Laporan penjualan harian adalah catatan semua barang yang terjual dalam satu hari: barang apa, berapa banyak, berapa rupiah, dan dibayar pakai apa. Setiap tutup toko, totalnya dijumlahkan lalu dicocokkan dengan uang yang ada. Di halaman ini ada contoh yang sudah terisi, template Excel yang menghitung total otomatis, versi PDF untuk ditulis tangan, dan cara merekapnya per minggu atau per bulan.
Biasanya orang mencari ini karena salah satu kejadian berikut:
- Tutup toko, uang di laci tidak cocok dengan yang “rasanya” terjual hari ini.
- Yang jaga kasir karyawan, dan kamu ingin tahu penjualan hari ini tanpa harus ada di toko.
- Toko ramai terus, tapi kamu tidak tahu barang mana yang benar-benar laku, jadi belanja stok pakai perasaan.
- Sebagian pembeli bayar QRIS atau transfer, sebagian tunai, dan di akhir hari angkanya berantakan.
- Akhir bulan kamu ingin tahu omzet sebulan, tapi catatan hariannya tidak ada.
- No. / jam — urutan transaksi
- Barang — apa yang dibeli
- Jumlah barang × harga satuan — berapa banyak yang dibeli dan harga per barangnya
- Jumlah (Rp) — jumlah barang dikali harga satuan
- Cara bayar — tunai, QRIS/transfer, atau bon (dibayar belakangan)
Di bawah tabel: total hari ini, total tunai, total non-tunai, dan jumlah transaksi.
01. Contoh Laporan Penjualan Harian Warung Makan, Satu Hari Penuh
Cara paling cepat memahami laporan ini adalah melihat contoh yang sudah terisi. Contoh di bawah adalah Warung Bu Sari, Senin 2 Maret 2026 — warung makan yang sama dengan contoh di panduan pembukuan. Semua angkanya contoh, bukan data pelanggan.
Hari itu ada 42 transaksi. Delapan yang pertama:
| Jam | Pesanan | Jumlah (Rp) · Bayar |
|---|---|---|
| 07.05 | 1 nasi rames + 1 es teh | 19.000 · Tunai |
| 07.20 | 2 nasi telur balado | 24.000 · Tunai |
| 07.40 | 1 nasi rames + 1 es teh | 19.000 · Tunai |
| 08.10 | 1 nasi telur balado + 1 es teh | 17.000 · QRIS |
| 08.25 | 1 nasi rames | 14.000 · Tunai |
| 09.00 | 2 es teh | 10.000 · Tunai |
| 10.15 | 1 nasi ayam goreng + 1 es jeruk | 25.000 · QRIS |
| 11.05 | 1 nasi ayam goreng + 1 es teh | 23.000 · Tunai |
| … | transaksi 9 sampai 42 (lengkap di file contoh) | … |
Kalau dijumlahkan per menu, hasilnya seperti ini:
| Menu (harga satuan) | Terjual | Jumlah (Rp) |
|---|---|---|
| Nasi ayam goreng (18.000) | 20 porsi | 360.000 |
| Nasi rames (14.000) | 15 porsi | 210.000 |
| Nasi telur balado (12.000) | 8 porsi | 96.000 |
| Es teh manis (5.000) | 26 gelas | 130.000 |
| Es jeruk (7.000) | 6 gelas | 42.000 |
| Kerupuk (2.000) | 6 bungkus | 12.000 |
| Total penjualan | 850.000 |
- Jumlah transaksi: 42
- Tunai: Rp610.000 · QRIS/transfer: Rp240.000
- Total penjualan (omzet): Rp850.000
- Rata-rata belanja per transaksi: Rp850.000 ÷ 42 = Rp20.238
Omzet artinya total penjualan sebelum dikurangi biaya apa pun. Angka Rp850.000 inilah yang nanti ditulis sebagai satu baris “Penjualan harian” di buku kas. Rata-rata belanja per transaksi artinya rata-rata uang yang dibayar satu pembeli sekali belanja.

02. Template Laporan Penjualan Harian Gratis: Excel dan PDF
Tidak perlu membuat dari nol. Pilih file yang cocok dengan cara kamu mencatat.
- Template Excel — untuk diisi lewat HP atau laptop. Total penjualan dihitung otomatis. Ada 3 sheet: Harian, Rekap Bulanan, dan Per Barang.
- PDF — untuk dicetak di kertas A4 dan diisi manual di meja kasir.
