtisar laba rugi dikredit. Kelima, beban kerugian piutang dua puluh empat ribu didebit dan cadangan kerugian piutang dikredit. Total kedua sisi sama, yaitu empat puluh satu juta empat ratus dua puluh empat ribu rupiah.
TanggalAkunDebit (Rp)Kredit (Rp)
31 JulSewa Dibayar di Muka2.000.000
Beban Sewa2.000.000
31 JulBeban Gaji600.000
Utang Gaji600.000
31 JulIkhtisar Laba/Rugi20.000.000
Persediaan Barang Dagang20.000.000
31 JulPersediaan Barang Dagang18.800.000
Ikhtisar Laba/Rugi18.800.000
31 JulBeban Kerugian Piutang24.000
Cadangan Kerugian Piutang24.000
TOTAL41.424.00041.424.000

Kenapa persediaan butuh DUA ayat?

Karena yang dikerjakan sebenarnya dua hal sekaligus: mengeluarkan nilai stok awal dari buku, lalu memasukkan nilai stok akhir hasil hitung fisik. Akun Ikhtisar Laba/Rugi dipakai sebagai perantaranya.

Selisih di antara keduanya — Rp20.000.000 dikurangi Rp18.800.000 = Rp1.200.000 — adalah nilai barang yang keluar bulan itu, dan itulah yang jadi harga pokok penjualan. Jadi penyesuaian ini bukan formalitas: di sinilah untung kotormu benar-benar terhitung.

💡 Kalau stokmu sudah tercatat otomatis

Cara dua ayat di atas dipakai kalau stok cuma dihitung di akhir periode. Kalau setiap penjualan sudah langsung mengurangi stok di catatanmu, penyesuaian persediaan cuma dibutuhkan untuk selisih hasil hitung fisik — barang yang hilang, rusak, atau salah catat. Lebih sedikit kerjaan, dan selisihnya jadi informasi yang berguna.

Sebelum, penyesuaian, sesudah

Ini yang sebenarnya berubah di buku Toko Berkah — pertanyaan yang paling sering muncul: “jadi setelah ayat ini dibuat, angkaku jadi berapa?”

AkunSebelum (Rp)Penyesuaian (Rp)Sesudah (Rp)
Beban Sewa2.500.000−2.000.000500.000
Sewa Dibayar di Muka+2.000.0002.000.000
Beban Gaji3.000.000+600.0003.600.000
Utang Gaji+600.000600.000
Persediaan Barang Dagang20.000.000−1.200.00018.800.000
Cadangan Kerugian Piutang+24.00024.000

Inilah tujuan jurnal penyesuaian: bukan sekadar bikin debit dan kredit seimbang, tapi memastikan laporan bulan itu menunjukkan keadaan usaha yang sebenarnya. Beban sewa Juli yang tadinya Rp2.500.000 ternyata cuma Rp500.000; sisanya milik bulan-bulan berikutnya.

Efeknya ke laba Toko Berkah

KeteranganRp
Laba sebelum penyesuaian (Penjualan 9.700.000 − beban 5.950.000)3.750.000
Beban Sewa berkurang (dari 2.500.000 jadi 500.000)+2.000.000
Beban Gaji bertambah−600.000
Harga pokok penjualan dari selisih persediaan−1.200.000
Beban kerugian piutang−24.000
Laba setelah penyesuaian3.926.000

Angkanya naik kali ini — karena sewa yang tadinya dibebankan penuh ternyata sebagian besar milik bulan-bulan berikutnya. Penyesuaian tidak selalu memperkecil laba; dia membuatnya benar. Yang berbahaya bukan arahnya, tapi tidak pernah mengeceknya sama sekali.

09. Download tabel jurnal penyesuaian (Excel + PDF) gratis

Semua contoh di halaman ini sudah dimasukkan ke dalam file yang bisa langsung kamu pakai. Gratis, tanpa daftar, tanpa email.

