BEP (break even point, titik impas) adalah jumlah jualan yang pas menutup semua biaya usahamu — belum untung, tapi sudah nggak rugi. Rumus BEP yang paling sering kamu butuhkan: BEP unit = biaya tetap sebulan ÷ (harga jual − biaya per unit). Contoh warung makan di bawah: biaya tetap Rp5.300.000, harga Rp18.000, biaya per porsi Rp9.680 — BEP-nya 638 porsi sebulan, sekitar 25 porsi sehari.
Kenapa angka ini penting? Karena banyak pemilik usaha cuma tahu “hari ini ramai” atau “hari ini sepi”, tapi nggak tahu garis batasnya. Mungkin kamu juga lagi di posisi ini:
- Baru buka warung, tiap bulan bayar sewa dan gaji — sebenarnya harus laku berapa porsi sehari biar nggak nombok?
- Omzet lumayan, tapi akhir bulan uangnya habis. Sudah untung belum sih?
- Mau naikin harga atau nambah karyawan — aman nggak?
- Orang bilang BEP itu balik modal. Kapan warungmu balik modal?
Di panduan ini ada rumus BEP unit dan BEP rupiah, contoh hitungan dari angka HPP yang nyata, kalkulator yang bisa langsung kamu isi, bedanya BEP dengan HPP, balik modal, dan ROI, plus tiga cara menurunkan BEP yang ketinggian.

- BEP = jualan minimal supaya semua biaya tertutup. Di titik ini untungmu Rp0.
- Rumus BEP unit = biaya tetap ÷ (harga jual − biaya per unit)
- Rumus BEP rupiah = biaya tetap ÷ rasio sisa, atau cukup BEP unit × harga jual
- BEP per hari = BEP unit ÷ jumlah hari buka
- BEP bukan HPP, bukan balik modal. Bedanya di bagian 07.
01. BEP itu apa? (jawaban singkat)
BEP adalah titik di mana uang dari penjualan sama persis dengan semua biaya yang kamu keluarkan. Di bawah titik itu kamu rugi, di atasnya baru untung. Nama lainnya break even point atau titik impas — semuanya sama.
Yang bikin BEP berguna buat pemilik usaha: angkanya bisa kamu ubah jadi target harian yang gampang diingat. Bukan “omzet harus Rp11 juta sebulan”, tapi “hari ini minimal 25 porsi”. Target sesederhana itu bisa ditempel di dekat kasir.
Pintu warung dibuka jam 7 pagi. Sewa, gaji pelayan, dan listrik bulan ini sudah pasti keluar, laku atau nggak. Tiap porsi yang terjual menyisakan sedikit uang untuk mencicil biaya itu. Porsi ke berapa yang melunasi semuanya? Itulah BEP-mu. Porsi sesudahnya baru jadi untung.
Buat apa dihitung? Tiga keputusan yang langsung terbantu: apakah harga jualmu sudah cukup, berapa target jualan harian, dan apakah menambah biaya (karyawan baru, sewa tempat lebih besar) masih masuk akal.
02. Sebelum hitung: pisahkan biaya tetap dan biaya variabel
Kenapa langkah ini duluan? Karena rumus BEP butuh biayamu dipisah jadi dua kelompok. Kalau tercampur, hasilnya meleset — dan kamu nggak akan sadar hitunganmu salah.
Kamu cukup butuh 3 angka:
- Biaya tetap sebulan — biaya yang tetap kamu bayar walaupun warung sepi. Sewa, gaji bulanan, internet.
- Biaya per unit — biaya yang ikut naik kalau jualan naik. Istilahnya biaya variabel. Di warung makan, ini HPP per porsi: bahan, kemasan, gas masak.
- Harga jual per unit — harga di menu.