- Contoh terisi — kalau kamu ingin lihat dulu cara mengisinya.

Di template Excel, kamu cukup mengisi jam, barang, jumlah barang, harga satuan, dan cara bayar. Semua total terisi sendiri. File ini tidak memakai macro, jadi bisa dibuka di Excel maupun Google Sheets.
Kalau mau membuat sendiri di Excel, ini rumus yang dipakai:
| Yang dihitung | Rumus (contoh baris 5–46) |
|---|---|
| Jumlah per baris (jumlah barang × harga satuan) | =D5*E5 |
| Total penjualan | =SUM(F5:F46) |
| Total tunai | =SUMIF(G5:G46,"Tunai",F5:F46) |
| Jumlah transaksi | =COUNT(F5:F46) |
| Rata-rata belanja per transaksi | total penjualan ÷ jumlah transaksi |
Di sebagian komputer, pemisah dalam rumus memakai titik koma (;), bukan koma. Kalau Excel menolak rumusnya, ganti komanya.
03. Isi Laporan Penjualan Harian: Kolom demi Kolom
Ini isi setiap kolom dan gunanya.
| Kolom | Isinya | Kenapa perlu |
|---|---|---|
| Tanggal | Hari dan tanggal lengkap | Untuk rekap mingguan dan bulanan |
| No. / jam | Urutan atau jam transaksi | Tahu jam ramai, dan mudah mencari saat ada komplain |
| Barang | Nama barang atau menu | Tahu barang yang benar-benar laku |
| Jumlah barang (qty) dan harga satuan | Berapa banyak yang dibeli dan harga per barangnya | Mengecek hitungan dan harga yang dipakai kasir |
| Jumlah (Rp) | Jumlah barang × harga satuan, setelah diskon | Dasar semua total |
| Cara bayar | Tunai, QRIS/transfer, atau bon (pelanggan bayar belakangan) | Mencocokkan uang di laci dan di rekening secara terpisah |
| Keterangan | Diskon, retur (barang dikembalikan pembeli), tukar barang | Supaya selisih bisa dijelaskan |
Di bawah tabel, tulis juga tiga angka penutup: total penjualan, total tunai, dan total non-tunai. Tunai dan non-tunai perlu dipisah karena hanya uang tunai yang ada di laci. Kalau digabung, kamu tidak bisa mengecek apakah uang di laci sudah benar.
Kalau tokomu memberi struk atau nota, nomornya bisa ditulis di kolom keterangan. Contoh bentuknya ada di contoh nota penjualan.
04. Tulis Tangan, Excel, atau Aplikasi Kasir: Pilih yang Cocok
Ketiga cara ini menghasilkan laporan yang sama. Bedanya ada di waktu yang kamu perlukan untuk mencatat dan menjumlah.
Baca dari atas, dan berhenti di baris pertama yang cocok dengan kondisimu:
| Situasi | Cara yang cocok | Kekurangannya |
|---|---|---|
| Kasir dijaga karyawan, atau transaksi terlalu ramai untuk dicatat satu per satu dengan tangan | Aplikasi kasir | Perlu waktu belajar di awal, dan ada biaya |
| Kamu sendiri yang jaga, dan punya laptop atau HP untuk mencatat | Excel | Tetap harus diketik; lupa satu baris, totalnya salah |
| Kamu sendiri yang jaga, dan lebih nyaman memakai buku | Tulis tangan (PDF) | Menjumlah manual tiap malam, rekap bulanan makan waktu |
Mencatat dengan tulis tangan tidak salah. Banyak usaha mulai dari buku, lalu pindah ke Excel atau aplikasi kasir saat transaksinya bertambah. Cara apa pun yang kamu pakai, usahakan laporannya dibuat setiap hari.
05. Cara Membuat Laporan Penjualan Harian Tiap Tutup Toko (5 Langkah)
Kalau laporan baru dibuat besok harinya, biasanya ada transaksi yang terlupa. Karena itu, kerjakan langkah-langkah ini setiap tutup toko, selagi kamu masih ingat transaksi hari itu.
- ✅ 1. Catat saat transaksi terjadi. Tulis setiap penjualan di lembar harian, atau kumpulkan salinan struk dan nota dalam satu tempat.
- ✅ 2. Jumlahkan tiga angka. Total penjualan, total tunai, total QRIS/transfer. Hitung juga jumlah transaksi dan tulis bon terpisah.
- ✅ 3. Hitung uang di laci. Kurangi dulu uang kembalian yang sudah ada sejak pagi.