FileIsinyaDownload
Tabel jurnal penyesuaian
Excel, 3 sheet
Sheet 1 daftar 6 jenis beserta akun debit-kreditnya sebagai panduan isi. Sheet 2 tabel kosong siap diisi dengan penjumlahan otomatis. Sheet 3 daftar periksa akhir bulan. Download .xlsx
Contoh jurnal penyesuaian lengkap
Excel, 2 sheet
Contoh Bengkel Pak Rudi di bagian 07 dan Toko Berkah di bagian 08, lengkap dengan angkanya. Tinggal kamu timpa dengan angkamu sendiri. Download .xlsx
Tabel siap cetak
PDF, 2 halaman
Halaman 1 tabel jurnal penyesuaian kosong (20 baris). Halaman 2 daftar periksa 6 jenis, buat ditempel di dekat mejamu tiap akhir bulan. Download .pdf

Belum punya neraca saldonya? Ambil dulu template buku besar — penyesuaian dikerjakan di atas angka dari sana.

10. Contoh soal jurnal penyesuaian dan jawabannya

Satu soal untuk mengetes pemahamanmu. Coba kerjakan dulu sebelum melihat jawabannya.

📝 Soal

Salon Ayu tutup buku 31 Desember. Data akhir tahun:

  1. Asuransi Rp2.400.000 dibayar 1 Oktober untuk 12 bulan, dicatat sebagai harta.
  2. Perlengkapan salon dibeli Rp2.000.000; sisa akhir tahun Rp750.000.
  3. Sewa ruko Rp1.500.000 untuk bulan Desember baru akan dibayar 3 Januari.

Buatlah ayat jurnal penyesuaian per 31 Desember.

Jawaban. Kerjakan satu per satu:

1. Asuransi. Dibayar 1 Oktober untuk 12 bulan = Rp200.000 per bulan. Sampai 31 Desember sudah lewat 3 bulan (Oktober, November, Desember) = Rp600.000 jadi beban. Karena waktu bayar dicatat sebagai harta, yang dipindahkan adalah bagian yang sudah terpakai.

2. Perlengkapan. Rp2.000.000 − Rp750.000 = Rp1.250.000 terpakai.

3. Sewa Desember. Manfaatnya sudah dinikmati di Desember walaupun uangnya keluar Januari — jadi beban Desember, lawannya utang.

TanggalAkunDebit (Rp)Kredit (Rp)
31 DesBeban Asuransi600.000
Asuransi Dibayar di Muka600.000
31 DesBeban Perlengkapan1.250.000
Perlengkapan1.250.000
31 DesBeban Sewa1.500.000
Utang Sewa1.500.000
TOTAL3.350.0003.350.000

Cek terakhir: ketiga ayat menyentuh satu akun neraca dan satu akun laba rugi, dan totalnya seimbang. Lolos.

11. Bedanya jurnal umum, penyesuaian, dan penutup

Tiga jurnal ini dikerjakan di waktu yang berbeda dengan tujuan yang berbeda. Ini perbandingannya dalam satu tabel:

Perbandingan tiga jenis jurnal. Jurnal umum dibuat setiap hari saat transaksi terjadi, tujuannya mencatat kejadian, mencakup semua akun. Jurnal penyesuaian dibuat sekali di akhir periode sebelum laporan, tujuannya membetulkan saldo agar sesuai kenyataan, mencakup akun yang terpengaruh waktu saja. Jurnal penutup dibuat sekali di akhir periode setelah laporan, tujuannya menolkan akun sementara, mencakup pendapatan, beban, ikhtisar laba rugi, dan prive.
 Jurnal umumJurnal penyesuaianJurnal penutup
KapanTiap hari, saat transaksi terjadiAkhir periode, sebelum laporanAkhir periode, sesudah laporan
TujuanMencatat apa yang terjadiMembetulkan saldo agar sesuai kenyataanMenolkan akun sementara
Akun yang tersentuhSemua akunAkun yang terpengaruh waktuPendapatan, beban, ikhtisar laba/rugi, prive
DasarnyaBukti transaksiHitung fisik & perhitungan waktuSaldo akhir laporan laba rugi
Kalau dilewatTransaksinya hilang dari bukuLaporanmu salahUntung periode lalu menumpuk ke periode ini

Kalau kamu baru mulai, urutan membacanya: jurnal umum dulu → buku besar → halaman ini → jurnal penutup. Untuk usaha dagang dengan pembelian yang sudah banyak, ada juga jurnal pembelian sebagai jurnal khusus.