Cara paling gampang memilahnya: tanya ke tiap biaya, “kalau bulan ini nggak ada yang beli sama sekali, biaya ini tetap keluar nggak?” Kalau tetap keluar, masuk biaya tetap. Kalau ikut hilang, masuk biaya variabel.
| Biaya di warung makan | Tetap atau variabel? | Kenapa |
|---|---|---|
| Sewa tempat | ✅ Tetap | Dibayar penuh walau sepi |
| Gaji pelayan bulanan | ✅ Tetap | Gajinya sama, laku 10 atau 100 porsi |
| Internet | ✅ Tetap | Tagihan bulanan yang sama |
| Ayam, beras, bumbu | 🔄 Variabel | Makin banyak porsi, makin banyak belanja |
| Kemasan / box | 🔄 Variabel | Satu box per porsi yang laku |
| Upah masak per batch | 🔄 Variabel | Dibayar per kali masak |
| Listrik & air | ⚖️ Setengah-setengah | Ada bagian tetap (lampu, kulkas) dan bagian yang naik kalau ramai |

Untuk biaya yang setengah-setengah, nggak perlu presisi. Lihat tagihan listrik bulan paling sepi — itu kira-kira bagian tetapnya. Masukkan ke biaya tetap, dan jangan hitung dua kali di biaya per porsi.
Kalau upah masak dan gas dapur sudah masuk HPP per porsi, jangan masukkan lagi ke biaya tetap. Satu biaya cukup masuk satu kelompok saja.
Kalau kamu belum punya angka biaya per porsi, hitung dulu lewat cara menghitung HPP per porsi. Angka itulah biaya variabelmu.
03. Rumus BEP unit dan BEP rupiah — kamu butuh yang mana?
Ada dua bentuk BEP, dan dua-duanya menjawab pertanyaan yang sama dengan satuan berbeda. Pilih sesuai cara usahamu berjualan.
| Kalau usahamu… | Pakai | Hasilnya |
|---|---|---|
| Jual satu produk utama per porsi, gelas, atau potong | BEP unit | “Harus laku 638 porsi sebulan” |
| Jual banyak macam barang dengan harga beda-beda (toko, minimarket) | BEP rupiah | “Omzet minimal Rp9.960.000 sebulan” |
| Mau target harian yang gampang diingat | BEP unit ÷ hari buka | “25 porsi sehari” |

Sebelum masuk rumusnya, kenalan dulu dengan satu angka kunci: sisa per porsi untuk menutup biaya tetap. Caranya harga jual dikurangi biaya per porsi. Istilah akuntansinya margin kontribusi, tapi kamu cukup ingat “sisa per porsi”.
Rumus BEP unit
BEP unit = biaya tetap ÷ ( harga jual − biaya per unit )
Rumus BEP rupiah
BEP rupiah = biaya tetap ÷ rasio sisa
rasio sisa = ( harga jual − biaya per unit ) ÷ harga jual
Ada jalan pintas yang lebih gampang dan hasilnya hampir sama: BEP rupiah = BEP unit × harga jual. Bedanya cuma di pembulatan, dan itu dijelaskan di contoh berikutnya.

04. Contoh: warung makan hitung BEP dari angka HPP-nya
Ini contoh yang menyambung dari panduan HPP dan markup kami. Semua angka di bawah contoh, bukan data pelanggan — yang penting polanya.
Sebuah warung makan jual nasi ayam. Dari cara menghitung HPP per porsi, biaya satu porsinya Rp9.680 (satu kali masak Rp242.000 dibagi 25 porsi, sudah termasuk bahan, kemasan, upah masak, dan gas). Harga di menunya Rp18.000.
Biaya tetap warung ini tiap bulan:
| Biaya tetap sebulan (contoh) | Jumlah |
|---|---|
| Sewa tempat | Rp2.500.000 |
| Gaji 1 pelayan/kasir | Rp1.800.000 |
| Listrik & air (lampu, kulkas) | Rp500.000 |
| Internet | Rp300.000 |
| Kebersihan & lain-lain | Rp200.000 |
| Total biaya tetap | Rp5.300.000 |
Sekarang hitung langkah demi langkah:
| Langkah | Hitungan | Hasil |
|---|---|---|
| 1. Sisa per porsi | Rp18.000 − Rp9.680 | Rp8.320 |
| 2. BEP unit | Rp5.300.000 ÷ Rp8.320 = 637,02 | 638 porsi/bulan |
| 3. BEP per hari (buka 26 hari) | 638 ÷ 26 = 24,5 | 25 porsi/hari |
| 4. BEP rupiah | 638 × Rp18.000 | Rp11.484.000 |