- ✅ 4. Cocokkan. Uang laci dengan total tunai; riwayat transaksi di aplikasi bank atau QRIS dengan total non-tunai.
- ✅ 5. Pindahkan ke buku kas. Tulis total penjualan hari ini sebagai satu baris di buku kas, lalu simpan lembar laporannya.
Langkah 3 sering terlewat. Pagi hari Bu Sari menaruh Rp200.000 uang kembalian di laci. Tunai yang tercatat Rp610.000, jadi saat tutup, isi laci seharusnya Rp810.000.
Langkah 4 adalah bagian yang paling penting. Uang tunai ada di laci, sedangkan uang QRIS masuk ke rekening. Karena tempatnya berbeda, keduanya dicocokkan terpisah:
💵 Uang tunai
Total tunai Rp610.000 + kembalian Rp200.000
↓
Uang di laci Rp810.000?
📱 QRIS / transfer
Total QRIS/transfer Rp240.000
↓
Riwayat transaksi di aplikasi bank/QRIS Rp240.000?
Keduanya cocok → tutup hari
Untuk non-tunai, buka riwayat transaksi di aplikasi bank atau QRIS, lalu cari setiap pembayaran yang tercatat hari itu. Cara lengkapnya ada di panduan mencocokkan catatan dengan rekening bank.
Setelah semuanya cocok, pindahkan totalnya ke buku kas. Detail transaksinya tetap ada di laporan penjualan. Sementara total penjualan hari itu, Rp850.000, cukup dicatat sebagai satu baris di buku kas.
06. Contoh Laporan Penjualan untuk Toko Sembako dan Toko Baju
Kolom dasarnya sama untuk semua usaha. Yang bisa berbeda adalah cara merangkum penjualan di akhir hari. Dua contoh di bawah ini hanya ilustrasi, bukan data pelanggan.
a. Toko sembako: ringkasan per kategori
Kalau tokomu punya banyak jenis barang, transaksi tetap dicatat seperti biasa. Saat membuat ringkasan harian, penjualan bisa dikelompokkan per kategori supaya lebih mudah dibaca. Contoh Toko Sembako Pak Harno, satu hari:
| Kategori | Jumlah (Rp) | % dari total |
|---|---|---|
| Beras | 1.050.000 | 30,9% |
| Rokok | 780.000 | 22,9% |
| Minyak goreng dan gula | 620.000 | 18,2% |
| Mi instan, telur, dan lain-lain | 510.000 | 15,0% |
| Gas dan air galon | 440.000 | 12,9% |
| Total | 3.400.000 |
b. Toko baju: ringkasan per ukuran, termasuk retur
Di toko baju, barang yang sama bisa laku di satu ukuran dan menumpuk di ukuran lain. Contoh Toko Baju Mbak Dewi, satu hari:
| Barang (ukuran) | Jumlah barang | Jumlah (Rp) |
|---|---|---|
| Kaos polos M | 6 | 390.000 |
| Kaos polos L | 8 | 520.000 |
| Kaos polos XL | 3 | 210.000 |
| Kemeja flanel L | 4 | 480.000 |
| Retur kemeja flanel L | −1 | −120.000 |
| Total | 1.480.000 |
Retur (barang yang dikembalikan pembeli) ditulis sebagai baris minus, bukan dihapus dari catatan. Kalau pembeli hanya menukar ukuran tanpa menambah uang, tulis di kolom keterangan, karena stok tiap ukuran ikut berubah.
07. Rekap Penjualan Mingguan dan Bulanan dari Laporan Harian
Kalau cuma melihat penjualan satu hari, kamu belum bisa melihat polanya. Coba kumpulkan laporan harian selama seminggu atau sebulan: salin total penjualan tiap hari ke satu tabel, lalu jumlahkan. Contoh Warung Bu Sari:
| Hari | Total (Rp) |
|---|---|
| Senin, 02/03 | 850.000 |
| Selasa, 03/03 | 920.000 |
| Rabu, 04/03 | 780.000 |
| Kamis, 05/03 | 880.000 |
| Jumat, 06/03 | 1.100.000 |
| Sabtu, 07/03 | 1.260.000 |
| Minggu, 08/03 | 1.030.000 |
| Total seminggu | 6.820.000 |
Untuk sebulan, pakai sheet Rekap Bulanan di template Excel yang menghitung totalnya otomatis. Hari toko tutup dibiarkan kosong, jangan diisi 0.