12. Kesalahan yang sering terjadi

Lima kesalahan yang sering terjadi saat membuat jurnal penyesuaian dan cara membetulkannya. Satu, arah debit kredit terbalik pada pendapatan diterima di muka. Dua, menyusutkan aset dengan mengurangi harga belinya langsung. Tiga, menyesuaikan berdasarkan perkiraan bukan hitung fisik. Empat, lupa bahwa penyesuaian harus diulang setiap periode. Lima, menyesuaikan akun yang sudah benar.
❌ KesalahanKenapa terjadi✅ Cara membetulkan
Arah debit-kredit terbalikPendapatan diterima di muka terasa seperti pendapatan, padahal awalnya utangPakai pola tetap: yang berkurang kewajibannya didebit, pendapatannya dikredit
Harga beli aset ikut dikurangiPenyusutan dikira mengurangi nilai peralatan langsungHarga beli tidak pernah diubah — yang bertambah akun Akumulasi Penyusutan
Menyesuaikan pakai perkiraanMalas menghitung fisik perlengkapan dan stokHitung fisik dulu. Tanpa itu, penyesuaianmu cuma tebakan yang ditulis rapi
Dikerjakan sekali lalu dilupakanDikira penyesuaian cukup sekali di awalSewa, penyusutan, dan gaji terutang berulang tiap periode — masukkan ke daftar periksa bulanan
Menyesuaikan yang sudah benarSemua akun ikut disesuaikan “biar aman”Cuma akun yang terpengaruh waktu yang disesuaikan. Kas hampir tidak pernah masuk ayat penyesuaian

13. Mana yang bisa otomatis, mana yang tetap kamu cek

Pertanyaan yang wajar setelah membaca sejauh ini: apa semua ini bisa diserahkan ke sistem? Sebagian bisa, sebagian tidak — dan lebih baik kamu tahu bedanya sebelum memilih aplikasi apa pun.

✅ Bisa dibantu sistem🔍 Tetap perlu kamu cek sendiri
Penjualan tercatat begitu transaksinya terjadiStok fisik yang hilang, rusak, atau susut
Stok berkurang mengikuti barang yang keluarSisa perlengkapan di rak
Saldo tiap akun selalu terbaca tanpa dihitung ulangTagihan yang belum datang
Laporan laba rugi dan neraca tersusun sendiriPekerjaan selesai yang belum kamu tagih
Catatan tidak tertinggal karena lupaKondisi aset: masih terpakai atau sudah tidak

Sistem bisa mengurangi jumlah penyesuaian manual, tapi tidak menghilangkan kebutuhan mengecek keadaan nyata usahamu. Yang paling berkurang adalah penyesuaian yang muncul gara-gara pencatatan tertinggal — bukan yang muncul dari kenyataan di lapangan seperti stok susut atau alat yang menua.

Bedanya ada pada pencatatan yang jalan sejak transaksinya terjadi: penjualan langsung tercatat dari kasir, pembelian supplier masuk ke catatan yang sama, stok ikut menyesuaikan tiap barang keluar — jadi selisih yang perlu kamu sesuaikan tinggal sedikit — dan laporan keuangannya tersusun otomatis dari transaksi yang sudah tercatat. Itu yang dikerjakan software akuntansi seperti Niagawan: bisa kamu atur sendiri dari HP, tanpa konsultan. Kolom kanan di tabel atas tetap jadi tugasmu — dan memang seharusnya begitu.

Kalau kamu mau mengerjakannya sendiri dulu, itu cara belajar yang paling bagus. Tabel di bagian 09 sudah cukup untuk mulai bulan ini.

Pertanyaan yang Sering Ditanya (FAQ)

Apa yang dimaksud dengan jurnal penyesuaian?

Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat di akhir periode untuk membetulkan saldo akun agar sesuai keadaan sebenarnya, sebelum laporan keuangan dibuat. Ayat di dalamnya disebut ayat jurnal penyesuaian — dua istilah ini menunjuk hal yang sama.

Apa saja isi dari jurnal penyesuaian?