Kenapa 637,02 dibulatkan jadi 638, bukan 637? Karena nggak ada yang jual 0,02 porsi. Coba cek sendiri:
- Laku 637 porsi: 637 × Rp8.320 = Rp5.299.840. Kurang Rp160 dari biaya tetap — masih rugi tipis.
- Laku 638 porsi: 638 × Rp8.320 = Rp5.308.160. Lebih Rp8.160 — sudah lewat titik impas.
Bulatkan porsi ke atas, lalu kalikan harga. Kalau pakai rumus rasio, hasilnya Rp5.300.000 ÷ 46,22% = Rp11.466.346. Selisih Rp17.654 dengan Rp11.484.000 cuma karena pembulatan ke porsi utuh. Untuk target, pakai angka yang dibulatkan ke atas.

Angka 25 porsi sehari itu yang paling berguna. Kalau 26 hari buka dan tiap hari laku 25 porsi, total sebulan 650 porsi — 12 porsi di atas BEP, untung Rp108.000. Tipis, tapi sudah nggak nombok.

05. Kalkulator BEP — masukkan angkamu
Isi tiga angka biayamu dan jumlah hari buka. Hasilnya langsung keluar: BEP unit sebulan, target per hari, dan BEP rupiah. Angka awal di kalkulator memakai contoh warung makan di atas.
sewa, gaji bulanan, internet, listrik bagian tetap
biaya yang ikut naik tiap unit terjual
Di atas 638 unit sebulan, tiap unit tambahan menyisakan Rp8.320 untung.
File contohnya memakai angka yang sama persis dengan contoh di atas, jadi kamu bisa lihat rumusnya bekerja dulu, baru ganti pakai angkamu sendiri.
BEP cuma memberi tahu batas nggak rugi. Kalau biaya tetap yang kamu isi kelupaan satu baris, BEP-nya ikut kekecilan. Cek daftar kesalahan di bagian 10 sebelum memakai angkanya.
06. BEP kalau jualanmu banyak macam (multi produk)
Warung jarang cuma jual satu menu. Ada nasi ayam, ada es teh, harganya beda dan sisanya beda. Di sini BEP unit jadi membingungkan — 638 porsi apa? Jawabannya: pakai BEP rupiah dengan rasio sisa rata-rata.
Caranya pakai data jualan satu bulan biasa. Misalnya warung yang sama menambah es teh (contoh):
| Menu (contoh sebulan) | Omzet | Biaya variabel | Sisa |
|---|---|---|---|
| Nasi ayam: 600 porsi × Rp18.000 (biaya Rp9.680) | Rp10.800.000 | Rp5.808.000 | Rp4.992.000 |
| Es teh: 900 gelas × Rp5.000 (biaya Rp1.500) | Rp4.500.000 | Rp1.350.000 | Rp3.150.000 |
| Total | Rp15.300.000 | Rp7.158.000 | Rp8.142.000 |
- Rasio sisa rata-rata = Rp8.142.000 ÷ Rp15.300.000 = 53,2%
- BEP rupiah = Rp5.300.000 ÷ 53,2% = Rp9.959.469 → dibulatkan Rp9.960.000 omzet sebulan