08. Cara Membaca Laporan Penjualan: 4 Hal yang Bisa Dilihat dari Angkanya
Dari laporan ini, kamu bisa mulai melihat barang apa yang paling laku, kapan toko paling ramai, dan berapa rata-rata belanja setiap pelanggan.
1. Barang yang paling laku.
Es teh terjual paling banyak (26 gelas), tapi uangnya hanya Rp130.000. Nasi ayam goreng terjual 20 porsi dan menghasilkan Rp360.000, atau 42,4% dari total penjualan hari itu. Jadi, lihat juga jumlah rupiahnya, bukan hanya jumlah barang yang terjual. Keluar-masuk barangnya bisa kamu pantau di kartu stok.
2. Hari dan jam yang paling ramai.
Dari rekap seminggu, Sabtu paling ramai (Rp1.260.000) dan Rabu paling sepi (Rp780.000). Dari kolom jam di file contoh, 17 dari 42 transaksi hari Senin terjadi antara jam 11.00 dan 14.59.
3. Rata-rata belanja per transaksi.
Hari Senin angkanya Rp20.238, kira-kira seharga satu porsi nasi rames dan satu es teh. Dari angka rata-rata belanja per transaksi, kamu bisa melihat apakah nilai belanja pelanggan naik atau turun dari waktu ke waktu.
4. Berapa yang dibayar non-tunai.
Dalam seminggu, Rp2.095.000 dari Rp6.820.000 (30,7%) masuk lewat QRIS atau transfer. Uang ini tidak masuk ke laci, jadi hanya bisa dicek lewat riwayat transaksi di aplikasi bank.
09. Kesalahan yang Membuat Laporan Penjualan Tidak Cocok dengan Uang
Selisih kecil di akhir hari itu biasa, dan biasanya bisa dicari penyebabnya. Yang perlu dihindari adalah membiarkan selisih tanpa dicek, karena lama-lama catatanmu tidak bisa lagi dipakai untuk mengecek uang.
Laci Bu Sari seharusnya Rp810.000, tapi setelah dihitung hanya Rp785.000. Ternyata sore tadi karyawan membeli es batu Rp25.000 pakai uang laci dan tidak mencatatnya. Uangnya tidak hilang, tapi kalau tidak dicatat, laporan terlihat seperti ada uang yang hilang.
| ❌ Yang sering terjadi | ✅ Yang sebaiknya dilakukan |
|---|---|
| Uang laci dipakai belanja atau keperluan pribadi tanpa catatan | Tulis setiap pengambilan di kertas kecil di laci: jam, untuk apa, berapa |
| Pelanggan bon dicatat seperti sudah bayar tunai | Tulis “bon” di kolom cara bayar; tidak dihitung sebagai uang laci |
| Diskon dan retur tidak ditulis | Tulis harga setelah diskon, retur sebagai baris minus |
| Pembeli bilang “sudah transfer”, langsung dicatat masuk | Catat setelah pembayarannya terlihat di aplikasi bank atau QRIS |
| Kembalian awal ikut dihitung sebagai penjualan | Pisahkan uang kembalian sejak pagi, kurangi saat menghitung laci |
10. Laporan Penjualan Bukan Laporan Untung: Langkah Berikutnya
Penjualan Rp850.000 bukan untung Rp850.000. Pagi itu Bu Sari sudah belanja bahan Rp400.000, dan masih ada gas, sewa kios, gaji, serta listrik yang harus dibayar dari uang yang sama.
Laporan penjualan harian hanya menunjukkan uang yang masuk dari penjualan. Untuk tahu untungnya, penjualan perlu dikurangi dengan biaya-biaya tersebut:
- Uang masuk dan keluar setiap hari dicatat di buku kas.
- Modal untuk barang atau porsi yang terjual dihitung lewat HPP (harga pokok penjualan).
- Hasilnya dalam sebulan dirangkum di laporan laba rugi.
11. Kapan Catatan Manual Sudah Tidak Cukup
Tulis tangan dan Excel cukup selama transaksinya masih bisa dicatat satu per satu. Biasanya, tanda kamu mulai kewalahan seperti ini:
- Mencatat dua kali. Transaksi ditulis di buku kasir, lalu diketik ulang ke Excel atau buku kas.
- Rekap malam-malam. Setelah tutup toko, masih ada setengah jam menjumlah dan mencocokkan.
- Salah hitung yang baru ketahuan akhir bulan, saat sudah sulit dilacak hari apa terjadinya.