Isinya ayat-ayat yang membetulkan akun yang terpengaruh waktu: perlengkapan yang terpakai, beban dibayar di muka seperti sewa dan asuransi, pendapatan diterima di muka, penyusutan aset tetap, beban yang masih harus dibayar seperti gaji, dan pendapatan yang masih harus diterima. Untuk usaha dagang ada tambahan penyesuaian persediaan barang dagang. Semua contoh ayatnya ada di bagian 05.

Apa saja 5 jurnal penyesuaian tersebut?

Sebagian buku menyebut lima jenis, sebagian enam atau tujuh — isinya sama, cuma cara mengelompokkannya yang berbeda. Daftar yang paling lengkap ada enam: (1) perlengkapan terpakai, (2) beban dibayar di muka, (3) pendapatan diterima di muka, (4) penyusutan aset tetap, (5) beban yang masih harus dibayar, dan (6) pendapatan yang masih harus diterima. Versi lima jenis biasanya menggabungkan nomor 5 dan 6, atau tidak menghitung perlengkapan secara terpisah.

Kapan jurnal penyesuaian dibuat?

Di akhir periode — setelah neraca saldo selesai dan sebelum laporan keuangan disusun. Periodenya terserah kamu: bulanan kalau ingin memantau untung tiap bulan, atau tahunan kalau catatanmu masih sederhana. Urutan lengkap siklusnya ada di bagian 04.

Apa rumus jurnal penyesuaian?

Sebenarnya tidak ada satu rumus. Yang ada adalah pola per jenis: tiap jenis penyesuaian punya pasangan akun debit-kredit yang tetap, dan angkanya dihitung dari data nyata — hasil hitung fisik untuk perlengkapan dan stok, atau perhitungan waktu untuk sewa, asuransi, dan penyusutan. Satu aturan yang berlaku untuk semuanya: setiap ayat penyesuaian menyentuh satu akun neraca dan satu akun laba rugi. Tabel pasangan akunnya ada di bagian 05.

Apa bedanya jurnal umum dan jurnal penyesuaian?

Jurnal umum dibuat setiap hari untuk mencatat transaksi yang benar-benar terjadi, berdasarkan bukti seperti nota dan kuitansi. Jurnal penyesuaian dibuat sekali di akhir periode untuk membetulkan saldo yang sudah tidak sesuai kenyataan, berdasarkan hitung fisik dan perhitungan waktu — bukan transaksi baru. Perbandingan lengkapnya, termasuk dengan jurnal penutup, ada di bagian 11.

Apakah usaha kecil perlu jurnal penyesuaian?

Perlu, kalau kamu ingin tahu untung yang sebenarnya. Tapi tidak perlu serumit buku teks. Untuk kebanyakan usaha kecil, tiga hal ini sudah menutup hampir semua kebutuhan: sewa atau asuransi yang dibayar di muka, gaji yang belum dibayar di akhir bulan, dan sisa stok serta perlengkapan hasil hitung fisik. Kalau usahamu belum menyewa dan belum punya karyawan, penyesuaianmu mungkin cuma satu — hitung stok.

Apa itu jurnal penyesuaian rekonsiliasi bank?

Itu penyesuaian yang dibuat setelah saldo kas di catatanmu dicocokkan dengan saldo di rekening koran bank. Selisih yang berasal dari catatan bank — misalnya biaya administrasi atau bunga yang belum kamu catat — dimasukkan lewat ayat penyesuaian. Prosesnya sendiri, yaitu rekonsiliasi bank, adalah topik tersendiri di luar halaman ini.

Biar angka untungmu benar tanpa hitung manual

Penjualan langsung tercatat dari kasir, stok menyesuaikan tiap barang keluar, dan laporan keuangan tersusun otomatis dari transaksi yang sudah kamu catat — bisa kamu atur sendiri dari HP, tanpa konsultan.

Niagawan — software akuntansi & kasir untuk usaha kecil.
Beranda
Disclaimer: Informasi di halaman ini hanya untuk referensi umum, bukan nasihat akuntansi, pajak, atau keuangan. Kami berusaha menjaga informasi tetap akurat dan terkini, namun tidak menjamin keakuratannya.

© 2026 Niagawan. All rights reserved.