Omzet warung ini Rp15.300.000, jauh di atas Rp9.960.000. Tapi perhatikan satu hal: es teh sisanya 70% dari harga, nasi ayam cuma 46%. Kalau bulan depan es teh yang laku berkurang, rasio rata-ratanya turun dan BEP rupiah-mu naik — walau biaya tetapnya sama.
Rasio sisa rata-rata bergantung pada menu apa yang paling laku. Pakai data bulan terakhir, bukan tebakan.
07. BEP bukan HPP, bukan balik modal, bukan ROI
Empat angka ini sering ketuker karena sama-sama dipakai untuk menjawab “usahaku sehat nggak?”. Padahal masing-masing menjawab pertanyaan yang berbeda, dan satu nggak bisa menggantikan yang lain.
Pakai warung contoh yang sama. Anggap modal awalnya Rp24.000.000 (contoh) dan jualan normalnya 35 porsi sehari, 910 porsi sebulan. Untung bersih sebulannya: 910 × Rp8.320 − Rp5.300.000 = Rp2.271.200.
| Angka | Menjawab | Rumus sederhana | Contoh warung ini |
|---|---|---|---|
| HPP | Berapa biaya satu porsi? | biaya satu kali masak ÷ porsi jadi | Rp242.000 ÷ 25 = Rp9.680/porsi |
| BEP | Harus laku berapa supaya nggak rugi? | biaya tetap ÷ sisa per porsi | Rp5.300.000 ÷ Rp8.320 = 638 porsi/bulan |
| Balik modal | Berapa bulan modal awal kembali? | modal awal ÷ untung bersih sebulan | Rp24.000.000 ÷ Rp2.271.200 = 10,6 bulan |
| ROI | Berapa persen hasil dari modal? | untung setahun ÷ modal × 100% | Rp27.254.400 ÷ Rp24.000.000 = 113,6%/tahun |

Urutannya penting. HPP dipakai untuk menghitung BEP. BEP memberi tahu kapan mulai untung. Untung bersih baru bisa dipakai untuk menghitung balik modal dan ROI. Lompat satu langkah, angka di belakangnya ikut salah.
Apakah BEP sama dengan balik modal? Nggak. Warung contoh ini sudah lewat BEP di porsi ke-638 tiap bulan, tapi modal awalnya baru kembali setelah sekitar 10,6 bulan. BEP bicara biaya bulanan, balik modal bicara uang awal yang kamu keluarkan sebelum buka. Cara menghitung modal awalnya ada di panduan menghitung modal usaha dan balik modal.
Apakah HPP sama dengan BEP? Juga nggak. HPP adalah biaya per porsi — salah satu bahan rumus BEP. BEP adalah jumlah jualan. Kalau HPP-mu naik, BEP ikut naik.
HPP = biaya per porsi. BEP = jualan minimal sebulan. Balik modal = berapa bulan modal awal kembali. ROI = persen hasil dari modal. ROI 113,6% setahun dan balik modal 10,6 bulan adalah dua cara membaca hal yang sama: modalnya kembali lebih dari sekali dalam setahun.
08. BEP yang baik berapa? (jawaban jujurnya)
Nggak ada satu angka BEP yang “baik” untuk semua usaha. BEP warung makan di pinggir jalan dan kafe di mal beda jauh, karena sewa dan harganya beda jauh. Jadi jangan membandingkan BEP-mu dengan angka usaha orang lain.
Yang bisa kamu nilai adalah jarak antara BEP dan jualan normalmu. Jarak ini disebut margin of safety — gampangnya, bantalan sebelum kamu rugi.
Pakai warung contoh: BEP 638 porsi sebulan, jualan normal 910 porsi.
- Bantalan = 910 − 638 = 272 porsi sebulan, sekitar 10 porsi sehari.
- Dalam persen: 272 ÷ 910 = 29,9%. Artinya jualanmu masih bisa turun hampir 30% sebelum warung mulai nombok.

Cara berpikirnya: bayangkan bulan terburuk yang pernah kamu alami — hujan terus, ada tanggal tua, jalan depan ditutup. Kalau jualan di bulan seburuk itu masih di atas BEP, bantalanmu cukup. Kalau jualan normal saja cuma sedikit di atas BEP, satu bulan sepi sudah bikin rugi.
BEP kecil karena gaji dirimu sendiri nggak dihitung itu cuma kelihatan aman. Pastikan semua biaya tetap sudah masuk, termasuk bagian untuk pemilik.
09. Kalau BEP-mu ketinggian: cara menurunkannya
Kalau target harianmu terasa mustahil, jangan langsung panik. Rumus BEP cuma punya tiga tuas, dan masing-masing bisa kamu gerakkan.
| Tuas (contoh) | Sisa per porsi | BEP sebulan | Target per hari |
|---|---|---|---|
| Sekarang: harga Rp18.000, biaya Rp9.680, tetap Rp5.300.000 | Rp8.320 | 638 porsi | 25 porsi |
| 1. Naikkan harga ke Rp19.500 | Rp9.820 | 540 porsi | 21 porsi |
| 2. Turunkan biaya per porsi ke Rp9.000 | Rp9.000 | 589 porsi | 23 porsi |
| 3. Turunkan biaya tetap ke Rp4.800.000 | Rp8.320 | 577 porsi | 23 porsi |