- Kamu tidak di toko, dan angka hari ini baru bisa dilihat besok pagi.
Kalau sudah begini, lebih praktis memakai sistem yang langsung mencatat penjualan saat transaksi terjadi.
Setiap penjualan di kasir langsung tercatat di pembukuan, jadi tidak perlu dicatat dua kali. Stok barangnya ikut berkurang, laporan laba rugi dan arus kas tersusun otomatis, dan semuanya bisa kamu buka dari HP, dari mana saja.
Semua angka, nama usaha, dan menu dalam contoh di halaman ini adalah ilustrasi supaya lebih mudah dipahami. Sesuaikan dengan data usahamu sendiri.
Pertanyaan yang Sering Ditanya (FAQ)
Apa itu laporan penjualan harian?
Catatan semua penjualan dalam satu hari: barang apa, berapa banyak, berapa rupiah, dan dibayar pakai apa. Setiap tutup toko, totalnya dicocokkan dengan uang di laci dan di rekening.
Apa saja isi laporan penjualan?
Tanggal, nomor atau jam transaksi, nama barang, jumlah barang, harga satuan, jumlah (Rp), dan cara bayar. Di bagian bawah ada total penjualan, total tunai, total non-tunai, dan jumlah transaksi.
Bagaimana contoh laporan penjualan harian di Excel?
Satu baris untuk setiap transaksi, dengan kolom jumlah berisi rumus jumlah barang × harga satuan, dan baris total memakai SUM. Contoh terisi Warung Bu Sari dan template kosongnya bisa diunduh gratis di bagian 02.
Bagaimana cara membuat catatan penjualan harian?
Catat setiap penjualan saat terjadi, jumlahkan tunai dan non-tunai saat tutup toko, lalu cocokkan dengan uang di laci dan riwayat transaksi bank atau QRIS. Totalnya ditulis sebagai satu baris di buku kas.
Bagaimana cara membuat rekap penjualan?
Salin total penjualan setiap hari ke satu tabel, satu baris per tanggal, lalu jumlahkan untuk total seminggu atau sebulan. Di template Excel, sheet Rekap Bulanan menghitung total dan rata-rata per hari secara otomatis.
Bagaimana contoh laporan hasil penjualan harian?
Lihat bagian 01: Warung Bu Sari, 42 transaksi, total Rp850.000 (Rp610.000 tunai, Rp240.000 QRIS). Contoh toko sembako dan toko baju ada di bagian 06.
Bagaimana cara pembukuan penjualan yang benar?
Catat setiap hari, pisahkan tunai dan non-tunai, tulis diskon dan retur, dan cocokkan dengan uang yang benar-benar ada. Setelah itu, total harian dicatat ke buku kas, yang menjadi dasar laporan keuangan bulanan.
Apa langkah membuat laporan penjualan di Excel?
Buat kolom tanggal, jam, barang, jumlah barang, harga satuan, jumlah (Rp), dan cara bayar. Isi kolom jumlah dengan rumus jumlah barang dikali harga satuan, lalu tambahkan baris total dengan SUM dan total tunai dengan SUMIF. Kalau tidak mau menyusun sendiri, pakai template di bagian 02.
Apakah laporan penjualan harus dibuat setiap hari?
Sebaiknya iya. Kalau dicocokkan di hari yang sama, penyebab selisih masih mudah dicari. Kalau baru dicek seminggu kemudian, kamu akan sulit tahu di hari apa selisih itu terjadi.
Boleh dibuat di HP?
Boleh. Template Excel bisa dibuka di aplikasi spreadsheet di HP, termasuk Google Sheets. Untuk mengetik puluhan transaksi, layar HP memang lebih lambat. Cara yang sering lebih praktis: catat di kertas, lalu salin totalnya ke HP saat tutup toko.
Kalau pelanggan bon, dicatat di mana?
Tetap dicatat sebagai penjualan hari itu, tapi dengan cara bayar "bon". Bon tidak dihitung saat mencocokkan uang laci. Saat pelanggan melunasi, catat sebagai pelunasan bon, bukan penjualan baru, supaya tidak terhitung dua kali.
Apa beda laporan penjualan dan buku kas?
Laporan penjualan berisi detail barang yang terjual. Buku kas berisi semua uang masuk dan keluar, termasuk belanja, sewa, dan gaji. Detail transaksinya tetap ada di laporan penjualan. Sementara total penjualan hari itu cukup dicatat ke buku kas sebagai satu baris.