Tuas 1 — harga. Paling kuat, karena seluruh kenaikan harga langsung jadi sisa per porsi. Rp19.500 adalah harga untuk margin 50% dari HPP Rp9.680 di tabel panduan HPP. Tapi hati-hati: kalau naik harga bikin pembeli pindah, BEP yang turun nggak ada gunanya. Cara menentukan harga yang masuk akal ada di panduan menentukan harga jual dengan markup.
Tuas 2 — biaya per porsi. Cari supplier lain, kurangi porsi yang basi, cek ukuran porsi. Turun Rp680 per porsi kelihatan kecil, tapi di 638 porsi dampaknya terasa. Tuas ini jarang bikin pembeli kabur.
Tuas 3 — biaya tetap. Sewa lebih murah, jam kerja pelayan disesuaikan, tagihan yang nggak terpakai dihentikan. Pengaruhnya ke BEP sebesar biaya yang dipotong dibagi sisa per porsi: Rp500.000 ÷ Rp8.320 = 60,1 — jadi 61 porsi lebih sedikit setelah dibulatkan ke porsi utuh.
Mau nambah karyawan Rp1.800.000 sebulan? Masukkan ke kalkulator di bagian 05. Kalau target harian naik dari 25 ke 33 porsi, tanya dulu: jualanmu realistis nambah 8 porsi sehari nggak?
10. Kesalahan yang bikin hitungan BEP menipu
Rumus BEP sederhana, jadi salahnya jarang di pembagian. Salahnya hampir pasti di angka yang dimasukkan.

- ❌ Lupa gaji pemilik. Kamu kerja tiap hari tapi nggak menggaji diri sendiri. BEP-nya kelihatan kecil.
✅ Masukkan gajimu sebagai biaya tetap. Dengan gaji pemilik Rp3.000.000 (contoh), biaya tetap jadi Rp8.300.000 dan BEP naik dari 638 ke 998 porsi, sekitar 39 porsi sehari. - ❌ Biaya per porsi cuma bahan. Bahan nasi ayam tadi Rp177.000 per 25 porsi, jadi Rp7.080 per porsi. Pakai angka ini, BEP-nya cuma 486 porsi.
✅ Pakai HPP lengkap Rp9.680 — termasuk upah masak dan gas. BEP yang benar 638 porsi. Selisih 152 porsi itu rugi yang nggak kelihatan. - ❌ Hari buka dianggap 30. 638 ÷ 30 memberi target 22 porsi sehari.
✅ Hitung hari yang benar-benar buka. Kalau cuma 26 hari dan tiap hari laku 22 porsi, sebulan cuma 572 porsi — masih rugi Rp540.960. - ❌ Biaya dihitung dua kali. Gas masak masuk HPP, lalu masuk lagi di biaya tetap.
✅ Satu biaya, satu kelompok. BEP yang terlalu tinggi juga menyesatkan — kamu bisa menolak ide bagus karena angkanya kelihatan berat. - ❌ BEP dikira target untung. Laku 638 porsi artinya untungmu hampir nol, bukan “sudah aman”.
✅ Jadikan BEP batas bawah. Target jualanmu harus di atasnya, dengan bantalan seperti di bagian 08.
11. Pantau BEP tiap bulan tanpa hitung manual
Menghitung BEP sekali itu gampang — kamu baru saja melakukannya. Yang susah adalah menjaga angkanya tetap benar, karena bahan-bahannya bergerak terus.
Cara manualnya tetap sah: tiap akhir bulan, kumpulkan nota belanja bahan, hitung ulang HPP per porsi, jumlahkan sewa, gaji, dan tagihan, lalu masukkan ke kalkulator atau file Excel di atas. Banyak pemilik usaha menjalankannya bertahun-tahun.
Batasnya muncul begitu usahamu jalan: harga ayam naik bulan ini, listrik naik bulan depan, menu baru ditambah. Tiap perubahan membuat BEP bulan lalu basi. Kalau biaya usaha dan uang pribadi masih tercampur di satu dompet, angka biaya tetapnya pun cuma tebakan — dan BEP dari tebakan ikut jadi tebakan.

Yang menolong di titik ini bukan rumus baru, tapi pencatatan yang rapi dari hari ke hari. Dengan Niagawan — software akuntansi dan kasir untuk usaha kecil — penjualan langsung tercatat lewat kasir, pengeluaran masuk ke pembukuan yang sama, stok terlacak, dan laporan laba rugi tersusun otomatis. Angka biaya dan penjualan tiap bulan sudah tersedia, jadi menghitung BEP tinggal memasukkan angkanya. Semuanya bisa kamu buka dari HP.
Kalau kamu baru mulai merapikan catatan, mulai dari panduan pembukuan usaha kecil dulu. Punya warung atau kafe yang transaksinya ramai? Lihat aplikasi kasir untuk cafe.
- ☐ Biaya tetap bulan ini sudah dijumlah, termasuk gaji pemilik
- ☐ HPP per porsi dihitung ulang dari nota belanja terbaru
- ☐ Harga jual di menu dicek, masih sama atau berubah
- ☐ Hari buka bulan ini dihitung yang sebenarnya
- ☐ BEP unit, target per hari, dan BEP rupiah dihitung ulang
- ☐ Jualan bulan lalu dibandingkan dengan BEP — bantalannya berapa porsi?

Semua angka, nama menu, dan usaha dalam contoh di halaman ini adalah ilustrasi supaya lebih mudah dipahami. Sesuaikan dengan data usahamu sendiri.
Pertanyaan yang Sering Ditanya (FAQ)
Apakah BEP sama dengan balik modal?
Tidak. BEP adalah jualan minimal sebulan supaya semua biaya bulanan tertutup, sedangkan balik modal adalah berapa bulan sampai modal awal kembali. Usaha bisa sudah lewat BEP tiap bulan tapi baru balik modal setelah hampir setahun.
Apa bedanya BEP dan HPP?
HPP adalah biaya untuk satu porsi atau satu barang yang terjual. BEP adalah jumlah jualan yang dibutuhkan supaya nggak rugi. HPP dipakai sebagai bahan untuk menghitung BEP, jadi kalau HPP naik, BEP ikut naik.
Bagaimana cara menghitung BEP unit dan BEP rupiah?
BEP unit = biaya tetap ÷ (harga jual − biaya per unit). BEP rupiah = BEP unit × harga jual, atau biaya tetap ÷ rasio sisa. Contoh: Rp5.300.000 ÷ (Rp18.000 − Rp9.680) = 638 porsi, dan 638 × Rp18.000 = Rp11.484.000.
BEP dihitung per bulan atau per hari?
Hitung per bulan dulu, karena biaya tetap seperti sewa dan gaji dibayar bulanan. Setelah itu bagi dengan jumlah hari buka untuk dapat target harian, misalnya 638 porsi ÷ 26 hari = 25 porsi sehari.
Apa bedanya BEP dan ROI?
BEP menjawab berapa yang harus terjual supaya nggak rugi. ROI menjawab berapa persen hasil yang kamu dapat dari modal yang ditanam. BEP dihitung dari biaya bulanan, ROI dari untung dan modal awal.
BEP yang baik berapa?
Tidak ada satu angka yang cocok untuk semua usaha. Yang lebih berguna adalah membandingkan BEP dengan jualan normalmu: makin jauh jualan normal di atas BEP, makin besar bantalanmu sebelum rugi.